0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Keindahan Kota Surabaya memang tidak terlihat sebelumnya, kota yang panas dengan minim tempat wisata umum, membuat Surabaya tidak memliki daya tarik khusus untuk memikat para turis maupun wisatawan lokal.

 

Kota Surabaya adalah kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Surabaya termasuk kota yang metropolitan di Jawa Timur, tidak heran dengan padatnya penduduk,banyaknnya pembangunan, meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi, membuat Kota Surabaya semakin tercemar polusi dan semakin panas.

 

Dengan terpilihnnya Tri Rismaharini pada September 2010, sebagai Walikota Surabaya yang ke-23, menjadikan kota Surabaya lebih hidup.

 

Perempuan yang lahir pada 20 November 1961 di Kediri, Jawa Timur ini mempunyai gelar kehormatan doktor pada bidang Manjemen Pembangunan Kota, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan  di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Tidak heran kalau Surabaya disulap menjadi kota yang Hijau seperti sekarang ini.

 

Sebelum menjadi Walikota Surabaya, Tri Rismaharini adalah Kepala Dinas Kebersihan Dan Pertamanan di Kota Surabaya, wajar saja ketika terpilih sebagai Walikota Surabaya Risma langsung melakukan pembenahan kota dengan cara membersihkan sampah-sampah yang terdapat pada sungai, gorong-gorong, dan juga sampah berserakan di tempat – tempat umum.

 

Berawal dari blusukan, kampung-kampung yang kumuh dan gersang, diubah Risma menjadi kampung yang tertata rapi, bersih dan lebih hijau. Risma menyuruh warganya untuk menjaga serta merawat lingkungan, dengan cara pengelolaan sampah yang benar dan penanaman pohon di setiap sudut.

 

Warga kota Surabaya harus memilah antara sampah organik dengan sampah non-organik. Sampah organik, dijadikan Risma untuk pupuk kompos dan sampah non-organik didaur ulang dan dijadikan sesuatu benda yang berguna.

 

Taman-taman yang berada di Kota Surabaya, dulunya tidak begitu menarik. Setelah diubah Risma taman-taman tersebut menjadi lebih indah dipandang mata dengan pohon-pohon yang rindang dan rumput yang hijau serta air mancur. Pedagang kaki lima juga tidak memenuhi taman, karena taman-taman di Kota Surabaya sudah di tertibkan sedemikian rupa, termasuk tempat parkir agar tidak mengganggu jalan.

 

Tidak hanya itu saja, Risma juga menambahkan tempat khusus untuk bermain skateboard dan sepeda BMX di salah satu taman yang berada di Jalan Darmo, Surabaya. Dengan menambahkan fasilitas ini, Risma bertujuan agar pemuda Indonesia khususnya pemuda Surabaya dapat menyalurkan hobbinya di taman tersebut, ketimbang kumpul-kumpul dengan teman tanpa tujuan yang jelas.

 

Jalanan kota juga lebih tertata rapi dan bersih, dilengkapin dengan adanya CCTV pada setiap sudut di kota jalan-jalan besar. Tujuan dari CCTV ini agar membantu polisi lalu lintas mengawasi jalan di setiap sudutnya, agar tidak adanya pelanggaran di jalan. Jalur khusus sepeda juga dibuat pada sisi kanan jalan.

 

Selain Kota Surabaya yang sudah dirapihkan dengan sedemikian cantiknya, Risma juga rajin mengkampanyekan penanaman pohon bakau pada hutan mangrove.

 

Berkat kinerja yang dilakukan Risma, Kota Surabaya mendapat penghargaan Global Green City dari Global on Human Settlements (GFHS), yang di dukung penuh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada bulan Oktober 2017 di New York, Amerika Serikat.

 

Keindahan yang tidak terlihat di Kota Surabaya, kini sudah menampakkan keindahnnya. Keberhasilan Tri Rismaharini membuat Kota Surabaya lebih hidup dengan keindahan yang dimiliki sekarang. Hal tersebut juga menjadi motivasi bagi semua pemimpin, terutama juga untuk semua warga masyarakat agar sadar peduli lingkungan serta benar-benar ikut berpartisipasi.

 

suarabaya suarabaya suarabaya

Bagikan ini:
error: Content is protected !!