0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Christian Louboutin adalah salah satu perancang terkenal dengan sepatu Louboutin dengan sol merahnya. Siapakah dia? banyak yang tidak percaya bahwa kisah hidupnya cukup menyedihkan dan harus berusaha di umur yang sangat muda. Pada usia 12 tahun, Louboutin telah diusir tiga kali dari sekolahnya dan pindah dari rumah orang tuanya. Ibunya sangat memanjakan anak-anaknya, sehingga  memberi Louboutin kebebasan pada usia yang sangat muda.

Jadi bagaimana seorang anak yang cukup dimanjakan oleh orang tuanya bisa menjadi salah satu perancang sepatu paling mahal di dunia? Ini dimulai dari perjalanannya ke museum. Saat mengunjungi Museum Seni Afrika dan Lautan di Paris. Louboutin tertarik dengan sebuah tanda yang melarang wanita mengenakan stiletto agar tidak menggores lantai. Citra “sepatu terlarang” ini sudah melekat di sepanjang tahun, sehingga Ia terinspirasi untuk pembuatan koleksi pertamanya. “Saya ingin menentangnya”, kata Louboutin. “Saya ingin menciptakan sesuatu yang melanggar peraturan dan membuat wanita merasa percaya diri dan diberdayakan”.

Tidak lama kemudian Louboutin membuat sketsa desain sepatu Louboutin sendiri. Dia segera pergi bekerja di Folies Bergère, kabaret terkenal di Paris. Disini Louboutin mampu memenuhi mimpinya menciptakan sepatu Louboutin untuk para penari. Setelah bertugas di Mesir dan setahun di India, Louboutin kembali ke Paris dengan portofolio desain untuk sepatu Louboutin hak tinggi yang rumit. Pada awal 1980-an, akhirnya Ia bisa bekerja pada Charles Jourdan yang mengajari tentang seluk beluk berbisnis sepatu. Tidak lama setelah itu, Louboutin lalu magang di bengkel Roger Viver, perancang yang mengklaim telah menciptakan stiletto.

Sepatu Louboutin verylacy

Sepatu Louboutin dan perjuangan Louboutin untuk mencapai puncak sukses

Selama dekade ini, Louboutin juga bekerja ke Yves Saint Laurent, Chanel dan Maud Prizon. Setelah itu, Ia memutuskan untuk membuka salon sepatu sendiri pada tahun 1991. Inspirasi sepatu Louboutin tidak hanya terdapat pada perjalanannya menuju museum. Tetapi Ia mendapat inspirasi tambahan, pada saat mengajak asistennya ke museum yang pada saat itu sedang menggunakan cat kukunya dengan warna merah cerah. Louboutin melihat sekilas  dan memutuskan untuk mewarnai solnya dengan warna  merah untuk membuat sebuah pernyataan. “Ya Tuhan! Saya pikir sol berwarna merah itu begitu genit dan pelanggan saya meminta untuk tidak berhenti memproduksinya”, katanya pada waktu itu.

Pernyataannya tersebut menarik pelanggan pertamanya yaitu Putri Caroline dari Monaco. Pujian atas tokonya tersebut sangat meningkatkan lalu lintas pelanggan sepatu Louboutin dan para perancang terkenal seperti Diane von Furstenberg juga segera mengikutinya. Dari sana, artis musik mulai memakai stilettonya di video mereka. Pada tahun 2011, Louboutin menjadi merk sepatu online paling dicari di dunia.

Sepatu Louboutin red

Sepatu Louboutin dan sol merahnya yang menggoda

Jika Anda bertanya kepada wanita mana pun tentang pembelian sepatu pada perancang impian mereka, bisa dipastikan bahwa sepasang sepatu mewah Louboutin akan berada pada di semua imajinasi wanita pada daftar teratas meraka.

Dengan tumit stiletto yang setinggi langit dan warna merah iconic, sepatu Louboutin adalah pernyataan mode yang sangat memberikan statement dan langsung menarik perhatian.

Louboutin yang telah melukis sol sepatunya sejak 1992 mempunyai alasan mengapa Ia memilih merah sebagai warna utamanya, karena merah menyiratkan sensualitas dan berfungsi sebagai alat branding yang licik dan halus. “Saya memilih warna merah karena itu menarik, menggoda, mudah diingat dan warna penuh gairah”. Tetapi merah juga membawa konotasi kekayaan dan kekuatan, terutama dalam sejarah fashion dan alas kaki. Simbolisme potensinya dan sejarah memberi beberapa wawasan tentang mengapa tetap menjadi warna yang menarik dan menjadi ciri khas sepatu Louboutin sampai sekarang.

Bagikan ini: