Red Beach Panjin China atau pantai merah berlokasi di Dawa County, di delta sungai Liaohe, China. Pantai ini dikenal juga sebagai Pantai Merah Panjin karena terletak di daerah Panjin. Disebut sebagai pantai merah adalah karena setiap triwulan keempat, area air payaunya akan berubah menjadi lautan berwarna merah darah.
Tidak seperti pantai pada umumnya, pantai di Panjin ini tidak memiliki hamparan pasir putih. Areanya ditutupi lahan basah tertutup tanaman sejenis rumput laut. Lahan basah tersebut menjadi rawa berumput terbesar di dunia yang letaknya sekitar 18 mil barat daya kota Panjin, sebelah timur laut Propinsi Liaoning, China.
Warna merah pada lahan basah ini didapat dari tanaman gulma bernama Suaeda Salsa yang menyelimutinya. Tanaman sejenis rumput laut ini tumbuh pada bulan April sampai Mei. Mulanya tanaman ini tumbuh dengan warna hijau layaknya tanaman biasa.
Karena menyerap kadar garam alkali yang tinggi, tanaman tersebut berubah warna menjadi merah terang dan merah pekat bagi spesies dewasa. Biasanya perubahan warna itu terjadi pada musim gugur, yaitu sekitar akhir Agustus hingga awal bulan September. Tanaman ini akan layu dan mati saat warnanya berubah menjadi keunguan, yaitu sekitar bulan Oktober.
Meski baru dikenal dunia sejak sekitar tahun 2010, tempat ini sudah banyak menarik minat para wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk melihat keunikan dan keindahannya. Namun, sebagian besar kawasan pantai merupakan daerah konservasi sehingga publik hanya bisa mengunjungi sebagian kecilnya saja.
Pengembangan kawasan pantai berselimut merah darah ini sesungguhnya telah dilakukan sejak tahun 1984 untuk dijadikan sebagai destinasi wisata ecotourism. Agar para wisatawan tetap dapat mengakses cagar alam yang eyegasm ini, dibuatlah jembatan sepanjang 6.500 kaki untuk para wisatawan berjalan di atasnya sambil menikmati pemandangan cantik nan menakjubkan.
Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi tempat ini, mereka dapat menggunakan kereta atau bus dari Panjin City. Saat ini akses menuju sana bahkan jauh lebih mudah lagi karena sudah banyak agen biro perjalanan yang menawarkan tur ke Red Beach.
Alasan mengapa kawasan Red Beach dilindungi oleh pemerintah adalah karena tempat ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 400 spesies binatang liar. Ia juga menjadi tempat singgahnya para spesies burung yang bermigrasi setiap tahun dari Asia Timur ke Australia, jumlahnya ada sekitar 260 spesies. Dapat melihat burung-burung itu bermigrasi pun menjadi nilai tambah bagi tempat wisata eco ini.
Tempat ini telah dipromosikan sebagai daerah perlindungan alam tingkat nasional pada tahun 1988. Ia juga telah ditetapkan untuk ikut bergabung dengan jaringan perseorangan internasional dan protektorat biosfer.
Menjadi tempat wisata yang sebagian daerahnya dibuka untuk umum tentu akan menimbulkan berbagai dampak, baik yang positif maupun negatif. Benturan antara perlindungan cagar alam dan aktivitas manusia dengan tujuan ekonomi pasti akan selalu dihadapi. Memang tidak semua aktivitas manusia tersebut menimbulkan dampak buruk, tetapi tentunya perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab akan menjadi ancaman bagi para hewan liar dan keanekaragaman hayati yang ada di sana.
Salah satu aktivitas perekonomian manusia yang berdampak buruk adalah dengan adanya Liaohe Oil Field, yaitu satu dari beberapa sumur minyak terbesar di China. Sumur minyak tersebut dikabarkan pada tahun 2015 adalah yang terbesar ketiga di China sejak dioperasikan pada tahun 1970. Peralatan tambang minyak seperti pompa jack atau “nodding donkeys” kini sudah menjadi pemandangan umum di sepanjang pantai.
Hal itu tentunya akan mengancam kelangsungan hidup para spesies yang berhabitat di Red Beach. Beruntungnya, seperti yang dicatat China Scenic Magazine bahwa dalam beberapa tahun belakangan perkembangan teknologi dan kepekaan terhadap lingkungan sudah semakin meningkat. Ini membuat ladang minyak sekarang sudah menjadi lebih bersih.
Ancaman lain datang dari pertumbuhan ekonomi dalam bidang budidaya seafood dan persawahan padi. Hal ini menciptakan kompetisi antara hewan liar yang hidup di daerah Red Beach dan manusia jadi semakin meruncing.
Sebagai calon wisatawan, tentunya kita tidak ingin keindahan dan kecantikan pantai ini jadi ternodai, apalagi sampai mengakibatkan kepunahan pada spesies yang hidup di sana. Untuk itu, cara terbaik yang dapat dilakukan sebagai seorang wisatawan adalah dengan turut membantu menjaga kebersihan lingkungan pantai tersebut. Jangan sampai aktivitas wisata kita pun ikut menambah ancaman bagi Red Beach Panjin China.





