“Falling in love and having a relationship are two different things.”
Mas Nunu a.k.a. Keanu Reeves
Rembulan membingkai cakrawala kota Leeds malam itu dalam perjalanan pulang dari airport Leeds Bradford. Setelah menurunkan para international student ke apartemen mereka masing-masing, Brian lalu lanjut menyetir van putih kembali ke student union.
Kami melewati salah satu pusat kota Leeds, yaitu The Headrow yang merupakan nama salah satu jalan yang cukup terkenal di kota ini. Suasana di malam hari tetap terlihat ramai dengan para pelajar yang menghabiskan malam di pub dan night club yang berada di sepanjang jalan.
The Headrow adalah salah satu spot favorit saya karena sangat pedestrian friendly. Di sebelah kanan dan kirinya terlihat bangunan City Hall yang megah, Library & Art Gallery, toko-toko, café, serta restaurant dengan nuansa arsitektur Eropa yang sangat kuat.
Nuansanya sangat romantis, bahkan orang yang hatinya beku pun akan lumer merasakan suasana romantis di sana dengan hanya mengamati gedung indah di sekitar yang diiluminasi oleh timpahan cahaya lampu berpadu dengan sinar rembulan yang terang benderang.
Suasananya sangat hidup. Jika siang hari, saya sering duduk sambil menikmati mi goreng dari dalam lunch box dan satu termos my fave teh rooibos dan duduk di taman yang tepat berada di depan Leeds Art Gallery.
Walaupun hanya menikmati mi instan rasanya akan terasa seperti lunch rasa michelin 3 star restaurant karena pemandangan sekitar. Betapa banyak ciptaan Tuhan yang bisa saya nikmati dan syukuri dari pemandangan itu.
Para mas bule yang berkantor di sekitar Infimary Street, daerah yang terkenal sebagai legal dan financial district di Leeds, keluar semua dan menikmati lunch di taman ini. Setiap menit panah asmara menghunus ke lapisan jantung paling luar , namun tentunya lapisan jantung paling dalam telah reserved jika suatu waktu true love datang menyapa.
Saya lalu berkata spontan, “Wah Brian , look, Wall Street versi Leeds yah jika di siang hari. Itu taman fave saya.”
“Sarah, kamu mau mampir sebentar ke taman itu? Jika iya, saya akan cari parkir di sekitar, suasananya memang terlihat sangat indah malam ini.”
“Yes, please, oh thank you. You are a star.” Saya berkata dengan nada sangat girang.
Sambil menapaki jalan setapak yang terbuat dari paving, saya berjalan mengitari Brian dan dengan girang saya berkata,
“Dari tadi saya berpikir, kamu itu mirip siapa. Saya sekarang ingat, kamu itu mirip Brian Walker.”
“Brian Walker? Siapa itu? Yang saya tahu Bryan Adams sang penyanyi atau Paul Walker yang actor.”
“Ah iya, Paul Walker. Saya ingatnya nama character-nya di film fast and furious sebagai Brian O’conner. Kamu itu sangat mirip tokoh itu, apalagi mata electric blue-nya. Oh well, kalian kembar tapi kamu Brian versi tidak terkenalnya.” Saya berkata sambil tertawa kecil dengan nada iseng.
Brian berkata dengan intonasi cool ciri khasnya, “I am lucky karena I am not famous. Kalau terkenal, tidak mungkin malam ini saya lagi ada di taman ini dan sedang mendengarkan celotehan dari keceriaan princess benjol.”
“Hey kamu juga benjol,” balas saya dengan menunjuk bengkak di dahi, namun sempat salah fokus saat menunjuk ke dahinya. Mata Brian yang biru mengganggu kosentrasi saat ingin melepaskan untaian kata-kata.
“Brian, kalau kamu sering tersenyum akan banyak yang jatuh cinta dengan senyuman kamu.”
“Sarah, jatuh cinta tidak hanya karena melihat dari senyuman semata, In fact, I think I start to falling in love with someone dan itu bukan hanya dari senyuman dia saja.”
“Wow, congratulations, I am happy for you. Cinta akan membuat kamu makin sering tersenyum, malah kamu akan sering senyum-senyum sendiri lho.”
“Oh well, I fell for her unexpectedly. For me, she is perfect. Perasaan ini muncul sejak tadi sore. Secepat itu. Sangat cepat.” Brian terhenyak sendiri dengan perkataannya.
“Brian, saya pun kalau hanya sekadar falling in love akan melebihi kecepatan cahaya saking cepatnya. Taman ini saksi bisu di mana saya sering falling in love, tapi stay in love itu yang perlu kesiapan hati dan perjuangan.”
“Thanks for a cute reminder. Anyway, besok saya akan menemani kamu ke Roudhay Park untuk hunting Sycamore tree. Saya akan jadi Paul Walker kamu versi bicycle.” Brian berkata kali ini dengan senyuman yang membuat hati lumer bolak-balik.
Pepatah dulu ah,
“Saya gemetaran, awalnya saya pikir lagi jatuh cinta, ternyata lagi lapar berat.”
Friday 13th ,July 2018
https://www.sarahbeekmans.co.id/value/ part 4
https://www.sarahbeekmans.co.id/nature/ part 3
https://www.sarahbeekmans.co.id/smile/ part 2
https://www.sarahbeekmans.co.id/volunteers/ part 1


