Ekoplaza adalah salah satu supermarket (pasar swalayan) terkenal di Belanda. Belum lama ini ada yang menarik dari toko serba ada ini yang membuatnya berbeda dengan pasar swalayan pada umumnya, yaitu lorong bebas plastik.
Sampah plastik yang mencemari lingkungan memang sangat mengusik perhatian warga dunia, tak terkecuali pihak pengelola salah satu toserba di Amsterdam ini. Mereka rupanya menanggapi pencemaran lingkungan oleh plastik dengan serius, sehingga lorong khusus bebas plastik pun disediakannya.
Memang tak dapat dipungkiri bahwa hampir setiap produk yang tersebar di dunia dikemas dalam plastik, sedangkan kita sendiri pun menyadari betapa bahayanya plastik bagi lingkungan. Oleh sebab itu, kampanye bebas plastik tak ada jenuhnya digembar-gemborkan oleh mereka yang peduli terhadap kesejahteraan lingkungan.
Ekoplaza Dijuluki Supermarket Ramah Lingkungan
Supermarket adalah tempat belanja umum yang menyediakan berbagai macam barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biasanya, barang-barang yang terdapat di sana menggunakan plastik sebagai bahan kemasannya. Benda pangan seperti buah, sayur, dan daging pun setelah ditimbang akan dibungkus dengan plastik.
Namun, lain halnya dengan Ekoplaza “Si Supermarket Ramah Lingkungan” yang mengemas semua barangnya menggunakan kertas. Inilah mengapa pasar swalayan di Belanda ini disebut-sebut sebagai supermarket yang ramah lingkungan. Itu tidak lain karena ia turut berkontribusi menyelamatkan planet dari pencemaran sampah plastik.
Supermarket ini merupakan yang pertama di dunia yang memiliki lorong bebas plastik. Pembuatan lorong tersebut bekerja sama dengan sebuah organisasi lingkungan di Inggris, yaitu A Plastic Planet. Mereka mengganti rak-rak barang dengan yang berbahan daur ulang dan produk-produk yang ditawarkan pun semuanya bebas plastik.
Bahan makanan seperti buah, sayur, beras, sereal, coklat, hingga daging di pasar swalayan ini bahkan dibungkus menggunakan kemasan khusus yang bebas plastik. Sepertinya agak sulit membayangkan bagaimana bahan makanan seperti itu dibungkus tanpa plastik, apalagi daging.
Namun, kemasan tersebut memang didesain secara khusus untuk dapat membungkus bahan makanan tanpa merusaknya. Kemasan ini juga bersifat ramah lingkungan karena dapat didaur ulang.
Meskipun menggunakan kemasan khusus, harga yang ditawarkan Ekoplaza tetap sama saja. Perlakuan spesial tersebut sama sekali tidak berpengaruh pada harga barang sehingga pengunjung tak perlu khawatir harus merogoh kocek lebih dalam saat berbelanja.
Tujuan Ekoplaza Membuat Lorong Bebas Plastik
Pasar swalayan ini tidak menganggap lorong bebas plastik hanya sekadar tren semata. Mereka membuat lorong tersebut sebagai upaya memerangi limbah plastik yang dihasilkan konsumen di Eropa setiap harinya. Dengan demikian, sampah plastik di bumi akan otomatis berkurang jumlahnya.
Beradasarkan data dari A Plastic Planet, total semua limbah plastik yang digunakan untuk mengemas barang berjumlah lebih dari 40%. Setengahnya digunakan untuk mengemas produk makanan dan minuman. Disediakannya lorong bebas plastik merupakan momen penting untuk memerangi polusi plastik di dunia.
Supermarket ini telah menjadi yang pertama di dunia memiliki lorong bebas plastik dan itu merupakan contoh yang baik untuk diikuti oleh pasar swalayan lainnya. Untuk memudahkan pengunjung mengetahui barang mana yang benar-benar bebas plastik, pihak supermarket akan melabelinya dengan tanda ‘Plastic Free Mark’.
Lorong bebas plastik dibuat untuk menguji bahan-bahan bio-material baru yang dapat dibuat kompos. Lorong ini juga ditujukan untuk menggunakan kembali bahan-bahan tradisional seperti kaca, logam, dan kardus. Ini adalah terobosan yang sangat inovatif untuk menguji bio-material kompos dengan cara yang lebih ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti kemasan plastik.
Banyaknya dukungan positif yang mengalir pada pembuatan lorong ini membuat pihak supermarket semakin bersemangat memperluas persebarannya. Ada 74 cabang supermarket yang tersebar di seluruh Belanda milik Ekoplaza dan mereka berharap dapat mendirikan lorong bebas plastik di semua cabang tersebut pada tahun 2018 ini.



