“Some moments matter without being anything special.”
Malam semakin larut. Udara dingin dari AC masih terasa di dalam kamar dan lampu kecil di dekat tempat tidur membuat suasananya terasa nyaman.
Saya baru beberapa langkah meninggalkan kamar ketika Sophie berbicara dari tempat tidurnya. “Mama?” “Iya?” “My blanket fell down.” Saya kembali ke tempat tidurnya.
Terlihat selimut pink yang tadi menutupi tubuhnya sudah jatuh ke lantai. Saya mengambil selimut itu lalu menariknya kembali sampai menutupi hingga ke dagu.
“Sudah, sayang ?” Sophie mengangguk kecil dan menarik selimutnya lebih dekat. “Ayo tidur sekarang.” “Okay. Thank you, Mama.” Saya menyentuh ujung selimutnya sebentar lalu berdiri.
Sophie sudah memejamkan matanya lagi dan napasnya mulai terdengar pelan. Chloe yang terbaring di tempat tidur sebelah sudah tertidur pulas.
Saya berdiri sebentar di antara kedua tempat tidur itu. Ruangan terasa lebih dingin dan suara AC terdengar pelan dan sesekali suara mobil lewat dari luar. Sophie berguling sedikit di bawah selimutnya lalu kembali diam.
Saya menoleh sebentar sembari tersenyum dan berjalan keluar kamar dengan perlahan. Lampu kecil dekat pintu saya matikan lalu pintu kamar ditutup rapat. Dari luar, suara AC masih terdengar samar.
“A moment does not have to be remarkable to be remembered.”
Part 18.

