0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Wendell Erdman Berry lahir di Henry County, Kentucky, Amerika Serikat pada tanggal 5 Agustus 1934. Ia adalah seorang penulis, kritikus, dan petani dari Amerika yang membantu orang-orang dalam mendiagnosis alam dan berbagai masalah yang dihadapi oleh mereka dengan cara yang konstruktif.

 

Berry adalah anak pertama dari empat bersaudara yang lahir dari John Marshall Berry. John Marshall Berry adalah seorang pengacara dan petani tembakau di Henry County, Kentucky, dan ibunya bernama Virginia Erdman Berry.

 

Keluarga dari kedua orang tua  Wendell telah bertani di Henry County selama setidaknya lima generasi turun temurun. Berry belajar di sekolah menengah di Millersburg Military Institute dan kemudian mendapat gelar B.A. pada tahun 1956 dan M.A. pada tahun 1957 dalam sastra Inggris di University of Kentucky.

 

Wendell Berry adalah anggota terpilih dari Fellowship of Southern Writers, penerima The National Humanities Medal  dan merupakan dosen  dari Jefferson untuk 2012. Ia juga adalah 2013 Fellow dari The American Academy of Arts and Sciences. Berry dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Prestasi Terpisah Richard C. Holbrooke 2013.  Pada 28 Januari 2015, ia menjadi penulis hidup pertama yang dilantik di Kentucky Writers Hall of Fame.

 

Ia menyelesaikan gelar masternya dan setelah itu  menikah dengan Tanya Amyx pada tahun 1957. Pada tahun 1958, ia menghadiri program penulisan kreatif Stanford University sebagai Fellow Wallace Stegner.

 

Pada 3 Juni 1979, Berry terlibat dalam protes tanpa kekerasan terhadap pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Marble Hill, Indiana.  Pada tanggal 9 Februari 2003, Berry membuat tulisan yang  berjudul “Tanggapan Warga Negara terhadap Strategi Keamanan Nasional Amerika Serikat”. Tulisan tersebut  diterbitkan sebagai iklan satu halaman penuh di The New York Times.

 

Pada tanggal 4 Januari 2009, Berry dan Wes Jackson, presiden dari The Land Institute, menerbitkan artikel opini di The New York Times berjudul “A 50-Year Farm Bill.” . Pada bulan Juli 2009, Berry, Jackson dan Fred Kirschenmann , dari The Leopold Center for Sustainable Agriculture, berkumpul di Washington DC untuk mempromosikan ide ini.

 

Juga pada tahun yang sama yaitu pada Januari 2009, Berry merilis sebuah pernyataan menentang hukuman mati dan pada bulan November 2009, Berry dan 38 penulis lain dari Kentucky menulis kepada Gubernur Steve Beshear dan Jaksa Agung Jack Conway meminta mereka untuk memberlakukan moratorium hukuman mati di negara bagian tersebut.

 

Pada tanggal 22 Mei 2009, Berry, di Louisville, berbicara menentang tentang adanya Sistem Identifikasi Satwa Nasional (NAIS).  Pada bulan Oktober 2009, Berry bergabung dengan “Yayasan Lingkungan Kentucky yang berbasis Berea (KEF), bersama dengan beberapa organisasi nirlaba dan anggota koperasi listrik pedesaan” untuk mengajukan petisi menentang dan memprotes pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara di Clark County, Kentucky. Pada tanggal 28 Februari 2011, Komisi Layanan Umum Kentucky menyetujui pembatalan pembangkit listrik tersebut.

 

Pada tanggal 28 September 2010, Berry juga ikut berpartisipasi dalam demonstrasi di Louisville selama sidang EPA tentang bagaimana mengelola abu batubara. Berry, dengan 14 pemrotes lainnya, menghabiskan akhir pekan 12 Februari 2011 terkunci di kantor gubernur Kentucky untuk menuntut diakhirinya pemindahan batubara di puncak gunung.

 

Pada tahun 2011, The Berry Centre didirikan di New Castle, Kentucky yang bertujuan untuk fokus dalam mengubah sistem pertanian yang merusak alam.

 

Bersama dengan W. S. Merwin, Berry adalah salah satu dari dua penulis yang masih hidup yang saat ini namanya tercantum dalam katalog Perpustakaan Amerika. Adapun buku fiksi yang telah di terbitkannya adalah Nathan Coulter pada tahun 1960, A Place on Earth pada tahun 1967/1983, The Memory of Old Jack pada tahun 1974, Remembering pada tahun 1988, A World Lost 1996, Jayber Crow pada tahun 2000, Hannah Coulter pada tahun 2004, Andy Catlett: Early Travels pada tahun 2006.

 

Bisa di simpulkan bahwa Wendell Berry mendefinisikan patriotisme sebagai wujud cinta untuk tanah yang kita jejakkan dimana kita sebagai manusia hidup di atasnya. Ia menggalakkan kampanye pertanian yang bertanggung jawab dan menurutnya itulah satu-satunya cara permanen untuk memulihkan bumi yang semakin hari semakin rusak. Mari kita ikut mewujudkan cita-cita Wendell Berry yang sangat tulus tersebut dengan ikut menjaga lingkungan dan bumi ini dari kerusakan yang di sebabkankan oleh banyaknya ketidak pedulian orang-orang terhadap bumi tercinta ini.

 

wendell erdman berry wendell erdman berry wendell erdman berry wendell erdman berry

Bagikan ini:
error: Content is protected !!