0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“You have to understand your own personal DNA. Don’t do things because I do them or Steve Jobs or Mark Cuban tried it. You need to know your personal brand and stay true to it.” – Gary Vaynerchuk

 

Beberapa tahun yang lalu, sempat ku jajaki kembali negara yang terkenal dengan hutan beton yaitu Hong Kong. Sesampainya di airport yang penuh dengan hiruk pikuk, saya langsung menuju halte bus terdekat yang akan membawa saya hingga ke Wanchai area.

 

Segala penat di badan akibat perjalanan yang melelahkan hilang seketika disaat saya menikmati moment sakral di cakrawala. Walaupun warna langit Hong Kong tidak seindah biru langit Bali tercinta, namun di balik warna keabuannya terlihat perpaduan warna unik disaat langit terpolarisasi oleh warna merah dan orange tanda mentari mulai muncul dari peraduannya.

 

Gedung Hong Kong Convetion and Exhibition Centre dari kejauhan nampak seperti burung yang sedang terbang dengan cantiknya dan mengepakkan sayapnya dengan gemulai. Disaat pandangan saya tertuju pada gedung yang menawan tersebut, tiba-tiba hati saya seakan mengeluarkan sayap juga dan siap mengepakkan tanda penuh suka cita.

 

Dari kejauhan tampak jendela gedung nan megah menghadap ke semenanjung Victoria Harbor yang dibangun berdasarkan kacamata Fengshui, yaitu ilmu dari kebudayaan China yang menghitung segala hal berdasarkan kaidah angin, api dan air. Oh, sungguh fantastis melihat design modern bertemu dengan budaya tradisional yang tetap dipegang teguh sampai saat ini.

 

Ketika saya melangkahkan kaki ke venue dengan menggeret koper yang berat karena penuh barang yang ingin di-display nanti, saya seraya mengucap doa dalam hati sebagai penyemangat diri, “Sarah, here you go again.

 

Lalu dengan gesit saya menata semua barang bawaan saya, tak lupa mengambil selotape dan menempelkan seluruh dinding booth saya dengan segala macam barang yang menurut saya akan menarik perhatian para buyer.

 

Di saat pameran berlangsung, semua produk yang saya tempel di dinding jatuh bergantian dan dengan sigap saya pasang kembali. Jatuh lagi, saya pasang lagi. Bunyi barang yang jatuh bagaikan hujan deras yang saling bersahut-sahutan.

 

Mbak Ayu, tetangga booth di sebelah saya berkata ke temannya, “Endah, ini sebelah kenapa yah, cetak cetek bunyi barangnya jatuh.”Mendengar hal tersebut, saya lalu memunculkan kepala saya ke balik dinding sambil tersenyum dan meminta maaf.

 

Kami lalu berkenalan, dan di saat break time Ia mengajak saya berjalan mengelilingi seluruh venue di pameran Hongkong Gift Show. Ia menunjukkan ke beberapa booth yang tertata dengan rapi. “Sarah, coba kamu lihat, mereka menyewa booth yang harganya sampai ribuan dollar tetapi isi satu booth hanya fokus di satu product saja. Yang ini cuma pita saja, sebelahnya cuma pulpen, dan di sudut sebelahnya lagi hanya peniti.”

 

“Iya yah, mereka fokus di satu product, tidak seperti booth saya sekarang sangat mirip jurusan oleh-oleh yang semuanya ada. Dengan display seperti ini, jewelry tanduk saya malah tertutup dengan segala macam tusuk konde, kayu, gelang manik-manik, kalung kerang dan lain sebagainya,” jawab saya dengan tawa dan seketika langsung tertunduk malu karena menyadari kesalahan fatal saya selama ini.

 

Mbak Ayu lalu berkata, “Sarah, strength kamu di jewelry yang bahan dasarnya tanduk, sama seperti Yovi, di bolak balik strength-nya akan tetap tas rotan. Fokus pada kekuatan kamu dan kembangkanlah.”

 

Saya lalu berkata, “Iya, tidak usah bercita-cita ingin menjadi sesuatu yang bukan strong kita sehingga kekuatan di depan mata tidak terlihat.”

 

Dengan fokus di satu product yang merupakan passion dan strong saya, saya mempunyai waktu untuk membuat product yang tidak asal jadi. Akan lebih banyak ide-ide luar biasa yang muncul dan bisa saya edukasi langsung karena setiap denyut nafas adalah memikirkan hal tersebut saja.

 

Kasih sayang adalah setiap hari sehingga tanpa menunggu besok, ingin kuucapkan beberapa baris  rangkaian kata saat ini,

 

Mbak Ayu tersayang, kamu salah satu mentor terbaik saya, thank you for your part in my journey. You  take my hand, open my mind and awakens my own expectations. #ehemm

 

Dearestthe best version of myself, maafkan daku yang sempat tak mempercayaimu. #eaaaaaa

 

Most of all, to my beloved parents,you give me  the best security blanket a child can have, “ to believe in me.”

 

“A penguin cannot become a giraffe, so just be the best penguin you can be.” – Gary Vaynerchuk

 

Sarah Beekmans, February 14th, 2018

 

hkcec hkcec hkcec

Bagikan ini: