“The world is full of things that resemble what we seek but only a few truly belong to us.”
Beberapa saat kemudian, satu koper berwarna hitam muncul di ujung conveyor belt. Pria itu langsung bergerak dengan langkah cepat dan tangannya sigap menarik koper tersebut.
Namun sesaat setelah itu, gerakannya melambat. Ia berhenti, memegang handle dan membaca name tag yang melingkar lalu menatap lebih lama.
Di sekelilingnya, koper-koper lain terus bermunculan. Banyak yang serupa dari warna yang sama hingga bentuk yang hampir tidak berbeda. Sekilas semuanya tampak seperti milik siapa saja.
Ia masih berdiri di sana dan tangannya belum sepenuhnya lepas. Ada jeda kecil sebelum akhirnya ia mendorong koper itu kembali ke conveyor belt yang terus berputar, pelan namun pasti.
Saya memperhatikan dari jauh bagaimana sesuatu bisa terasa begitu dekat hanya karena terlihat familiar dan bagaimana kita bisa hampir percaya hanya karena bentuknya sesuai dengan yang kita bayangkan.
Di tempat seperti ini, di antara arus koper dan orang yang datang dan pergi, semuanya terus bergerak dan tidak semua yang terasa cocok benar-benar bisa dimiliki.
Ada yang hanya lewat, cukup lama untuk kita sadari lalu kembali berjalan tanpa pernah menjadi milik kita.
“What we think we recognize is often shaped more by expectation than by reality.”
Part 20.

