0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Rasulullah saw. said: “Richness does not lie in the abundance of (worldly) goods, but richness is the richness of the soul (heart, self).”

 

Rasulullah saw. bersabda,

“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun, kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.”

 

Suara pilot dalam pesawat yang membawa kami sekeluarga dari Bali ke Jakarta membangunkan lamunan saya. Gugusan awan putih dengan cercahan indah cahaya mentari orange kekuningan tak mampu mengubah mood saya menjadi tenang.

 

Pekerjaan pengrajin di workshop saya di Bali yang tidak sesuai dengan order, juga kualitas yang jauh dari standar membuat saya rasanya ingin mengeluarkan semburan kemarahan, kekecewaan, kebingungan yang semuanya bercampur aduk jadi satu.

 

Saya tidak bisa seratus persen menyalahkan para pengrajin karena walaupun mereka adalah pekerja seni, tetap butuh pengawasan yang sangat ketat dari saya. Akhirnya dengan izin dari Chris, sebelum kembali ke Jakarta saya memutuskan bahwa kami harus secepatnya pindah ke Bali.

 

 

Tanpa pikir panjang sebelum kembali ke Jakarta,  saya mengambil keputusan untuk mengontrak rumah di daerah kedonganan bahkan tanpa melihat bentuk rumah tersebut dari dalam.

 

Ukuran rumahnya sangat kecil jika dibandingkan dengan rumah saya di Jakarta. Hanya ada sebidang tanah yang sangat kecil yang hanya cukup di tempati beberapa pot bunga dan tanpa halaman belakang. Lokasinya berada di gang kecil yang becek.

 

“Muka kamu kenapa tegang sekali seperti dunia akan runtuh?” Chris tersenyum melihat ekspresi muka saya yang penuh beban sambil ikut memandang keluar jendela pesawat.

 

“Saya memikirkan anak-anak dan kamu. Rumah yang akan kita tempati ukurannya sepertiga dari rumah kita di Jakarta, tanpa halaman dan letaknya di dalam gang kecil. Tetapi jika kita kontrak rumah yang lebih besar, biayanya akan jauh lebih tinggi. Apakah kamu dan anak-anak nanti tidak akan malu tinggal di rumah yang seperti itu?” Saya mulai menitikkan air mata karena telah ikut membawa mereka dalam suasana seperti ini demi mengejar impian saya .

 

“Sarah, tolak ukur rezeki buat saya adalah ketercukupannya, yaitu kebutuhan makan atau hal pokok lainnya. Jadi bukanlah rumah mewah yang menjadi tolak ukur. Kamu ingat waktu pertama kali saya datang ke Indonesia, saya sempat menitikkan air mata karena melihat anak kecil harus tinggal di dalam gerobak bersama orang tuanya? Kejadian itu membuat saya sangat bersyukur atas apa yang saya miliki.” Chris menggengam tangan saya erat lalu mengangkat dan mencium lembut tangan saya.

 

“Sarah, dengan selalu bersyukur, yakinlah kita akan selalu dikaruniai rasa kaya oleh Allah. Life is a series of thousands tiny miracles, yang harus kita lakukan adalah to notice them.” Chris melanjutkan dengan intonasi suara yang makin lembut.

 

“Bukankah seperti kata hadis yang telah kita pelajari bahwa iman kita sebagai manusia terbagi dua, yaitu separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. Hati yang sabar dan selalu penuh syukur will turns what we have into enough, darling.” Chris mengakhiri pembicaraan sambil mengecup kening dan tak henti-hentinya membelai rambut saya dengan penuh kasih sayang.

 

Wajah saya seketika lalu bersimbah air mata karena begitu mendalam kebahagiaan yang saya rasakan. Rasa bahagia tersebut sangatlah dalam sehingga tidak mampu saya wujudkan dalam teriakan kegembiraan yang histeris.

 

Di tengah derasnya mutiara bening yang terus mengalir tak terbendung dari pelupuk mata dan terus membasahi pipi, saya lalu menatap ke luar jendela dan berkontemplasi sejenak tentang hidup yang saya jalani. Makin saya resapi, ternyata Chris dalam diamnya selalu mengajarkan saya makna bersyukur melalui tindakan.

 

Dalam sekejap, segala beban dan sakit kepala seakan lenyap ditelan indahnya perasaan rasa syukur yang tak terhingga di saat saya mulai menghitung segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah, namun sebelumnya telah saya sepelekan.

 

On the authority of Abu Hurairah who said: the Messenger of Allah said:

Look at those who are beneath you and do not look at those who are above you, for it is more suitable that you should not consider as less the blessing of Allah.”

 

Bersumber dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perhatikanlah orang yang statusnya berada di bawah kalian, dan janganlah kalian memperhatikan orang yang statusnya berada di atas kalian. Dengan begitu maka kalian tidak akan menganggap kecil nikmat Allah yang kalian terima.”

 

April 25th, 2018

More story about my life as a globetrotter

Behind The Brand

 

gratitude is the parent of all others

Bagikan ini: