0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“If you always need someone to be happy and to feel complete, you are only one moment away from breaking down.”

Unknown

 

Langit kota Nadi tersapu dengan warna orange bercampur dengan gradasi warna biru segar. Terlihat dengan jelas kemilau warna biru yang sangat vibrant bak rangkaian bunga delphinium di cakrawala. Tak memerlukan filter apapun untuk  membuat pemandangannya seindah sore itu. Perfecto!

 

Indahnya biru di lautan Fiji yang terlihat segar dari balik jendela, tidak hanya karena pantulan dari langit, tapi terutama dipengaruhi oleh kadar garam. Semakin tinggi kadar garamnya, semakin jelas pancaran dan kerlipan warna birunya. Terkadang muncul gradasi warna kehijauan di antara birunya deburan ombak yang saling bergantian terhempas dan akhirnya pecah setelah menyentuh dan membasahi batu karang . Oh I love this kind nature color. I could look at for hours.

 

Setelah kelas selesai, saya dan Rosie keluar dari kelas. Selang beberapa menit, Jos datang menghampiri. Senyum menawan dengan boyish look tak pernah lepas darinya.

Rambut pelontos ala Vin Diesel serta kulit creamy khas Polynesian membalut sekujur tubuhnya dan dada bidangnya makin terlihat kokoh tertimpa cahaya orange keemasan mentari sore.

 

Bula, Tiny. Sore ini kita ke desa Navala.”

“Untuk apa ke sana? Lagi pula kenapa tiap hari kamu harus datang kesini?”

 

Oh gosh, apakah harus tiap hari mengingatkan kalau saya adalah tour guide kamu? Tema tour kita adalah rahasia bahagia cara Fiji dipandu oleh penduduk lokal yang ganteng.” Jos melepaskan senyuman manisnya yang mampu melumpuhkan ketegaran hati ini. #eaaaa.

 

Anyway, desa Navala adalah the most picturesque village di seluruh Fiji. Kamu melihat langit biru atau sunset orange keemasan saja bahagianya tak terkira, apalagi kalau saya ajak kamu melihat keindahan alam Fiji yang bak negeri dongeng.”

 

“Apakah jaraknya jauh dari sini, Jos?” Saya bertanya dengan wajah penasaran.

Don’t worry, saya membawa 4WD car hari ini karena jalannya agak jelek kalau cuaca kurang mendukung. Hari ini memang sangat cerah, tapi better safe than sorry, my Destiny.” Jos lalu membungkukkan badannya seraya membuka pintu untuk mempersilakan saya masuk ke dalam mobilnya.

 

“Sarah, once again, don’t worry. You are in a good hand. Saya tahu seluk-beluk dan medan menuju ke sana, lagi pula saya adalah pembalap setingkat Schumacher. Perjalanan yang seharusnya dua jam lebih akan kita tempuh sekitar satu jam saja. Don’t forget, buckle up before  I start driving.”

 

Perjalanan menuju ke sana memang sangatlah jaw dropping dan tak hentinya saya memuji segala pesona alamnya. Saya makin berdecak kagum saat kami tiba di desa tersebut.

 

Dari pinggir sungai Ba, terlihat barisan pegunungan hijau dan rain forest yang menyeruak nampak bagaikan hamparan batu emerald yang tersusun rapi. Di sela hamparan hijau tersebut terdapat rumah tradisional beratap jerami, ‘bures‘ yang berwarna kecoklatan. Di sanalah penduduk Navala bermukim.

 

Setelah menyusuri Ba River dengan gemercik air yang mengalir dengan penuh harmoni, kami mengayunkan langkah menghampiri seorang anak kecil yang terlihat sedang sibuk berlari sendirian. Ia terlihat menggenggam rumput ilalang di kedua tangannya dan tertawa bahagia menikmati kesendiriannya.

 

“Jos, anak kecil ini terlihat bahagia sekali yah walaupun hanya bermain dengan rumput ilalang. Ia juga tidak tampak kesepian..” Saya terpana melihat kebahagian  yang terpancar dari kedua bola matanya yang hitam dan senyum yang tersungging dari bibirnya yang mungil. Pipi yang merona merah makin mempertegas guratan kebahagiaan di wajahnya.

 

Sarah, seperti kebahagiaan anak kecil tersebut, we don’t need someone to make us happy, others just to enhance our happiness.”

Ah yes, kebahagiaan adalah living life from inside out yah, Jos.”

 

Bahagia itu sederhana, sesederhana kebahagiaan anak kecil  yang sedang bermain di rerumputan hijau. Kenapa bahagia adalah sesuatu yang sederhana? Karena layaknya anak kecil tersebut, ia mampu menciptakan kebahagaiaan untuk dirinya sendiri.

 

Apakah saya harus menunggu seseorang untuk membuat saya bahagia? Jawabannya tentu saja tidak. Jika saya ingin bahagia maka saya terlebih dahulu harus mengijinkan diri saya bahagia tanpa mengharapkan bantuan orang lain.

 

Kebahagiaan itu bukanlah mencari kesempurnaan dan menunggu dari orang lain, tapi menciptakan dan menyempurnakan apa yang saya miliki. Kebahagiaan itu berada di dalam hati.

 

 

 

 “Happiness is an inside job. Don’t assign anyone else that much power over your life”.

–Mandy Hale

July 17th, 2018

 

Related story about happiness in Fiji islands :

https://www.sarahbeekmans.co.id/child-happiness/ part 4

https://www.sarahbeekmans.co.id/time/ part 3

https://www.sarahbeekmans.co.id/live-every-moment/ part 2

https://www.sarahbeekmans.co.id/happiness-journey-not-destination/ part 1

 

navala village

Bagikan ini: