Davina Veronica adalah seorang aktris dan juga model berkebangsaan Indonesia. Wanita bernama lengkap Davina Veronica Hariadi ini lahir di Jakarta, 20 Oktober 1978. Wanita berlesung pipi ini adalah anak sulung dari dua bersaudara yang lahir dari pasangan Guntur Hariadi dan Patricia Gontha.
Di mulai dari tahun 1994, Davina terpilih menjadi juara pertama dengan kategori “Wajah Sehat & Bersih” dari Trustee sebuah produk dari Ristra Cosmetics. Setelah memenangkan kejuaraan tersebut Davina mendapat kesempatan kesempatan untuk menjadi model sampul Majalah Rias di awal tahun 1995.
Dari menjadi model sampul majalah tersebut, Davina mulai banyak tawaran dalam peragaan busana dan juga tampil di banyak majalah sebagai model foto maupun model busana. Kepopuleran Davina ini, kini menjadikan Davina sebagai model papan atas di Indonesia.
Tidak hanya cantik namun Davina adalah seseorang yang peduli akan lingkungan. Sekarang Ia tidak hanya dikenal sebagai aktris dan model saja tetapi Ia juga seorang aktivis perlindungan hewan dan lingkungan.
Kepeduliannya terhadap lingkungan ini terlihat dalam gaya hidup hijau di kesehariannya meskipun dengan sesuatu hal kecil, misalnya tidak menggunakan kantong plastik.
Davina mengaku selalu membawa kantong berbahan kain yang Ia bawa sendiri dari rumah, sehingga nanti dapat digunakan berulang-ulang. Cara ini menjadikan Davina sebagai trendsetter di kalangan teman maupun kerabat terdekatnya, sebab banyak dari teman-temannya mengikuti hal positif tersebut.
Kepedulian ini sangat dijunjung tinggi olehnya, bahkan Ia rela tidak berbelanja jika tidak membawa kantong kain miliknya. Apabila barang yang ingin dibeli tidak terlalu besar biasanya langsung dimasukkan ke dalam tas miliknya.
Namun, jika keadaan mendesak dan memaksakan dirinya harus berbelanja pada saat tidak membawa kantong kain, Ia harus memastikan tempat tersebut apakah menjual kantong kain atau tidak untuk dipakai membawa belanjaannya nanti.
Dalam kehidupannya Ia juga menggunakan produk ramah lingkungan mulai dari produk yang Ia konsumsi, pakaian hingga produk kosmetik. Tidak hanya itu saja Davina juga sudah mengurangi penggunaan tisu dan beralih ke sapu tangan kain. Untuk limbah rumah tangga Ia juga selalu memilah antara sampah organik dengan sampah non organic agar bisa dimanfaatkannya kembali.
Di tahun 2008, Davina menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan di organisasi WWF (World Wide Fund for Nature). Pada tahun 2009, WWF memberikan gelar kehormatan sebagai Duta WWF Indonesia karena Davina sudah mendedikasikan dirinya dan berkomitmen tinggi terhadap kepedulian lingkungan.
Di organisasi WWF, Davina mengaku harus mengambil peran penting dalam pelestarian lingkungan, sebenarnya ini adalah tugas semua orang di dunia, hanya saja kalau bukan dari diri sendiri yang memulai harus dari siapa lagi.
Davina juga sering menyuarakan tentang pentingnya menjaga tanaman mangrove. Tidak hanya menyuarakan saja, Davina juga ikut serta dalam konservasi dan penanaman mangrove dan tanaman gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Menurutnya, mangrove adalah tanaman dengan ekosistem unik daerah pesisir yang sangat penting dan juga berfungsi sebagai penahan abrasi.
Program penanaman rutin yang Ia lakukan ini akan berdampak baik bagi lingkungan, alam, maupun warga di sekitar. Bahkan tanaman mangrove juga akan melindungi beberapa satwa seperti bekantan, kera, buaya dan hewan lainnya yang hidup di daerah perairan khususnya area tanaman mangrove.
Bersama WWF, Davina juga mengkampanyekan tentang kepeduliannya terhadap orang utan dan harimau. Bahkan Ia terjun langsung ke hutan-hutan di Indonesia untuk menjadi penjaga hutan sekaligus melakukan konservasi. Warga sekitar juga dibina untuk bekerjasama dalam upaya menjaga kelestarian orang utan dan harimau di Indonesia.
Di akhir tahun 2016, Davina bersama Organisasi WWF dan Galaries Lafayyete berkerjasama dalam gerakan peduli lingkungan hidup dengan tema “Together Possible for a Living Planet”, acara ini menyuarakan sekaligus mengajak pelaku industri fashion agar lebih aware bahwa bahan apapun yang digunakan dalam produknya, harus tahu dari mana asalnya dan apa efeknya bagi Bumi.
Masyarakat di Indonesia seharusnya jangan hanya berfikir yang hidup di bumi hanyalah kita sebagai manusia, padahal masih ada alam dan binatang. Kita semua hidup berdampingan dan jangalah merasa manusia yang paling tinggi derajatnya. Davina Veronika juga mengatakan, tanpa alam dan binatang, manusia tidak bisa survive. Manusianya juga harus mempunyai tindakan yang dimulai dari diri sendiri tanpa mengandalkan siapapun.


