0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Film Ferdinand adalah film animasi bergenre komedi-drama produksi Blue Sky Studios, Davis Entertainment, dan 20th Century Fox Animation. Diangkat dari sebuah buku anak-anak berjudul The Story of Ferdinand karya Munro Leaf dan Robert Lawson, film Ferdinand memberi pesan anti kekerasan pada hewan.

 

Film ini disutradarai oleh Carlos Saldanha, seorang sutradara asal Brazil yang biasa membuat dan memproduseri film animasi di Blue Sky Studios. Film yang mengisahkan tentang seekor banteng ini ditulis oleh Ron Burch, David Kidd, dan Don Rhymer.

 

Dalam film ini, karakter banteng bernama Ferdinand diceritakan sebagai sosok banteng yang baik hati dan lemah lembut sejak Ia masih menjadi anak banteng kecil. Oleh karena kelembutan hatinya, Ia menolak untuk ikut berpartisipasi dalam kontes adu banteng yang sudah menjadi tradisi dan budaya Spanyol, tempat asal Ferdinand.

 

Negara Spanyol memang terkenal dengan festival adu bantengnya. Negara yang memiliki julukan sebagai “Negeri Matador” ini telah menjadikan festival adu banteng sebagai tradisi dan budaya yang diselenggarakan setiap tahun. Banyak banteng yang menjadi korban setiap tradisi tersebut dilakukan, baik yang luka-luka hingga kematian pun dialami banteng-banteng yang beradu.

 

Karena alasan itulah, film ini mencoba untuk mengubah pemikiran penontonnya bahwa tradisi adu banteng hanya dilakukan untuk mencari kesenangan semata tanpa memikirkan nasib banteng yang terlibat. Melalui sifat Ferdinand yang lemah lembut dan tidak suka kekerasan, pesan anti kekerasan terhadap hewan lah yang ingin disampaikan dalam film garapan Carlos Saldanha ini.

 

Alih-alih beradu di arena kontes, banteng lemah lembut ini lebih suka menghirup aroma bunga. Ia lebih memilih menghindar jika diminta untuk bertarung. Sayangnya, pemilik pertama banteng ini memeliharanya untuk dijadikan banteng petarung dalam kontes adu banteng dengan matador, yaitu orang yang bertarung dengan banteng dan kemudian membunuhnya. Ferdinand pun memutuskan untuk kabur dan akhirnya bertemu dengan pemilik baru yang lebih baik hati bernama Nina.

 

Film ini sukses meraih banyak penghargaan. Pesan moral yang terkandung di dalam film ini sangat menyentuh hati banyak orang. Kritik terhadap budaya Spanyol yang sering mengadakan kontes adu banteng pun turut disampaikan. Bahwasanya hewan juga merupakan makhluk yang memiliki hak untuk hidup, sejalan dengan pemikiran PETA (organisasi yang memusatkan perhatian pada hak-hak hewan), sehingga film ini disambut baik oleh organisasi tersebut.

 

Dalam situs web resminya, PETA turut mempromosikan film animasi tersebut. Menurut mereka, film tersebut layak ditonton oleh semua orang karena dapat memberi kesadaran tentang kebebesan hewan.

 

Film dengan kisah yang sama juga pernah diproduksi sebelumnya, yakni pada tahun 1938. Pada tahun tersebut Walt Disney Studios membuat film animasi pendek berjudul Ferdinand the Bull. Film itu pun meraih kesuksesan besar, terbukti dengan diraihnya piala Oscar yang dibawa pulang Disney.

 

Meski mengangkat kisah yang sama, tetapi dua film yang berbeda itu mengemas cerita tersebut secara berbeda. Dalam film versi terbarunya yang dirilis tahun 2017 lalu, terdapat tokoh baru, namun pesan dan ceritanya masih sama dengan yang disampaikan dalam buku aslinya.

 

Dari film ini kita bisa memahami bahwa hewan pun memiliki kebebasab untuk hidup dan kekerasan terhadap hewan merupakan salah satu bentuk pelanggaran. Meski film ini mendapat banyak pro dan kontra karena menyinggung budaya Spanyol, namun secara keseluruhan pesan moral yang disampaikan dalam film Ferdinand ini sangat baik dan mendidik.

 

film ferdinand film ferdinand film ferdinand film ferdinand film ferdinand film ferdinand

Bagikan ini: