0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Everyone wants to hang out at the finish line without running the race”

Gary Vaynerchuk

 

Langit terlihat mendung adalah pemandangan yang lumrah di Manchester. Sepulang dari kampus, saya dan Arsyl berlari menuju apartemennya karena takut hujan akan turun sedangkan kami lupa membawa payung. Kami lalu  menikmati makanan khas Kazakhstan buatan Arsyl.

 

“Oh Arsyl, ini adalah makanan terenak setelah bakso dan ketoprak.” Mata saya terkatup karena sangat menikmati setiap potongan makanan tersebut.

 

“Sarah, Sarah, Sarah. Ketoprak lagi, ketoprak lagi. Bakso lagi, bakso lagi.” Arsyl tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

 

Okay Arsyl thank you for the lovely lunch, sekarang saya mau menuju ke Trafford Centre.”

 

“Lho bukannya kamu kerja part time hanya beberapa kali seminggu?”Arsyl terlihat bingung.

 

Saat itu saya tengah bekerja part time di information centre dari Commonwealth Games, yaitu ajang olahraga multinasional.

 

“Ini hanya kerja volunteer, siapa tahu saya bisa bertemu para idola saya dari jarak dekat. Bayangkan Arsyl, ini adalah semacam olympiade kecil karena ada 72 negara persemakmuran Inggris. Saya sebenarnya ingin bertemu dengan idola saya Jonah Lomu, tapi sepertinya dia tidak ikut.”

 

Saya lalu menuju Trafford Centre dan di sana terlihat Albern, salah satu teman kerja saya nampak kewalahan melayani pembeli dan dengan gesit saya ikut membantu.

 

Setelah pengunjung mulai sepi, Albern nampak kaget dan bingung. “Kenapa kamu ke sini?” Bintik-bintik di hidung dan pipinya mengingatkan saya akan tokoh karaktek novel Pippi Longstocking sewaktu saya kecil.

 

“Saya mau membantu kamu. Lagipula daripada melihat dinding kamar saya yang putih pucat lebih baik saya bawa buku dan belajar di sini dengan background muka kamu yang cute penuh bintik-bintik.” Saya menjawab sambil cengengesan.

 

“Yes, saya juga suka ditemani kamu karena kamu itu mirip fireworks, berisik dan tidak bisa diam.” Jawab Albern kegirangan.

 

Tiba-tiba sekelompok lelaki dengan perawakan tinggi besar dan tegap masuk ke dalam toko. Saya dan Albern lalu menganga tak mampu menahan rasa takjub karena bisa mengenali siapa mereka.

 

Oh my Gosh!” Kami setengah berteriak dan saling berpegangan tangan saling menguatkan karena sepertinya kami akan pingsan bersamaan saking kaget campur bahagia.

 

Walaupun tidak ada Jonah Lomu, tapi tim lainnya yang saat itu memenangkan gold medal mengalahkan Fiji di final semua dalam formasi lengkap tepat di hadapan kami. Bruce Reihana, salah satu yang memberikan andil kemenangan New Zealand yang pertama saya kenali.

 

Wow, kamu sangat hebat. Apa rahasianya kamu tetap selalu semangat, Sir?”

 

“Tidak usah memanggil saya Sir, bukankah Sir di sini adalah panggilan kehormatan? Just call me Bruce.”

 

Dalam hati saya berkata, saya panggil kamu si ganteng yang menawan saja yah, namun mulut saya terasa terkunci tak mampu mengeluarkan isi hati saya.

 

Oh well, it’s simple. Stop being romatic dengan hidup kamu, itulah rahasia untuk mempertahankan konsistensi dan fokus dalam jangka waktu yang lama. Banyak orang kehilangan fokus pada tujuan lama dan mencoba tujuan yang baru.” Bruce mulai menjawab pertanyaan saya sebelumnya dengan suara nge-bassnya yang sangat manly.

 

“Oh jadi itu bukanlah genetika?”

“Atau bakat?”

“Atau Keberuntungan?”

Saya dan Albern bergantian bertanya tanpa putus.

 

Oh well, pada titik tertentu itu akan tergantung pada siapa yang bisa menangani kebosanan pelatihan setiap hari dengan gerakan yang sama berulang kali, lagi dan lagi.”

 

Jawaban tersebut mengejutkan saya karena ini adalah cara berpikir yang berbeda tentang etika bekerja selama ini. Saya banyak mendengar orang akan berkata bahwa semuanya bermuara pada memiliki semangat yang cukup.

 

Akibatnya, banyak yang menjadi depresi ketika mereka kehilangan motivasi karena mereka berpikir bahwa orang-orang yang sukses memiliki gairah yang tak terbendung.

 

Tapi kalimat yang keluar dari bibir indah Bruce hari itu benar-benar kebalikan dari apa yang ada di benak saya selama ini.

 

Sebaliknya, Ia mengatakan bahwa orang-orang yang benar-benar sukses juga merasakan kebosanan dan kurangnya motivasi yang sama seperti yang dirasakan orang pada umumnya.

 

Tak ada ramuan ajaib yang membuat Bruce akan selalu siap dan terinspirasi setiap hari. Namun, perbedaannya adalah bahwa Bruce tidak membiarkan emosi mengatur tindakannya.

 

Saya belajar bahwa saya harus jatuh cinta pada proses di saat melakukannya atau dengan kata lain saya harus jatuh cinta dengan kebosanan, jatuh cinta dengan pengulangan. Biarkan hasilnya mengurus dirinya sendiri.

 

Pertemuan  yang hanya sekejap, tapi sangat memberikan makna dan perspektif  baru buat saya. Thank you, Bruce Reihana.

 

“You can’t get much done in life if you only work on the days when you feel good.”

Jerry West

 

May 10th, 2018

 

Bagikan ini: