Hutan Bambu Sagano terletak di daerah Arashiyama, bagian barat kota Kyoto, Jepang. Hutan ini merupakan destinasi wisata utama penarik wisatawan dalam satu dekade terakhir. Kini kepopuleran hutan ini semakin meluas dalam beberapa tahun ini. Hutan ini bahkan dinobatkan sebagai salah satu hutan terbaik di dunia.
Kyoto, kota tempat Hutan Sagano berada pada zaman dahulu kala dikenal sebagai ibu kota kekaisaran Jepang. Predikat tersebut telah disandang Kyoto selama lebih dari 1.000 tahun lamanya sebelum akhirnya dipindahkan ke Tokyo pada tahun 1868. Kyoto juga dikenal sebagai kawasan kota tua bersejarah yang menyimpan sejumlah peninggalan zaman kuno berupa candi Buddha, kuil, istana, dan hutan bambu.
Hutan Sagano merupakan salah satu dari peninggalan zaman kuno tersebut. Hutan bambu ini banyak diminati wisatawan karena keindahannya. Hutan ini disebut-sebut sebagai kawasan yang wajib dikunjungi sebelum meninggal dan menjadi salah satu hutan terindah di dunia. Bambu-bambu hijau yang menjulang tinggi akan memanjakan mata para pengunjung. Suara gerisik yang dihasilkan pepohonan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi hutan ini.
Hutan bambu seluas 16 kilometer persegi ini dipilih oleh pemerintah Jepang untuk masuk dalam daftar kawasan audio terbaik di Jepang yang perlu dilestarikan. Beberapa tahun lalu Hutan Bambu Sagano dimasukkan oleh Kementerian Lingkungan Jepang dalam daftar “100 Soundscape of Japan”, yaitu pemilihan suara sehari-hari yang bertujuan untuk mendorong penduduk agar berhenti sejenak menikmati suara musik alam yang terlantun secara alami. Di hutan bambu Arashiyama, suara derit bambu terdengar tatkala angin berhembus melewati rerimbunan pohon yang saling bertabrakan tertiup angin, bergerak memutar, kemudian menciptakan gerisik dedaunan yang merdu dan mendamaikan. Hutan ini sangat unik dan sangat bernuansa alam.
Waktu terbaik untuk menikmati keindahan Hutan Bambu Sagano adalah pada pagi hari atau larut malam saat hutan dalam keadaan tidak ramai. Hindari kunjungan pada akhir pekan saat turis-turis Jepang turun ke hutan. Pada musim semi dan musim gugur juga sebaiknya dihindari karena saat itu Arashiyama biasanya dipenuhi wisatawan. Tidak ada pungutan biaya tiket masuk untuk berwisata ke hutan ini, tempat tersebut terbuka untuk umum selama 24 jam setiap hari.
Di sekitar kawasan hutan bambu ini juga banyak terdapat tempat wisata lain. Tepat di samping pintu masuknya, terdapat gerbang utara Tenryu-ji Temple, yaitu Situs Warisan Dunia yang dilindungi UNESCO. Ada pula salah satu dari Kyoto-gozan atau lima kuil utama di Kyoto. Di Jepang, hutan bambu, kuil Shinto dan kuil Buddha biasanya letaknya berdekatan karena dianggap sebagai sarana penangkal aura jahat, sedangkan bambu dipandang sebagai simbol kekuatan.
Hutan Bambu Sagano dapat langsung diakses dari jalan utama Arashiyama, tidak jauh dari arah utara pintu masuk Tenryu-ji Temple. Hanya ada satu jalan yang menyusuri hutan yang akhirnya akan membawa pengunjung secara perlahan menuju ke atas bukit. Sesampainya di atas bukit yang merupakan salah satu ujung hutan, wisatawan dapat menemukan Vila Okochi-Sanso. Vila tersebut adalah bekas rumah bintang film bisu Denjiro Okochi yang dibangun di atas area 20.000 meter persegi pada tahun 1930 dan baru selesai pembangunannya sepuluh tahun kemudian.
Okochi membangun vilanya dengan rumah utama bergaya tradisional Jepang. Di dalam kawasan vila tersebut dibangun pula pendopo untuk minum teh, ruang belajar, Jibutsudo (kuil Buddha peninggalan era Meiji), museum yang menyoroti kehidupan Denjiro, serta kompleks kebun yang sangat besar. Kebun-kebun tersebut ditanami pepohonan dan tumbuh-tumbuhan yang menggambarkan empat musim.
Daerah Arashiyama memang telah menjadi kawasan berlibur masyarakat kelas atas di Jepang sejak abad ke-8. Oleh karenanya banyak tempat wisata menarik yang dapat dijumpai di sana, termasuk Hutan Bambu Sagano. Di sekeliling hutan bambu itu masih sangat asri dan kental dengan alam. Sangat disayangkan jika tempat sebagus itu harus ternodai oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Wajar saja jika pemerintah Jepang memasukkan tempat tersebut sebagai salah satu kawasan yang perlu dilindungi. Keunikan dan keindahannya memang patut untuk dilestarikan. Untuk itu, berwisata secara ramah lingkungan hendaknya diterapkan oleh setiap orang yang berkunjung ke Hutan Bambu Sagano ini.


