Dries Van Noten adalah desainer Belgia yang lahir pada tanggal 12 Mei 1958 di Antwerpen, Belgia. Sebagai desainer dengan pemilik label yang terkenal karena kecintaannya terhadap faux fur atau bulu imitasi, desainer Belgia ini memanfaatkan suasana musim dingin untuk menciptakan desain yang paling indah.
Dari mantel kebesaran hingga jaket untuk koleksi musim dingin, Dries Van Noten tetap memperjuangkan bulu imitasi sebagai gaya khas dan terus terinspirasi oleh animal prints dan bahan yang beretika.Ia ingin menunjukkan bahwa animal prints adalah sesuatu yang elegan dibandingkan menggunakan bulu binatang asli.
Ia adalah pemilik merek fashion eponymous yang ia dirikan bersama CEO dan mitra bisnisnya yaitu Christine Mathys pada tahun 1986, dan ia juga merupakan salah satu desainer yang tergabung dalam kolektif desain ‘Antwerpen Six’ yang mengangkat profil Belgia sebagai pusat untuk pria dan wanita yang berpikiran maju. “Kami saling menstimulasi dan adanya persaingan di antara kami, tapi itu adalah kompetisi yang sangat konstruktif”, demikian penjelasannya tentang asal-usul dari desain eponymous tersebut.
Pada tahun 2005, The New York Times mendeskripsikannya sebagai salah satu perancang busana paling cerdik. Gayanya dikatakan “eksentrik”, walaupun sempat tidak disukai selama periode panjang mode minimalis di awal 1990-an, namun ia kembali menghentakkan dunia fashion di pertengahan 2000-an dan mengalami puncak karirnya setelah mendapatkan Penghargaan Internasional dari Dewan Perancang Mode Amerika pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, ia mendesain baju dari aktris Cate Blanchett untuk Academy Awards dan terus mendandaninya untuk acara karpet merah lainnya sejak saat itu. Pelanggan penting lainnya termasuk Queen Mathilde dari Belgia dan aktris Maggie Gyllenhaal.
Masa Kecil Dari Dries Van Noten
Van Noten dilahirkan dalam keluarga pembuat garmen dan pedagang. Ayahnya memiliki toko pakaian pria dan kakeknya adalah seorang penjahit. Dia lulus dari Akademi Antwerp pada tahun 1980 dan memulai karirnya pada tahun 1986, ketika dia mempresentasikan koleksi pakaian pria pertamanya di London sebagai bagian dari kelompok ‘Antwerpen Six’.
Pameran tersebut membuatnya mendapatkan pesanan dari Barney New York dan hingga kini tetap menjual barang dagangannya secara teratur dan menciptakan empat koleksi setahun baik untuk koleksi pria dan wanita untuk musim panas dan musim dingin.
Karyanya tidak menawarkan haute couture sehingga semua desainnya adalah desain siap pakai dan tersedia di ritel. “Saya sedikit naif tapi saya tidak suka ide menunjukkan hal-hal yang tidak Anda jual di toko”, kata Van Noten. Karyanya mempunyai ciri khas yang ditandai dengan penggunaan print, kain asli dan layering.
Van Noten bekerja dan tinggal di Antwerp, tetapi ia memiliki toko di banyak lokasi di seluruh dunia. Yang pertama, pembukaan di Antwerp pada tahun 1989, adalah “Het Modepaleis“. Butiknya di Hong Kong dan Tokyo juga menyusul. Pada awal 2007, sebuah toko dibuka di Paris, didekorasi dengan barang antik yang dikumpulkan oleh Van Noten dan rekannya Patrick Vangheluw diikuti sepuluh bulan kemudian oleh sebuah toko di Singapura. Mereknya terdapat di sekitar 400 toko mode di seluruh dunia dan memiliki penjualan tahunan yang cukup fantastis yaitu sekitar 30 juta euro.
Dries Van Noten dan Misi Keberlanjutannya
Pendapatnya mengenai fashion yang berkelanjutan, “Sebagian besar dari apa yang saat ini kami sebut sebagai mode berkelanjutan adalah kontradiksi dalam istilah. Ini mengacu pada bagaimana kain yang digunakan untuk pakaian baru telah diproduksi . Namun, saya yakin, kita perlu mempertimbangkan masalah ini dari perspektif yang lebih makro dan mendalam. Meskipun kapas mungkin tidak di bleach, kita perlu memeriksa bagaimana ia sampai ke pabrik atau kepada kita pemakainya. Seperti apa ‘jejak karbon’ pengirimannya, misalnya? ” Demikian pendapat Dries Van Noten tentang pentinya kita sebagai pembeli untuk mengetahui hingga jejak pembuatan barang fashion yang kita pakai.




