0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Don’t feel ashamed when giving little for someone because there is always goodness in giving no matter how little.”

Unknown

Tring tring

Mata masih setengah terpejam  hingga perlahan saya beranjak dari tempat tidur dan mencoba mencari mobile phone yang tak henti berdering.   Meraba dalam gelap keseluruh penjuru meja mencoba mencari diantara tumpukan kertas , buku dan segala macam pernak pernik peralatan kuliah.  Akhirnya berhasil menemukan handphone yang ternyata bertengger disamping lampu meja belajar.

“Sarah,are you still awake atau saya membangunkan kamu?” Suara bass Brian  dari ujung telephone namun setengah berbisik.

“Tidak apa, saya baru saja ingin tidur.” Mencoba menutupi keadaan sebenarnya agar Brian tak merasa bersalah.

Oh good, saya takut membangunkan tapi terpaksa menelpon karena sepertinya badge saya terikut ditas  kamu dan  saya butuh sebagai identity card untuk menjemput.”

“Mrs Addison baru saja memberi tahu bahwa ada beberapa student dari Italy sudah berjam jam menunggu di rail station. Pesawat mereka delay dari Manchester sehingga jadwal penjemputan mendadak.” Brian menerangkan panjang lebar dengan suara masih berbisik.

“Saya check sekarang.” Rasa kantuk langsung hilang  lalu segera membongkar tas di kegelapan malam dan tersadar kalau belum menyalakan lampu.

“Brian, yes, ada di dalam tas saya.”

Okay saya akan kesana untuk mengambil. See you in about 10 minutes,Sarah.”

Saya segera melompat untuk mencuci muka, mengganti baju dan menyambar jaket, topi serta scarf.  Melihat ke arah jam,  ternyata masih ada waktu dan berlari ke dapur mengisi earl grey tea pada termos yang satu dan Irish breakfast tea  di termos yang lainnya.

Terlihat hanya tinggal beberapa potong roti dan sepotong kecil Yorkshire blue cheese dan  Caerphilly.  Awalnya ragu untuk menyiapkan namun akhirnya membulatkan tekad untuk tetap memanggang  beberapa tangkup sandwich dan dipotong kecil- kecil agar terlihat lebih banyak.

Saat sedang memanggang, telephone berdering kembali. Pasti Brian , saya membuka oven dan  membungkus seluruh  sandwich tersebut dengan tergesa-gesa dan memasukkan ke kotak makanan kedap udara agar tetap hangat.  Segera berlari menuruni tangga dan membuka pintu. Brian kaget melihat saya sudah memakai pakaian lengkap.

“Saya tidak akan membiarkan kamu sendirian menjemput dan ini badge kamu.”

Sesampai di train station, saya segera turun dan mencari seluruh student dari Italia tersebut.  Suasana terlihat lengang dan setelah berkeliling menyusuri area , hampir semuanya nampak tertidur kelelahan dilantai yang dingin dan keras.

“Hiya, saya Sarah. Apakah kalian mahasiswa baru dari Leeds university yang tiba dari Manchester airport ?” Duduk menghampiri dan berkata perlahan agar tidak membangunkan yang lain.

“Iya, betul. Terima kasih sudah menjemput, kami mengira harus menunggu hingga pagi sebelum akhirnya bisa dijemput.”

It’s okay, sudah tugas kami.“

Sesampai di mobil, Brian turun  membantu memasukkan koper ke dalam van. Setelah itu mereka langsung melompat masuk kedalam mobil yang dipenuhi kehangatan heater dan empuknya kursi. Saya duduk disamping Brian dan saat van  berjalan perlahan, walau pun awalnya ragu, saya mulai membuka lunch box untuk membagikan mini sandwich yang  jumlahnya sepertinya tidak cukup untuk menyumpal dan menghangatkan perut mereka semua.

Saya membuka termos dan menyodorkan teh dan mereka bergantian meminum dari tutup termos.

”Maaf, sandwich-nya tidak cukup karena hanya tinggal beberapa lembar roti tadi di dapur.”

Oh gosh ,kami kehausan dan kelaparan, ini sangat berarti untuk kami. Semua restaurant dan toko tutup jadi kami tidak bisa membeli apa-apa.”

Sepotong kenangan tersebut membuat saya menyadari  that  I should never stop myself from giving just because I feel it might not be enough for someone. Actually what giving truly means is helping someone with a pure intention that comes from deep within the heart.  When I truly want to create a difference, even when I have little to give, it will be useful to that person in more than one way.  For me, little might mean nothing but that nothing might be so meaningful to them in that situation.

Giving is not just about offering someone  a lot of fancy food but a small amount of  humble foods are also a big help for them. Dear me, never feel that you don’t have anything to give. It doesn’t matter how much I give, it matters how purely I give.Remember, when given with a clear heart, even little becomes abundant.

 

Some gifts are big, others are small but the ones that come from the heart are the best gifts of all.”

Unknown

 

July 20th, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!