0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Ketika Direktur IMF (Dana Moneter Internasional ), yang bernama Christine adalah salah satu penggemar Accessories wanita terbaru yaitu syal. Faktanya, BBC baru-baru ini mengidentifikasi syal sebagai “simbol kekuatan baru” bagi wanita. Sama seperti pria pada saat memilih dasi untuk memadukan setelan monokromnya. Banyak wanita karir harus mengenakan pakaian bisnis konservatif sehingga dengan mengenakan syal akan menambah warna dalam penampilannya.

Tapi trend ini bukanlah sesuatu hal yang baru. Jika melihat sejarah syal pada abad ke-19 dan 20,sangat jelas bahwa daya tarik dan kekuatan syal sudah ada dan tetap bertahan hingga kini. Jilbab adalah bentuk perhiasan yang paling sederhana yang terbuat dari sehelai kain. Syal adalah adalah aksesoris pakaian paling serbaguna yang telah digunakan selama berabad-abad di berbagai budaya untuk berbagai macam tujuan.

Accessories wanita terbaru

Syal juga merupakan accessories wanita terbaru untuk muslim

Wanita Muslim pada umumnya mengenakan jilbab untuk menutupi kepala mereka, sementara wanita kalangan atas menyukai syal dengan lipatan segitiga untuk tampil mewah. Jilbab bisa menjadi pernyataan politik dan bisa menunjukkan afiliasi atau kepercayaan pada pemakainya. Pada awal abad ke-20, para pejuang hak wanita untuk menggunakan syal putih,hijau dan ungu untuk mempromosikan perjuangan mereka.

Selama Perang Dunia II, syal mengekspresikan sentimen nasionalis. Perusahaan Inggris Jacqmar memproduksi syal  dengan slogan bertema propaganda. Salah satunya adalah menampilkan ungkapan shoulder to shoulderpada peta Inggris yang dihiasi simbol Inggris dan Amerika. Desain lain bertuliskan “Save for Victory.”

Tetapi dalam budaya Barat, syal ini paling dikenal karena fungsinya sebagai accessories fashion.   Pertama kali mendapat popularitas luas pada abad ke-19. Fichu adalah gaya khas abad 18 dan 19 yang dapat dilihat sebagai cikal bakal selendang modern. Sepotong kain yang dikenakannya di dada bagian atas dan biasanya diikat di depan dan ditambahkan renda berhias atau disulam.

Sutra tenunan halus dari syal kasmir India adalah salah satu gaya syal fashionable yang pertama kali muncul. Permaisuri Joséphine istri pertama Napoleon, memiliki koleksi yang banyak. Gaya ini bertahan sampai abad ke-19, dan muncullah tiruan lebih murah yang dibuat pada bagian lain Eropa, terutama Prancis dan Paisley, Skotlandia. Syal dapat menandakan status seseorang bahkan ada syal edisi terbatas, khusus untuk kalangan atas tertentu saja.

Misalnya, rumah mode mengirimkan syal sebagai ucapan terima kasih kepada customer setia. Syal tersebut diproduksi oleh perancang Paris pada tahun 1950an. Sejak tahun 1950 sampai dengan 1970-an, pabrik makanan dan minuman Manhattan yang terkenal itu, memproduksi serangkaian selendang tahunan dan dikirim kepada para “pelanggan tetap” yang terfavorit. Aktris Lauren Bacall salah satu customer vip, mereka menyumbangkan 21 syalnya ke Museum di New York Fashion Institute of Technology.

Accessories wanita terbaru horn buckle

Desainer papan atas juga membuat accessories wanita terbaru

Label desainer terkenal, juga membuat syal yang mewah. Ferragamo, Fendi dan Gucci sekarang menghasilkan syal yang berkualitis tinggi. Tapi untuk prestise, Hermes mewakili pada puncak budaya syal. Didirikan pada tahun 1837 sebagai pemasok perlengkapan berkuda, Hermes mulai menawarkan syal, yang disebut carrés (persegi), pada tahun 1937.

Fokus pada eksklusivitas telah mendorong kesetiaan di antara para pelanggan .Dengan membatasi  jumlah desain yang mereka tawarkan setiap musimnya, telah mempertahankan status Hermes. Proses pembuatan handmade dan kehalusan sutra yang mereka punya, dapat memposisikan syal Hermes sebagai accessories wanita terbaru dan bisa dinobatkan sebagai kreasi seni yang tinggi.

 

Bagikan ini: