0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Joan Wells-Thorpe atau lebih dikenal dengan nama Joan Root adalah wanita kelahiran Nairobi, Kenya , 18 Januari 1936. Ia adalah seorang aktivis pelestarian lingkungan, aktivis ekologi dan nominator dari  piala Oscar. Bersama suaminya yang merupakan sutradara dan pembuat film, Alan Root, ia membuat serangkaian film satwa liar yang sangat  terkenal.

 

Joan Root adalah putri dari Edmund Thorpe, seorang bankir Inggris yang berimigrasi ke Kenya untuk memulai hidup baru dan menjadi penanam kopi yang cukup sukses. Pasangan ini pada akhirnya bercerai pada tahun 1981 dan Alan Root menetap di Nairobi setelah perceraian tersebut telah selesai.

 

Karir dari Joan Root

Puluhan tahun sebelum film-film margasatwa seperti March of the Penguins, Joan dan Alan Root memelopori migrasi hewan tanpa ada campur tangan  dari aktor manusia.

 

Film-film tersebut dimainkan oleh aktor-aktor terkenal seperti Orson Welles, David Niven, James Mason dan Ian Holm. Film dokumenter Survival 1979 mereka, “Mysterious Castles of Clay”, dinominasikan untuk Academy Award untuk Film Dokumenter Terbaik.

 

Pasangan the Roots memperkenalkan Dian Fossey kepada gorila yang pada akhirnya mati karena Ia ingin menyelamatkannya. The roots juga membawa Jacqueline Kennedy Onassis ke Kenya untuk ikut ke dalam balon udara mereka, dan menyusuri sebagian besar Afrika di mesin tunggal yang terkenal yaitu Cessna, juga mobil amfibi, dan balon mereka dilengkapi dengan rakit untuk pendaratan di air.

 

Setelah perceraian Joan dengan suaminya, ia menerima peternakan Danau Naivasha, bersama dengan pesawat dan berbagi hasil dari keuntungan  dari film-film yang mereka buat bersama.

 

Setelah perceraiannya, Joan Root menjadi semakin terlibat dalam proyek-proyek konservasi di sekitar Danau Naivasha, termasuk mendukung ilmuwan dan sukarelawan dari Earthwatch Institute yang memantau kondisi lingkungan.

 

Ia juga memimpin dan mendanai “Satuan Tugas” anti-perburuan di daerah tersebut. Satuan Tugas menerapkan pembatasan penangkapan ikan secara ketat di sekitar Danau Naivasha. Selain itu juga menangkap nelayan dan menyita dan membakar jaring, dalam upaya untuk menghentikan penangkapan ikan secara berlebihan dan khususnya ikan yang berukuran kecil. Namun hal ini cukup kontroversial bagi penduduk setempat karena menurut mereka Danau Naivasha adalah sumber makanan yang diperlukan oleh mereka.

 

Kisah di Tahun Terakhir dari Joan Roots

Pada tahun-tahun terakhir hidup dari Joan Roots, ia mengalami pelecehan dan ancaman. Pada suatu kesempatan, seseorang melemparkan batu bata melalui jendela ruang tamunya lalu mencuri ponselnya, tetapi pencuri tersebut tidak sempat di tangkap karena keluar melalui pintu belakang.

 

Tahun sebelumnya, mobilnya di bajak dan ia menerima pesan melalui teks yang mengancam lewat telepon genggamnya, tetapi ia menolak untuk pergi dari rumahnya.

 

Setelah perampokan yang terjadi pada September 2005, empat bulan sebelum pembunuhannya, Root memasang pintu baja di setiap sisi kamarnya dan juga sudah memiliki jeruji di setiap jendela. Namun, ia tidak akan pergi – bahkan ketika seorang informan diduga membocorkan berita bahwa sebuah geng akan melakukan pembunuhan kepada dirinya.

 

Pada 13 Januari 2006, lima hari sebelum ulang tahun ke 70, Joan Root dibunuh di rumahnya di Danau Naivasha oleh empat orang pria yang datang ke rumahnya membawa AK-47.

 

Ada banyak tersangka seperti mantan karyawan yang tidak puas, kelompok kriminal, penjahat kejahatan yang terorganisir, pemburu, mereka yang kepentingan ekonominya terancam oleh aktivisme bahkan anggota Gugus Tugas.

 

Keempat orang yang ditangkap dan didakwa dengan pembunuhannya mengaku tidak bersalah dan dibebaskan pada Agustus 2007. Beberapa yang terlibat dalam kasus ini percaya bahwa itu adalah pembunuhan terencana, tetapi pertanyaan tentang siapa yang membayarnya tetap tidak terjawab.

 

Sebelum meninggal  pada tanggal 13 January 2006,  Joan Root telah menuliskan wasiat terakhirnya. Dalam wasiat tersebut ia menyatakan bahwa tanahnya akan diubah menjadi cagar alam dimana semua orang bisa bebas masuk tanpa adanya pungutan biaya.

 

Perjuangan Joan Root yang tanpa henti terhadap perlindungan lingkungan tetap membekas di hati bahkan kisah inspiratif mengenai Joan Root akan di tuangkan dalam dalam film yang akan di bintangi oleh Julia Robert.

 

 

joan root joan root joan root joan root

Bagikan ini: