0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Agrihoods merupakan akronim dari “agricultural neighborhoods”, yang kini tengah menjadi tren di kalangan milenial Amerika Serikat. Makna dari istilah “agrihoods” mengacu pada pertaniaan di tengah padatnya kota. Kawasan tersebut pertama kali diuji coba di Amerika dilakukan di Detroit, Michigan.

 

Kawasan ini bertujuan untuk mengintegrasi pertanian menjadi lingkungan perumahan. Urband Land Institute, organisasi non-profit yang mengelola lahan secara bertanggung jawab mendefinisikan kawasan tersebut sebagai komunitas perumahan terencana dengan fokus utamanya adalah pertanian. Kawasan ini juga memiliki banyak lahan hijau, lumbung, dan lahan sumber makanan.

 

Beberapa bangunan di kawasan ramah lingkungan ini memamerkan rumah-rumah kaca dan barisan pepohonan buah-buahan. Rumah-rumah yang tersedia dibangun dengan standar lingkungan yang tinggi, termasuk pemasangan panel surya dan pengomposan sampah.

 

Tujuan didesainnya agrihoods adalah untuk menarik keluarga kalangan muda yang mencintai makanan sehat dan senang menghabiskan waktu mereka di luar rumah, tapi masih dalam lingkup yang sama. Konsep pembangunannya didasari oleh integrasi pertanian dan perkebunan menjadi lingkungan tempat tinggal, sehingga penduduknya akan mendapat fasilitas produksi makanan sekaligus menyediakan tempat rekreasi bagi mereka.

 

Integrasi pertanian yang dimaksud adalah dengan membiarkan masyarakat untuk menyuplai bahan makanan mereka sendiri. Sebagian besar produksi makanan dari lingkungan hijau ini sangat dipengaruhi oleh pertanian organik dan berkelanjutan. Jadi, makanan yang mereka peroleh adalah makanan-makanan yang sehat.

 

Minat masyarakat terhadap lingkungan perumahan hijau ini ternyata cukup besar. Faktanya, berdasarkan data yang diperoleh oleh Urban Land Institute (ULI) bahwa bahkan 150 agrihoods dapat tersebar dalam satu negara. Letaknya pun hanya beberapa menit dari kota-kota ramai, seperti Atlanta, Phoenix, dan Fort Collins, Colorado.

 

Kemungkinan yang diperkirakan atas besarnya peminat kawasan hijau ini adalah karena mereka tidak harus berdagang di kota untuk dapat menjalani kehidupan yang berkelanjutan. Hal itulah yang diduga sangat mempengaruhi generasi milenial, yaitu generasi yang mewakili segmen terbesar pembeli rumah Amerika saat ini.

 

Menurut Paul Habibi, seorang professor real estate di Anderson School of Management UCLA mengatakan bahwa lingkungan tempat tinggal berbasis integrasi pertanian ini merepresentasikan pertemuan antara keuntungan ekonomi, lingkungan yang baik, dan keuntungan sosial. Inilah yang kemudian menjadi tawaran yang sangat menarik bagi generasi milenial.

 

Jika di tahun-tahun sebelumnya, kurang lebih 25 tahun lalu orang-orang lebih senang tinggal di dekat lapangan golf atas dasar simbol status sosial. Hal itu dikarenakan semua orang mengetahui bahwa harga perumahan di kawasan tersebut pasti mahal sebab memiliki lahan hijau dan pemandangan yang indah.

 

Namun, generasi milenial tidak tertarik akan lingkungan yang semcam itu. Dewasa ini, orang-orang kalangan muda lebih senang dengan hidangan sehat di atas meja dan bait puitis tentang “hidup bersih”. Memenuhi keinginan tersebut, agrihoods lah yang kemudian menjadi solusinya.

 

Adanya lingkungan hijau baru tersebut juga memberi jaminan pada penduduknya untuk terhindar dari bencana kekurangan gizi dan rawan pangan karena pihak pengelola telah menyediakan lahan tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.

 

Dapat dikatakan bahwa perumahan hijau ini sangat membantu mewujudkan impian masyarakat untuk tetap dapat hidup sehat meski berada di tengah padatnya perkotaan. Hidup sehat memang sebuah pilihan, tetapi alangkah lebih baiknya jika banyak orang yang menyadari pentingnya menjalani hidup sehat sehingga kita tidak perlu terlalu khawatir akan kondisi kita di masa tua nanti. Ada banyak cara untuk menjalani hidup sehat, salah satunya bisa dengan tinggal di agrihoods.

 

agrihoods agrihoods agrihoods agrihoods

Bagikan ini:
error: Content is protected !!