“Reassurance travels hand to hand, not word to word.”
Beberapa minggu kemudian, giliran gigi susu Chloe yang lain mulai goyang. Kali ini Sophie tidak ikut karena ada tugas art di sekolah yang harus ia selesaikan.
Di ruang tunggu yang sama, Chloe berdiri di samping saya. Tangannya menggenggam sebuah boneka kecil yang ia bawa dari rumah. Ia meletakkannya di pangkuan lalu membisikkan sesuatu dengan suara sangat pelan.
Katanya, kali ini ia yang akan menemani, sama seperti Sophie menemaninya dulu. Boneka itu perlu ditemani agar tidak takut saat giginya ikut dicabut.
Chloe menirukan nada yang pernah ia dengar, sederhana dan tenang. Ia berbisik. “It’s okay, baby. It will be over soon and after that I’ll make you some warm tea and cheesecake too, as a little bonus.”
Saya memperhatikan caranya menatap, tersenyum dan memegang boneka itu dengan ritme yang pelan. Gerakan yang dulu Sophie lakukan padanya kini berpindah tangan, berpindah peran, tanpa perlu diajarkan ulang.
Beberapa hal memang tidak harus selalu dijalani bersama orang yang sama. Kadang cukup diingat lalu diteruskan.
Oh well, keberanian bekerja dengan cara seperti itu. Ia tumbuh diam-diam, hingga suatu hari kita menyadari bahwa kita sudah mampu melangkah sendiri sambil tetap membawa kehangatan yang pernah singgah.
“The smallest acts of reassurance quietly teach us how to comfort others.”
Part 6.

