0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“When we met , we just blended. We met as strangers and remained good friends”

Bobby Harper

 

Indonesia Fashion Week yang diadakan di Jakarta hampir 1 dasawarsa  yang lampau adalah awal pertemuan saya dengan mbak Nina.  Di ruang kurasi, kami duduk hanya berjarak satu kursi dan yang awalnya hanya saling mengangguk dan berbalas senyum, akhirnya saling memperkenalkan diri.

 

“Sarah , saya tinggal di Bali” seraya melepaskan senyum. “Saya Nina tinggalnya di Jogja” mbak Nina membalas dengan senyum yang sangat manis.

Untung saat itu kami bertukar senyum hanya sekilas, jika terlalu lama, tentunya semut akan segera mengerubungi mbak Nina saking manisnya.

 

Saya menggenggam horn necklace yang saya taruh tepat didalam pangkuan dan mbak Nina memegang pakaian anak yang mengusung nilai budaya lokal .  Tanpa menyentuh dan hanya melihat dari jauh, right on the spot sudah terlihat kalau productnya sangat high quality dan pantas bersaing  di kancah international. So stunning.

 

Waktu kurasi detik demi detik sungguh menegangkan dan merasakan  nervous yang tak terkira  karena ini adalah langkah awal saya untuk masuk ke market Indonesia.

Waktu itu, walau pun kebetulan sudah  export ke beberapa negara, namun untuk membuat product saya tuan rumah di negara sendiri masih dalam angan.  Pembicaraan kami yang hanya berdurasi kurang dari 5 menit  terpaksa terpotong karena tiba giliran untuk mbak Nina maju ke meja kurasi sehingga kami saling bertukar kartu nama.

 

Tak disangka , beberapa bulan kemudian, kesempatan untuk bertemu kembali itu tiba. Kebetulan saya adalah salah satu company yang mendapatkan undangan untuk mengisi booth di Bangkok, Thailand.

 

Acara tersebut diprakarsai oleh pemerintah Thailand bekerjasama dengan DGNED Indonesia yaitu lembaga nirlaba yang khusus dibentuk untuk mengembangkan ekspor nasional yang bekerja dibawah Kementerian Perdagangan.

 

Saya menghubungi  mbak Nina via bbm kalau ia bisa join di booth saya  jika ingin mencoba test market untuk Thailand.  Ia langsung mengiyakan dan hanya dalam hitungan kurang satu hari dengan sangat sigap mencari info hotel, tempat makanan  halal , alat transportasi  hingga pesawat dengan harga terbaik lengkap dengan itinerary selama 12 hari. Wow.

 

Minggu berikutnya kami bertemu kembali di Jakarta untuk berangkat ke Thailand dan hanya dalam hitungan 1/8 detik , sudah saling bertukar cerita dengan penuh canda tawa. Sesampai di Bangkok, dengan sigap ia membuka lipatan kertas itinerary yang lebih lengkap dari wikipedia dan tidak akan bisa ditemukan di panduan turis terbitan mana pun.

 

Saya seakan traveling bersama “Wikipedia berjalan” tingkat international dengan segala informasi lengkap yang ia miliki dan ini kali pertama ia menjelajah Bangkok.Wow ( again ).

 

Selama pameran berlangsung mulai dari pagi hingga jam 10 malam , setiap detiknya berlalu dengan sangat memorable .  Tak sedikitpun kami merasa lelah dan tak henti kami meng-explore ratusan booth , mulai dari booth negara tetangga Asean hingga booth lokal.

 

Semua sangat menarik namun tentunya tak ada yang mengalahkan kekuatan  magnit dari area makanan sehingga kami  bergantian menjaga booth agar bisa menjelajah dengan bebas.

 

Hanya ada dua rasa disana, enak dan enaknya kebuaangetaaan. Kami sampai hafal diluar kepala dimana nasi ketan terpulen hingga pad thai  yang bisa terbawa ke alam mimpi saking enaknya.

 

Mie tersebut terbuat dari tepung beras dan digoreng serta ditaburi topping  tahu dan telur yang melimpah . Disaat dikunyah terasa  renyahnya bawang putih, ranumnya saus ikan, segarnya asam, serta aroma cabai, kacang kedelai, dan gula berpadu menjadi satu.

Penjelajahan  dilanjutkan dengan  pijatan para therapist tuna netra yang akan siap sedia memberikan thai massage.   Pegal dibadan hilang seketika dan ditutup dengan menikmati lezatnya es kelapa muda atau segarnya cha manao yang merupakan campuran teh dan susu dan diberi sentuhan perasan jeruk.

 

Yel yel ala kami saat itu adalah, “Siapakah kami ? pekerja keras. Apakah hobby kami ? Ngemil dan dipijat”. Dua belas hari bersama mbak Nina yang  sangat fun to be with mampu membuat setiap malam terasa berselimutkan indahnya bulan purnama.

 

Sinarnya saat itu sangat menawan terlihat seakan bertahtakan berlian dengan dikelilingi lembutnya cahaya dari mutiara mikimoto.  Mbak Nina, how did I get so lucky to meet you ?

 

Sometimes you meet a person and you just click. You’re comfortable with them and  you don’t have to pretend to be anyone or anything “

February 21st, 2022

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!