0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Etika fahion di Indonesia sudah dijalani oleh sebagian desainer Indonesia. Dan apa itu Etika Fashion? Etika Fashion adalah sebuah pendekatan pada desain, sumber dan pembuatan pakaian yang memaksimalkan keuntungan untuk masyarakat dan komunitas, serta meminimalkan dampak (buruk) terhadap lingkungan. Gerakan ini bermakna upaya mengambil peran aktif dalam pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan, serta mengurangi dan menangkal masalah lingkungan.

Dalam Etika fashion harus memperlakukan dengan baik para pekerja, serta menggunakan produksi dari kain yang ramah lingkungan serta bahan-bahan seperti kapas organik, rami, bambu, dan reklamasi atau daur ulang bahan, pemikiran akan dampak rendah dari serat-reaktif pewarna atau pewarna sayuran, menghormati lingkungan sehat dan produk untuk petani, assembler dan pemakainya dari pakaian.

Dunia fashion Indonesia terus berkembang. Puluhan bahkan ratusan desainer terus melahirkan karya-karya terbaru mereka demi memenuhi hasrat kreatifitas yang tiada henti dan permintaan masyarakat yang cukup tinggi. Masyarakat dari berbagai kalangan tentu saja memiliki standar tersendiri untuk menentukan pakaian, aksesoris, brand, bahkan harga pakaian dan aksesoris yang mereka mau. Sama seperti kamu, terlalu mudah mendapatkan pakaian disekelilingmu.

Pernahkah kamu memikirkan siapa orang-orang dibalik pakaian yang kamu kenakan? Bukan tentang siapa desainernya, tapi tentang siapa yang mengolah bahan baku menjadi seutas tali, sehelai kain, dan sepasang pakaian. Lain lagi jika membahas pada persoalan trend dan desain rancangan. Siapa saja yang bekerja hingga terwujudnya pergelaran busana yang spektakuler? Lagi lagi, hanya brand atau desainer yang menjadi sorotan, padahal perhelatan tersebut tidak akan terselenggara tanpa dukungan banyak pihak di belakangnya.

Saat ini masih belum banyak orang-orang yang memerhatikan etika fahion dalam dunia fashion. Namun, beberapa desainer dan brand tanah air mulai menunjukkan kepedulian terhadap etika fashion.

Mata rantai dalam industri fashion memang sangat kompleks. Proses produksi saja sudah melibatkan petani saat penanaman kapas kemudian dipintal menjadi benang, ditenun, dijahit hingga menjadi busana siap pakai. Proses ini kembali dipertanyakan.

Tidak banyak yang mengetahui kenyataan pahit bahwa produk brand-brand  ternama dengan harga setinggi langit justru diproduksi di negara-negara miskin dengan upah buruh yang sangat rendah. Kondisi ini tidak lepas dari kehadiran fast fashion yang mengutamakan pergantian mode dan produksi besar dalam setiap jenis item yang dibuat. Bisnis fast fashion ini sendiri lebih mengutamakan peningkatan kapasitas dan percepatan produksi daripada kualitas.

Kepedulian terhadap etika fashion pun bergulir di kalangan desainer dan brand di tanah air. Untuk menerapkan etika fashion sepenuhnya bukan hal yang mudah mengingat terlalu banyak mata rantai yang terlibat. Namun, setidaknya, para desainer dan brand di Indonesia mulai melakukan langkah-langkah kecil namun berkelanjutan yang mengarah pada etika fashion. Seperti memperhatikan upah dan tempat kerja yang layak bagi pekerja, menggunakan material hasil perajin lokal, serta mengurangi limbah yang merusak lingkungan sekitar.

Ayo peduli dengan Etika Fashion di Indonesia mulai dari sekarang, jaga dan lestarikan lingkungan alam agar terus menjadi mata rantai, perhatikan buruh kerja dan tempat yang aman bagi pekerja.

 

Etika fahion Etika fahion Etika fahion Etika fahion

Bagikan ini: