0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Love is not blind. It sees all weaknesses, flaws and inadequacies but loves anyway.”

Unknown

 

Cahaya rembulan masih menemani perjalanan pulang saya dan Brian malam itu. Kami berjalan melewati jalan dari paving dan akhirnya berakhir di jalanan aspal tempat mobil van putih terparkir. Kami meninggalkan taman dan menuju kembali ke Leeds University Union. Segarnya angin yang malam itu berhembus seakan menyapu lembut wajah saya.

 

Bersamaan dengan roda mobil yang berputar melewati jalanan aspal yang kering karena sudah beberapa hari tidak turun hujan, terdengar lagu yang diputar dari kaset audio di dalam van. Musiknya mengalun ceria, menghentak suasana malam dengan lagu Kylie Minogue, Can’t Get You Out of My Head.

 

This is my favorite song,” saya berkata dengan kegembiraan yang membuncah di dada.

Hey, itu favorite song saya,” kata Brian tak mau kalah dan tetap dengan nada datar tanpa ekspresi ciri khasnya.

 

Tanpa sadar saya mulai bernyanyi mengikuti irama dengan beat cepat, namun tidak satu pun liriknya yang terhafal. Hanya di bagian la la la la la la, lalu saya diam dan la la la la la lagi saat bagian reff mulai lagi.

 

Brian menahan tawa sehingga terdengar seakan mendengus sambil tetap fokus menyetir membelah hiruk pikuk malam.

 

“Saya juga sangat suka dengan lagunya Jason Donovan, partnernya Kylie. Lagu favorit sewaktu masih di Indonesia adalah Rhytim of the Rain. “Saya mulai bergumam mencoba mengingat lirik yang pas untuk lagu Rhytim of the Rain tersebut.

 

“Apakah kamu hafal lirik lagunya? Atau hanya la la la saja seperti lagu Kylie?”

“Tentu saja saya hafal. Listen, Brian. Hmm… falling rain, hmm… falling rain.

Ah, falling rain, ah, falling rain.”

 

Kali ini saya mencoba menyanyikan, tapi ternyata hanya hafal sepenggal. Karena tak tahan, akhirnya Brian tertawa terbahak-bahak dan saya pun ikut tertawa. Moment tersebut membuat saya tersadar bahwa saya dalah fans tingkat receh, hanya hafal di bagian “la la la” dan “ah, falling rain” saja.

 

“Seharusnya seperti ini,” Brian mulai bernyanyi, tetap dengan gaya cool-nya.

“Wah, suara kamu ternyata bagus tidak seperti suara saya yang seperti dengungan burung gagak,” saya terkesiap mendengarkan suara Brian yang mengalun indah di telinga.

“Kenapa kamu bisa hafal lyric tersebut?” tanya saya dengan nada heran.

 

“Ini lagu classic zaman orang tua kita muda dari Cascades, grup dari negara asal saya, America. Saya penggemar lagu-lagu lama.”

 

“Liriknya sedih dan kamu menyanyi tanpa ekspresi, bikin saya makin terenyuh,” saya mulai berkomentar setelah sempat terhenyak sejenak dengan suaranya.

 

“Liriknya mirip dengan kisah cinta Jason dan Kylie, di mana Jason ditinggalkan oleh Kylie demi Michael Hutchence, lead singer dari INXS. Walaupun sepertinya Jason sangat patah hati, ia akhirnya mendapatkan Angela. They are cute together. Oh indahnya cinta,” saya berkata sambil mendekapkan tangan di dada.

 

Then what makes such a beautiful thing so complicated?” Brian bergumam.

“Oh well, love is not just feeling tingly and giddy yang kita rasakan setiap saat. Angela mencintai Jason apa adanya dan tetap berjuang akan cinta tersebut walaupun ia tahu Jason seorang drug addict. Akhirnya Jason luluh dan menjadi drug free,” saya menjelaskan dengan panjang lebar.

 

Oh really?” Brian semakin penasaran.

“Yes, sebelum anak pertamanya lahir, dia sudah clean, saya baca di Hello!.”

 

Tak terasa kami tiba di University Union. Saat pintu terbuka, saya meloncat keluar dari van yang cukup tinggi dan jaket abu-abu tebal yang membungkus tubuh langsung berkibar-kibar diterpa angin malam.

 

Segera saya kancingkan secara keseluruhan. Scarf wool yang dipinjamkan Brian semakin saya rapatkan di leher. Setelah memarkirkan van, Brian menghampiri.

 

May I walk you home, Sarah? Please keep the scarf, nanti kamu kembalikan besok saja. Thank you for today,”  Brian berkata sambil menatap saya lekat dengan mata electric blue-nya yang malam itu lembut berkilat diterpa cahaya rembulan.

 

Cinta bukanlah ruang di dalam hati untuk membingkai wajahnya dalam lukisan angan bertahta rindu sesuai dengan keinginan dan sederet syarat yang ingin kita penuhi. Cinta itu mengerti, bukan minta dipahami.

 

Kisah cinta Jason Donovan dan Angela menjadi pengingat bahwa inilah kesempurnaan yang terdapat dalam ketidaksempurnaan cinta. #uhuyy terpoteque hati ini

 

“Love is not blind, it just only sees what matters.”

Unknown

October 26th, 2018

More story about my life as a globetrotter:

Behind The Brand

 

Bagikan ini: