0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Life gently unfolds when we stop trying to pry it open.”

 

Langkah kami menyusuri lorong-lorong pameran terasa ringan, seolah meninggalkan jejak halus di balik kilau batu giok itu. Namun, kehidupan tak pernah berhenti di satu sudut, selalu ada sesuatu yang menunggu di tikungan berikutnya.

 

Di depan kami, berdiri sebuah booth besar dan megah, dipenuhi aneka batu permata berwarna. Bukan hanya giok, tapi juga opal, sapphires, ruby, hingga perhiasan perak yang tertata anggun, memantulkan cahaya lampu pameran seperti bintang-bintang kecil yang jatuh ke bumi.

 

Kami mendekat, dan seketika saya dan mbak Ayu mengenali kemiripannya dengan salah satu exhibitor dari Cambodia yang pernah kami temui di tradeshow seperti Singapore International Jewelry Expo, Hong Kong International Jewelry Show, dan beberapa perhelatan lainnya.

 

Namun, booth ini berbeda, koleksinya lebih lengkap, lebih mewah, seolah membawa napas baru dari tanah yang sama. “Sarah, jangan-jangan mereka saling kenal, atau bisa jadi ini supplier-nya,” bisik Mbak Ayu pelan, matanya menyapu detail yang mungkin terlewat oleh orang lain.

 

“Iya, Mbak. Coba kita tanya,” jawab saya, langkah kecil membawa kami lebih dekat. Seorang wanita muda cantik berkulit putih berambut lurus digerai sebahu, elegant dengan sentuhan berlian yang sederhana namun berkelas, berdiri di antara pegawainya yang sibuk menata display.

 

“Hello,” sapanya ramah. “Batu permata kamu cantik-cantik. Apakah kamu juga ikut tradeshow di Singapura dan Hong Kong?” tanya saya, penasaran. “No, tapi om saya yang ikut. Mereka biasanya mengambil langsung dari sini karena kami suppliernya,” sambil menyebut nama brand yang langsung kami kenali.

 

Betapa jalan ini mengalir begitu lembut, membawa langkah hingga bertemu langsung dengan ownernya. Kadang, hidup tak perlu dipaksa berlari. Cukup berjalan pelan, memercayai setiap langkah kecil, karena di balik tikungan yang sunyi sekalipun, tersimpan kejutan yang tak pernah salah alamat.

 

“The right people and moments don’t need chasing, just a quiet meeting halfway.”

Part 7.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!