0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Contentment isn’t about having more, but about seeing what’s already there—with eyes that truly see.”

 

Langit pagi di Brunei berpendar keemasan saat saya duduk di sebuah kopi tiam di daerah Gadong. Di hadapan saya, roti kuning kahwin dengan olesan selai kaya  serta telur setengah matang menunggu untuk diaduk perlahan, sementara teh tarik yang masih mengepul menghangatkan genggaman.

 

Di sekitar, orang-orang tenggelam dalam kesibukan mereka sendiri. Namun, meski duduk di tengah keramaian, ada sesuatu yang menggelitik hati saya, sebuah rasa kosong yang sulit dijelaskan. Mungkin karena pikiran saya masih penuh dengan daftar pekerjaan yang belum selesai.

 

Tiba-tiba, perhatian saya tertuju pada seorang pria tua di sudut ruangan. Dengan tangan bergetar, ia perlahan merobek sepotong kecil rotinya lalu menyuapkan ke mulutnya dengan senyum tipis. Tak ada tergesa-gesa dan tak ada keresahan di wajahnya, hanya ketenangan yang terpancar dalam setiap gigitannya.

 

Sejenak, saya merasa kecil di hadapan moment sederhana itu. Bagaimana mungkin, di tengah kesederhanaannya, ia tampak begitu damai? Tatapan matanya penuh terima kasih, seolah ia sedang menikmati sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar roti dan tea yaitu rasa cukup dan rasa syukur.

Saat itu, saya tersadar. Terkadang kita selalu meminta yang terbaik dari Allah, namun kita lupa untuk  meminta hati yang penuh syukur. Padahal, hari-hari yang kita jalani ini adalah hadiah terbaik dari-Nya, hanya saja kita sering lupa mensyukurinya.

 

Saya melirik kembali tea tarik yang masih mengepul, roti kuning yang mulai mendingin serta mentari yang kini bergradasi jingga keemasan. Kehangatan, rezeki dan keindahan, semuanya sudah ada di sini. Saya hanya perlu belajar melihatnya dengan cara yang berbeda.

 

Oh well, kedamaian bukanlah sesuatu yang harus dicari jauh-jauh. Ia ada dalam setiap tegukan tea tarik hangat, setiap suapan sederhana, dan setiap cahaya mentari pagi yang membias di langit yang merona. Semuanya hanya menunggu untuk kita syukuri.

 

“We spend so much time chasing more, forgetting that what we have has been enough all along.”

Part 1.

 

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!