0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Patience isn’t just waiting. It’s trusting that everything finds its time.”

 

Di antara keheningan yang nyaman, Chloe akhirnya meletakkan sendoknya lalu menggeser piring ke samping. Tatapannya masih terarah ke luar, tapi kali ini ada sesuatu yang berbeda, seakan perlahan-lahan sesuatu mengendap dalam dirinya, seperti riak kecil di permukaan air yang tenang.

 

“Mama,” gumamnya akhirnya, suaranya lebih pelan dari sebelumnya. “Jadi… kalau sesuatu tidak berjalan sesuai rencana seperti tadi pagi, kita tidak perlu buru-buru mencari jalan lain?”

 

Saya tersenyum, menyesap tea yang mulai kehilangan hangatnya. “Kadang, kita hanya perlu berhenti sejenak dan membiarkan segalanya menemukan tempatnya sendiri. Tidak semua hal harus kita paksakan.”

 

Di luar, ranting-ranting masih bergoyang diterpa angin, tapi kali ini Chloe tidak hanya sekadar melihatnya. Ia mengamati dan perlahan memahami sesuatu yang tak terucapkan.

 

“Hmmm…” Chloe mengangguk pelan, matanya menerawang. “Jadi kalau nanti di venue tidak ada makanan yang kita cari…we just see what’s there?” Saya tertawa kecil. “Exactly, sayang. Life doesn’t always give us what we want, but it always gives us something.”

 

Mbak Patsy, yang sejak tadi menikmati coffeenya, menimpali dengan senyum lebar. “Yang pasti ada booth Thai tea, Chloe. Kemarin Tante lihat boothnya.” Chloe tersenyum dengan mata berbinar. Kali ini, ia kembali ke yogurtnya tanpa tergesa dan tanpa gelisah akan apa yang belum terjadi.

 

Di pagi yang masih berdenyut pelan, saya menyadari satu hal bahwa kesabaran bukan sekadar menunggu, tapi memberi ruang bagi sesuatu untuk menemukan jalannya sendiri. Seperti angin yang tahu kapan harus berlalu dan seperti ombak yang tak pernah ragu kembali ke pantai.

 

“Life’s rhythm isn’t about control, but about moving with its tide.”

Part 25.

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!