0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Boyan Slat adalah seorang mahasiswa Teknik Aerospace, pengusaha dan juga penemu mesin sampah di laut. Ia lahir di Delft, Belanda, 27 Juli 1994. Tanpa disadari sejak kecil Boyan sudah terlihat seseorang yang jenius dan peduli terhadap lingkungan.

 

Pria berkulit putih ini pernah tercatat dalam penghargaan dari Guinness World Record karena telah berhasil meluncurkan 213 roket air secara bersamaan. Ia juga berambisi untuk membersihkan lautan samudra dari sampah-sampah plastik.

 

Muncul ide pembersihan sampah ini berawal ketika Boyan sedang melakukan diving di perairan kepulauan Yunani. Boyan terkejut karena menjumpai banyak sampah plastik daripada ikan-ikan di lautan dan tidak ada seorangpun yang peduli akan hal ini, bahkan pemerintah daerah tersebut tidak berupaya memikirkan solusi yang tepat.

 

Menurut Boyan, butuh berapa ribu tahun lamanya kalau hanya mengandalkan pengangkatan sampah plastik di laut dengan cara menggunakan kapal. Hal ini membuat Boyan memutuskan untuk fokus menjadi CEO sekaligus pendiri The Ocean Cleanup pada saat usianya baru menginjak 18 tahun.

 

The Ocean Cleanup adalah perusahaan yang mengembangkan sistem untuk membersihkan sampah laut di dunia. Untuk mendirikan perusahaan ini Boyan giat melakukan penggalangan dana publik (crowd funding) dan mendapatkan uang sebesar dua juta dolar. Kemudian Ia mendapatkan sepuluh juta dolar dari donatur filantropis, seperti Marc Benioff, Peter Thiel, Paypall dan tetangga-tetangga sekitar yang tinggal di sekitar rumah Boyan. Sampai saat ini, Ocean Cleanup juga sedang melakukan pengembangan seiring dengan bertambahnya sumbangan dana dari berbagai kalangan masyarakat.

 

Daerah yang pertama menjadi tujuan Boyan adalah Pantai Tsushima, pantai ini terletak di antara kepulauan Jepang dan semenanjung Korea Selatan. Alat pembersih sampah ini dipasang dengan rentang yang memanjang sekitar 2 kilometer, yang akan menjadi struktur terpanjang di dunia yang mengambang.

 

Selain itu, pemerintah lokal Pulau Tsushima memang sedang mengkaji tentang plastik, sehingga sampah-sampah plastik yang sudah berhasil diangkut oleh tim The Ocean Cleanup nantinya akan dijadikan sumber energi alternatif.

 

Dalam prakteknya alat yang diciptakan Boyan akan tersambung dengan pembatas yang terhubung sampai ke dasar laut, yang nantinya akan menangkap sampah yang mengambang kemudian terkumpul. Kemudian semua sampah plastik tersebut akan bergerak merambat mengikuti pembatas menuju sebuah platform di atas permukaan laut.

 

Separuh keberhasilan ini membuat Boyan bertekad akan melakukan penjaringan sampah di daerah Hawai dan California.

 

Dalam waktu 40 tahun belakangan ini, berjuta-juta ton plastik memang sudah membanjiri lautan di dunia. Dari 288 ton plastik yang di produksi per tahun, 10 persennya langsung menuju lautan, sedangkan 80 persennya berasal dari sampah plastik daratan yang dibuang ke jalan kemudian tersapu ke sungai dan kemungkinan menuju lautan sebagai tujuan akhir.

 

 

Di tahun 2018 ini, Boyan sedang fokus pada sistem operasional skala penuh untuk membersihkan sampah di Samudra Pasifik. Sudah banyak penghargaan yang sudah diterima Boyan atas keberhasilannya karena ikut serta membantu dalam menjaga bumi. Ia juga salah satu penerima termuda yang mendapat penghargaan lingkungan tertinggi PBB.

 

 

Meskipun tindakan positif Boyan banyak yang mendukung, namun beberapa kalangan menganggap hal tersebut terbilang meragukan sebab dapat mengganggu keseimbangan kehidupan biota laut, terutama ikan-ikan yang berada di permukaan laut. Bahkan ada juga yang beranggapan, pembersihan sampah di laut bukanlah hal prioritas, hal yang harus diprioritaskan adalah dengan cara mencegah sampah daratan menuju lautan bukan sebaliknya.

 

Menurut Boyan, setiap tindakan pasti beresiko tinggi dan pastinya juga ada peluang untuk gagal. Boyan Slat sudah berusaha serta berkontribusi dalam hal menjaga lingkungan dengan membersihkan sampah plastik yang berserakan di pantai maupun di perairan laut. Sebenarnya dalam hal ini setiap individu wajib dan harus turut serta dalam menjaga lingkungan, terutama dalam hal pengunaan plastik, sehingga apabila sampah plastik meningkat kita tidak bisa mengandalkan pemerintah maupun suatu lembaga apapun untuk menanggulanginya.

 

boyan slat boyan slatboyan slat boyan slatboyan slat boyan slat boyan slatboyan slat boyan slat

Bagikan ini: