0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Taman Nasional Kayan Mentarang memiliki keanekaragaman hayati yang mengagumkan dan bernilai tinggi karena terdapat beragam jenis tumbuhan dan satwa langka yang dilindungi.

 

Taman Nasional Kayan Mentarang pertama kali ditetapkan sebagai Cagar Alam  oleh Menteri Pertanian Indonesia pada tahun 1980. Kemudian pada tahun 1996, kawasan ini diubah statusnya menjadi Taman Nasional, hal tersebut dilakukan atas desakan masyarakat lokal (adat) serta rekomendasi dari WWF, agar kepentingan masyarakat lokal dapat diakomodasikan.

 

Taman nasional ini memiliki kawasan hutan primer dan skunder tua terbesar yang masih tersisa di seluruh kawasan Asia Tenggara.

 

Nama belakang taman nasional ini yaitu Kayan Mentarang diambil dari dua nama sungai penting yang terdapat di kawasan ini, yaitu Sungai Kayan yang terletak di sebelah selatan kawasan ini dan Sungai Mentarang di sebelah utara.

 

Taman ini memiliki luas sebesar 1.360.500 hektar dan kawasan ini terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di wilayah Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Bulungan, berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia. Sebagian besar kawasan ini masuk dalam Kabupaten Kabupaten Nunukan dan sebagian lagi adalah kabupaten. Potensi wisata dari Taman Nasional ini adalah Hulu Krayan, Hulu Pujungan dan Hulu Kayan/Datadian.

 

Tumbuhan yang ada di kawasan ini antara lain ramin (Gonystylus bancanus), jelutung (Dyera costulata), agathis (Agathis borneensis), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), rengas (Gluta wallichii), gaharu (Aquilaria malacensis), aren (Arenga pinnata), pulai (Alstonia scholaris), berbagai jenis anggrek, palem, dan kantong semar. Selain itu, ada pula beberapa jenis tumbuhan yang belum dapat diidentifikasi karena merupakan jenis tumbuhan baru di Indonesia.

 

Dalam catatan, Taman Nasional Kayan Mentarang memiliki sekitar 100 jenis mamalia (15 jenis diantaranya satwa endemik), 8 jenis primata dan lebih dari 310 jenis burung dengan 28 jenis diantaranya endemik Kalimantan yang telah didaftarkan oleh ICBP (International Committee for Bird Protection) sebagai spesies yang terancam punah.

Di kawasan ini terdapat mamalia langka seperti lutung dahi putih (Presbytis frontata frontata), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), macan dahan (Neofelis nebulosa), dan banteng (Bos javanicus lowi).

 

Sungai-sungai yang ada di Taman Nasional Kayan Mentarang digunakan untuk akses menuju kawasan tersebut. Sungai tersebut adalah Sungai Bahau, Sungai Kayan dan Sungai Mentarang. Alat transportasi yang digunakan di sungai tersebut adalah long boat yaitu perahu yang terbuat dari kayu.

 

Di sekitar kawasan taman nasional tersebut terdapat beraneka ragam budaya yang merupakan warisan budaya. Tercatat sekitar 21.000 orang bermukim di dalam dan di sekitar kawasan taman nasional ini dari bermacam etnik dan sub kelompok bahasa, yang dikenal sebagai suku Dayak. Sekitar 50 desa dan beberapa suku yang merupakan komunitas Dayak berada di dalam kawasan taman nasional ini. Komunitas suku Dayak tersebut antara lain seperti suku Kenyah, Kayan, Lundayeh, Tagel, Saben, Punan, Badeng, Bakung, Makulit dan Makasan.

 

Masyarakat lokal masih bergantung pada pemanfaatan hutan sebagai sumber penghidupan mereka, seperti tumbuhan obat, kayu dan binatang buruan. Pada dasarnya masyarakat lokal mengelola sumber daya alam secara tradisional berdasarkan pada variasi jenis.

 

Pengelolaan sumber daya alam secara tradisional tersebut pada dasarnya sangat sejalan dengan konservasi hutan dan kehidupan liar. Sayangnya, peraturan adat sering tidak dipedulikan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil sumber daya alam dari kawasan ini. Belum lagi kegiatan pencurian kayu yang dilakukan pihak tersebut dan pengambilan hasil hutan dengan menggunakan peralatan yang modern.

 

Dengan banyaknya hal yang bisa menjadi ancaman dalam kelestarian hutan tersebut, masyarakat lokal yang ada di dalam dan di sekitar taman nasional dianggap sebagai aset yang paling tepat untuk menjaga sumber daya alam yang ada di kawasan taman nasional tersebut. Ditambah dengan dukungan Pemerintah Daerah untuk menjaga dan mengelola sumber daya alam Taman Nasional Kayan Mentarang sehingga taman tersebut bisa tetap lestari.

 

taman nasional kayan mentarang taman nasional kayan mentarang taman nasional kayan mentarang taman nasional kayan mentarang taman nasional kayan mentarang taman nasional kayan mentarang

Bagikan ini: