0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Kenapa wanita sangat menyukai fashion aksesoris ? Penelitian psikologis dapat mendukung fakta ini. Pada umumnya wanita sangat tertarik pada hal-hal yang berkilau dan penuh warna. Itulah sebabnya, dalam banyak hal fashion aksesoris yang indah selalu dikaitkan dengan wanita.

Mengapa  wanita menyukai fashion aksesoris ? Ada beberapa alasan:

*Para wanita senang untuk tampil cantik.

Dalam satu hal, wanita disebut-sebut lebih bergaya dan lebih sadar saat tampil modis dan rapi dibandingkan laki-laki. Para wanita sangat memperhatikan penampilan mereka. Sejak jaman dahulu kala, wanita sudah ditetapkan untuk membuat diri mereka tampil lebih rapi.

Wanita harus selalu mengenakan barang-barang cantik terutama bila menyangkut pakaian, sepatu, fashion aksesoris atau perhiasan. Dan ini, bukan sekedar tentang memakai jenis fashion aksesoris. Banyak wanita pekerja yang memakai perhiasan sebagai tambahan pada fashionnya, itu dimaksud untuk menarik perhatian lawan jenis.

Ini bukan berarti, wanita yang menggunakan perhiasan menginginkan pujian. Tidak ada yang salah, dan hal ini sangatlah wajar, apabila wanita tampil dengan cantik, ditambah dengan perhiasan yang menghiasinya pada dirinya.

Fashion aksesoris bern

Fashion aksesoris punya ikatan batin dengan pemiliknya

*Para wanita menilai perhiasan tersebut mempunyai nilai sentimental

Perhiasan adalah cinta wanita. Fakta ini juga ada kaitannya,bahwa setiap perhiasan yang mereka miliki memiliki nilai sentimental, terlepas dari harga sebenarnya yang pantas untuk perhiasan tersebut. Mahal atau terjangkaunya sebuah harga perhiasan, yang utama adalah nilai kenangan dari perhiasan tersebut.

Mereka memegang keterikatan khusus, baik itu pada cincin, kalung dan gelang. Terutama jika hal tersebut merupakan momen penting dalam hidup mereka. Mereka menghargai simbol dan representasi yang datang dari hadiah tersebut. Selalu ada makna yang terkandung pada setiap perhiasan. Para wanita selalu mengumpulkan aksesoris terutama pada perhiasan, bahkan jika mereka hanya memakai sekali dan mereka sudah tahu mana yang akan mereka wariskan kepada anak perempuannya, atau saudara perempuan lainnya di waktu yang akan datang.

Karena ada sebuah ikatan batin, pria biasanya memberikan perhiasan kepada ibu, teman perempuan yang spesial, istri, anak perempuan, atau wanita penting lainnya, yang ada dalam kehidupan mereka. Lagi pula, ada kepuasan tersendiri dari si pemberi disaat memberikan perhiasan tersebut kepada wanita yang berharga di kehidupan mereka.

Fashion aksesoris aranka

Budaya mempercantik diri dengan fashion aksesoris

Wanita telah mendekorasi diri mereka dengan perhiasan selama berabad-abad. Alang-alang, bulu, gigi, kerang dan tulang binatang telah menghiasi tubuh nenek moyang kita, sampai pada bagian dari permata kerajaan dan aristokrat yang tersimpan di museum hari ini.

Mengapa kita perlu menghias diri kita sendiri? Seorang psikolog Amerika yang bernama Abraham Maslow hadir dengan “Hirarki Kebutuhan”, dengan konsep piramida yang memiliki faktor fisiologis diikuti oleh keselamatan, cinta, rasa percaya diri, harga diri dan aktualisasi diri, piramidnya memuncak ketika seseorang yang telah berusia 40 tahunan.

Jika kita melihat fashion aksesoris melalui lensa Abraham Maslow, maka fungsinya akan jatuh kepada kebutuhan kita yang lebih tinggi. Misalnya, untuk “cinta dan rasa sayang”, fashion aksesoris mungkin telah digunakan untuk menarik pasangan dengan cara menunjukkan kekayaan atau melalui rayuan dengan pemberian hadiah. Persamaan di zaman modern mungkin berupa cincin pertunangan atau bahkan kalung persahabatan ke teman terdekat kita.

Pada kategori “harga diri” mungkin mencerminkan pada kenyataan di masa lalu, semakin Anda kaya, semakin Anda dihiasi oleh ornamen-ornamen seperti lukisan yang banyak ditunjukkan oleh raja-raja. Perhiasan merupakan sarana ekspresi diri, entah itu berupa rantai halus atau choker. Semua hal-hal yang telah kita pilih untuk dipakai. Semua fashion aksesoris tersebut memiliki pesan tersendiri kepada mereka yang melihat dan juga bagi diri kita yang memakai.

Bagikan ini: