“When I cannot be there, I leave my love in a prayer.”
Saya kembali menatap kamar mereka sebelum berjalan meninggalkan jendela. Kedua tempat tidur itu sudah tenang. Selimut Sophie masih sedikit berantakan dan kursi roda kecil pink-nya masih ada di dekat bantal.
Percakapan kecil tadi membuat saya berpikir tentang banyaknya cara untuk menunjukkan cinta. Ada yang memeluk, membuatkan makanan kesukaan atau sekadar bertanya, “Sudah bawa payung ?”
Tetapi semakin mereka dewasa, semakin tersadar kalau tidak bisa selalu melakukan semua itu.
Ada hari ketika saya tidak tahu apa yang sedang mereka pikirkan. Ada masalah yang harus mereka hadapi sendiri dan keputusan yang tidak bisa lagi saya bantu ambil.
Di antara semua cara untuk mencintai seseorang, saya merasa doa adalah salah satu yang paling indah. Tidak perlu mereka tahu. Tidak perlu mereka dengar.
Saya cukup berbisik menyebut nama mereka kepada Allah dan berharap mereka selalu diberi kekuatan, keselamatan dan kebahagiaan.
Mungkin mereka tidak akan pernah tahu seberapa sering saya melakukannya dan saya rasa tidak apa apa. Ada cinta yang memang cukup disimpan dalam doa.
“Prayer is the best gift of love you can give anyone you love.” Mother Teresa”
Part 16.

