“The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes, but in having new eyes.” Marcel Proust
Tidak lama kemudian bus mulai melambat mendekati persimpangan besar sebelum area Tokyo Big Sight.
Dari balik kaca, beberapa orang dengan lanyard dan tote bag berjalan cepat menyeberangi jalan sambil sesekali melihat arah gedung convention center di depan mereka.
Lampu pejalan kaki berubah hijau dan dalam hitungan detik trotoar langsung dipenuhi langkah yang bergerak hampir bersamaan.
Awalnya semua terlihat seperti keramaian biasa yang bergerak cepat tanpa jeda. Namun semakin lama saya memperhatikan, semakin saya mulai melihat hal hal kecil yang sebelumnya terasa samar.
Seorang wanita muda berjalan sambil memegang map transparant penuh kertas dengan ekspresi tegang di wajahnya. Tidak jauh di belakangnya, seorang pria sibuk mengusap matanya yang terlihat lelah.
Di sisi lain, seorang pria tua dengan jas navy berjalan jauh lebih pelan dibanding yang lain sambil membawa map coklat tipis dengan sudut yang sedikit terlipat.
Pagi itu, pemandangan di balik jendela terasa berbeda bukan karena keramaiannya tetapi karena kerumunan orang orang tersebut perlahan mulai terlihat sebagai manusia dengan ritme dan pikirannya masing masing.
“The morning felt different once the crowd no longer looked like a blur.”
Part 16.

