0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Liuzhou Forest City adalah nama yang disematkan pada kota yang kini tengah dibangun di China. Kota tersebut digadang-gadang akan menjadi kota hutan pertama di dunia yang akan dibangun di salah satu negara padat penduduk tersebut.

 

Dewasa ini bumi memang sedang dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Kota-kota besar pun kian mengkhawatirkan dengan adanya banyak polusi yang terjadi. Ketiadaan ruang terbuka hijau yang mencukupi semakin memperburuk keadaan. Tanpanya, masalah-masalah buruk akan bermunculan, salah satunya adalah bencana banjir dan menurunnya kualitas udara.

 

Jumlah ruang terbuka hijau yang terus berkurang membuat udara di bumi semakin panas akibat pemanasan global yang dampaknya tengah dirasakan banyak negara di berbagai penjuru dunia. Untuk itu, upaya pencegahan dampak pemanasan global yang lebih buruk pun terus dilakukan seluruh negara, tak terkecuali China.

 

China merupakan salah satu negara maju yang sering menggegerkan dunia dengan inovasi-inovasi terbarunya. Inovasi mereka dilakukan dalam berbagai sektor, termasuk pada bidang lingkungan hidup, yaitu dengan membangun kota hutan. Sebelumnya konsep kota tersebut belum pernah dirancang di negara-negara lain sehingga China adalah yang pertama mewujudkannya.

 

China kini tengah membangun kota hutan pertama di dunia yang mana seluruh bangunannya akan tertutup oleh tanaman dan pepohonan. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya mengatasi pemanasan global dan polusi udara. Pembangunannya telah dilakukan sejak Januari tahun 2017 lalu dan masih berjalan hingga saat ini.

 

Kota hutan ini diberi nama Liuzhou Forest City. Kota tersebut nantinya akan menjadi rumah bagi 30.000 orang saat masa pembangunannya telah dirampungkan dalam beberapa tahun lagi. Seluruh bangunan seperti perkantoran, rumah, hotel, rumah sakit, dan sekolah akan tertutup oleh 40.000 pohon dan 1 juta tanaman dari 100 spesies berbeda.

 

Tanaman dan pepohonan tidak hanya akan tumbuh di tanah, tetapi di balkon dan juga di atap rumah. Berdasarkan rancangannya, bangunan ini akan sangat dipenuhi vegetasi yang berbaur dengan latar belakang pegunungan yang menghiasinya.

 

Pembangunan kota hutan ini dilakukan di daerah utara Liuzhou, di area pegunungan Provinsi Guangxi, China Selatan. Di atas tanah seluas 175 hektare sepanjang sungau Luijiang, Liuzhou Forest City akan didirikan. Dengan berdirinya kota tersebut diharapkan mampu membantu menyediakan rumah untuk populasi penduduk di China yang tumbuh sangat cepat tanpa menambah polusi karbon lebih banyak.

 

Tanaman dan pepohon yang akan menutupi kota Liuzhou Forest City diperkirakan dapat menyerap hampir 10.000 ton karbon dioksida (CO2) dan 57 ton polutan per tahun dan mampu memproduksi sekitar 900 ton oksigen.

 

Kota hutan ini akan terhubung dengan Liuzhou dengan jalur kereta cepat dan jalanan untuk mobil listrik. Berbagai macam area perumahan akan mengisi kota, dilengkapi dengan ruang komersil dan rekreasi, dua sekolah, juga rumah sakit. Jenis AC yang akan dimiliki setiap rumah adalah yang bertenaga geotermal dan atap rumahnya berpanel surya. Energi panas bumi dan cahaya matahari akan menjadi sumber daya utama kota tersebut.

 

Proyek ini dilakukan oleh Liuzhou Municipality Urban Planning yang bekerja sama dengan arsitektur kenamaan Stefano Boeri Architetti. Ia adalah arsitek terkenal perancang gedung-gedung pencakar langit di berbagai negara di dunia.

 

Tim pembangun kota mengatakan bahwa tanaman dan pepohonan yang menutupi kota ini dapat berfungsi menurunkan suhu udara rata-rata, menciptakan hambatan kebisingan, dan memperbaiki keanekaragaman hayati. Mereka dapat menjadi rumah bagi burung-burung, serangga, dan hewan-hewan kecil lainnya. Rencananya pembangunan kota hutan pertama di dunia ini akan selesai pada tahun 2020 nanti.

 

Adanya kota hutan ini diharapkan dapat membawa sebuah perubahan besar bagi perubahan iklim tingkat global. Semakin banyak oksigen yang dihasilkan dan semakin berkurangnya jumlah karbon dioksida, semakin kecil risiko dampak pemanasan global yang menyebabkan kacaunya perubahan suhu dan iklim. Tindakan pelestarian juga tentunya akan sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan Liuzhou Forest City tetap dalam kondisi terkendali.

 

liuzhou forest city liuzhou forest city liuzhou forest city liuzhou forest city liuzhou forest city liuzhou forest city

Bagikan ini: