0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

North Island di Seychelles adalah pulau granit kecil . Tempat ini bagaikan surga yang subur, wilayah yang sempurna untuk program konservasi dan rehabilitasi pulau Noah’s Ark. Pulau ini disebut-sebut sebagai pulau pribadi nomor satu sebagai tempat mewah ramah lingkungan terbaik di dunia.

 

Pulau ini berada di antara 42 pulau-pulau di Seychelles. Jaraknya 5,8 km (3,6 mil) sebelah utara Silhouette Island dan 27 km (17 mil) sebelah barat laut Mahé. Ada empat pantai yang terdapat di sana: East Beach, West Beach (atau Grande Anse), Honeymoon Cove, dan Dive Beach. Keindahan alam dari pulau ini mampu menyihir dan menginspirasi pengunjungnya pada level terdalam.

 

North Island merupakan pulau Seychelles pertama yang tercatat menjadi tempat berlabuh para pelaut. Berdasarkan laporan hasil ekpedisi pada tahun 1609 oleh Kapten Sharpeigh dan awak kapal peninggalan English East India Company membeberkan bahwa di pulau tersebut terdapat populasi besar kura-kura darat raksasa.

 

Pemilik pulau ini sempat berganti-ganti. Pada tahun 1826 hingga 1970-an, keluarga Beaufond dari Réunion—sebuah pulau dan wilayah Perancis di Samudera Hindia—yang menjadi sang pemilik pulau. Selama masa kepemilikannya, pulau tersebut ditanami tanaman buah dan rempah-rempah, juga menghasilkan guano (pupuk kotoran hewan), minyak ikan, dan kopra (daging kelapa yang dikeringkan untuk menghasilkan minyak).

 

Namun setelah perkebunan tersebut dijual pada tahun 1970-an, pulau tersebut jadi tidak terurus dan diambil alih oleh hewan-hewan liar dan spesies asing dari gulma. Akhirnya pada tahun 1981, pulau tersebut berganti pemilik menjadi milik Marius Maier. Ia mulai membenahi pulau tersebut menjadi seperti sebelumnya dan mengenalkan kembali flora & fauna alami Seychelles, termasuk kura-kura raksasa, burung langka, dan pepohonan seperti takamaka, badamier, dan palem laut (coco-de-mer).

 

Tidak sampai di situ, tahun 1997 pulau ini kembali berpindah tangan menjadi milik Wilderness Holdings Limited. Pemiliknya adalah sebuah perusahaan pariwisata ramah lingkungan dari Afrika Selatan. Mereka membuka penginapan di tahun 2003 dan bertujuan untuk memasarkan pariwisata eco dengan membangun 11 vila pribadi. Sejak saat itu pulau ini menjadi lebih berkembang dan populasi di sana pun meningkat. Tempat ini bahkan menjadi tempat bulan madu kerajaan Duke dan Duchess of Cambridge pada bulan Mei 2011.

 

Kini pulau ini telah dikenal sebagai “laboratorium evolusi” dan kaya akan keanekaragaman hayati yang hidup di sana. Keadaan dan keindahan alam di tempat ini telah menginspirasi praktik konservasi dan filosofis yang dilakukan di pulau tersebut.

 

Berkunjung ke pulau ini bukan hanya menjadi destinasi liburan mewah saja. Lebih dari itu, pulau ini merupakan cara menikmati hidup. Kombinasi sempurna antara energi dan relaksasi, kesenangan dan kesehatan, kemewahan dan kedermawanan.

 

Pulau ini pun berhasil memenangkan penghargaan berprestise dalam ajang National Geographic World Legacy Awards. Penginapan mewah berbasis ekologis di pulau tersebut memenangkan kategori “Conserving the Natural World”. Ajang tersebut bekerja sama dengan IBT Berlin, pelopor pameran travel dan trade.

 

North Island dinilai telah menghasilkan sejumlah kesuksesan proyek dalam memberikan perlindungan pada spesies langka dan terancam punah. Proyek Noah’s Ark juga termasuk dalam kesuksesan tersebut yang mana misinya adalah mengenalkan kembali spesies asli pada ekosistem pulau, seperti Seychelles Sunbird dan hewan yang terancam punah Seychelles White-eye.

 

Kemenangannya dalam ajang penghargaan tersebut tidak luput dari program-program lingkungan yang dijalankan dengan ketat. Program tersebut bertujuan untuk melindungi flora dan fauna lokal yang hidup di sana, juga spesies langka seperti merpati biru Seychelles.

 

Tentunya upaya tersebut patut diberi penghargaan. Belakangan diketahui bahwa penginapan di pulau tersebut bahkan masuk dalam daftar CNN sebagai “hotel pulau paling cantik sedunia”. Julukan tersebut bahkan sudah melekat padanya sejak lebih dari beberapa tahun lalu.

 

Maka tidak heran jika keluarga kerajaan pun sengaja mendatangi tempat ini untuk menghabiskan waktu bulan madunya. Kecantikan dan keindahan pulau ini tidak akan bertahan lama jika pengunjungnya tidak turut membantu melestarikan lingkungannya. Di mana pun kita berada, hendaknya kita selalu menjaga kelestarian alam lingkungan tersebut, pun jika kita berada di North Island  di Seychelles .

 

 

north island di seychelles

Bagikan ini:
error: Content is protected !!