0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“True warmth comes when someone sits beside us not to break the silence but to be part of the calm we’ve come to know.”

 

Saya dan Sophie masih duduk dalam diam, ditemani cahaya pagi yang perlahan menyusup lewat kaca tinggi, menghangatkan lantai dan ujung sepatu kami. Lalu, tanpa saya duga, Sophie membuka kembali tas kecilnya dan mengeluarkan sebuah drawing book bersampul pink.

 

“Mama, I drew something this morning, before the pink pencil from Zus Chloe got lost,” bisiknya lirih. Saya menoleh dan memperhatikan wajah mungilnya. Di atas kertas itu tergambar taman kecil dengan pohon berdaun lebat, dan seorang anak duduk sendiri di bangku.

 

Di sudut gambar, matahari tampak ragu-ragu muncul, seolah belum siap menyapa dunia. “Kenapa dia duduk sendiri, sayang?” tanya saya pelan. Sophie mengangkat bahu kecilnya. “Maybe she still doesn’t know who will sit next to her.”

 

Saya mengangguk perlahan. “Atau mungkin… dia sedang menunggu dirinya sendiri untuk berani datang lebih dekat.” Sophie terdiam, lalu tersenyum. Ia melipat kertasnya dengan hati-hati dan memeluknya erat, seakan menyimpan perasaan yang baru saja tumbuh.

“Mama, does that mean we need to sit alone first, so we know how it feels to have someone with us?” Saya tersenyum dan membalas, “Iya, sayang. Saat kita duduk sendiri, hati diberi ruang untuk bernapas, berpikir perlahan, dan mengenal siapa kita sebenarnya.”

 

Saya menggenggam jemari kecilnya yang hangat, seolah menyampaikan bahwa ia mengerti tanpa perlu kata. “Duduk sendiri itu seperti kertas kosong yang bersih sebelum Sophie memberi warna pink, sebuah tempat penuh kemungkinan untuk memulai sesuatu yang indah.”

 

“Lalu saat akhirnya ada yang duduk di samping kita, seperti warna pink pertama yang menyentuh kelopak bunga di gambar Sophie. Warna itu membuat bunga terlihat lebih cerah, dan saat itulah kita sadar  betapa hangatnya ditemani, karena hati kita sudah lebih dulu tenang.”

 

“Quiet moments with ourselves help the heart grow still enough to feel how warm it is to be truly accompanied.”

Part 37.

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!