0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

World Wide Fund for Nature atau yang biasa disingkat menjadi WWF adalah organisasi non-pemerintah tingkat internasional yang menangani masalah-masalah konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan. Sebelumnya organisasi ini bernama World Wildlife Fund dan nama ini masih menjadi nama resmi di Kanada dan Amerika Serikat.

 

WWF merupakan organisasi konservasi independen terbesar di dunia, pendukungnya sudah lebih dari 5 juta orang tersebar di seluruh dunia. Organisasi ini bekerja di lebih dari 100 negara, mendukung sekitar 1.300 proyek konservasi dan lingkungan.

 

Sejarah dibentuknya organisai WWF bermula pada tahun 1961 saat jumlah organisasi di dunia masih sangat sedikit, seperti International Union for the Conservation of Nature Resources (IUCN) dan The Conservation Foundation, mencoba untuk melakukan upaya konservasi, tapi dana yang tersedia sangatlah sedikit.

 

Dukungan pertama dari luar negeri adalah dari Morges Manifesto, ditanda tangani pada tahun 1961 oleh 16 ketua konservasionis dunia, termasuk biolog dan penggemar margasatwa Afrika, Sir Julian Huxley, Wakil Presiden Sir Peter Scott dan Direktur Jenderal Bristish Nature Conservacy E. M. Nicholson. Morges Manifesto menyatakan bahwa sementara keahlian untuk melindungi dunia ada, tetapi dukungan finansial untuk mencapai perlindungan ini tidak dilakukan.

 

Keputusan tersebut dibuat untuk menetapkan World Wildlife Fund sebagai organisasi penggalangan dana internasional untuk bekerja sama dengan kelompok konservasi yang sudah ada dan membawa dukungan finansial yang substansial untuk gerakan konservasi skala dunia.

 

Pada tahun 2010, dana yang digunakan untuk organisasi WWF berasal dari pihak perorangan dan warisan sebesar 57%, dari sumber-sumber internasional (seperti Bank Dunia, DFID, USAID) sebanyak 17%, dan 11% bersumber dari berbagai perusahaan. Organisasi ini dibuat untuk menghalangi dan mengatasi masalah penghancuran lingkungan.

 

Kegiatan organisasi WWF berfokus pada enam area utama: hutan, laut, air tawar, margasatwa, makanan dan iklim. Dengan menghubungkan keenam area ini dalam pendekatan terpadu, orang-orang diharapkan dapat memanfaatkan aset-aset yang ada dengan lebih baik dan mengarahkan semua sumber daya manusia untuk melindungi tempat-tempat, spesies dan komunitas yang rentan kerusakan di seluruh dunia.

 

Secara garis besar, ada tiga program terkenal yang dilakukan WWF, yang pertama adalah debt-for-nature swap dilakukan WWF bekerja sama dengan Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Belanda, dan negara-negara kreditor lain untuk menyusun program ini, termasuk yang pertama di Ekuador tahun 1987.

Sejak tahun 2001, WWF telah membantu beberapa persetujuan debt-for-nature swap dalam Tropical Forest Conservation Act (dan sebelumnya pada Enterprise for the Americas Initiative).

 

Kedua mekanismenya dibuat untuk meringankan beban hutang negara-negara berkembang pada Amerika Serikat, sekaligus menghasilkan dana dalam mata uang setempat untuk mendukung aktivitas konservasi hutan tropis. Modal yang diperoleh dari debt-for-nature swap dapat digunakan melalui kredit atau yayasan yang secara khusus dibentuk untuk konservasi keanekaragaman hayati setempat.

 

Program WWF yang terkenal kedua adalah earth hour, yaitu kegiatan global yang diadakan setiap tahun pada hari Sabtu terakhir bulan Maret. Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim.

 

Kegiatan earth hour pertama kali dicetuskan oleh WWF dan Leo Burnett, agen periklanan di Australia, dan dilakukan pada tahun 2007. Mulanya ide ini tercipta untuk menarik perhatian warga Australia tentang perubahan iklim.

 

Pada tahun pertama tersebut, kegiatan ini disambut baik oleh 2,2 juta penduduk Sydney yang berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak diperlukan. Setelah Sydney, respon yang baik juga datang dari beberapa kota di seluruh dunia dalam pelaksanaan earth hour tahun 2008.

Program yang terakhir yaitu Marine Stewardship Council (MSC), sebuah lembaga swadaya yang menetapkan standar untuk perikanan sustainable di seluruh dunia. Lembaga ini menyediakan program sertifikasi yang menilai standar kelayakan usaha perikanan.

 

Perusahaan perikanan yang telah tersertifikasi dapat memasarkan produknya dengan memasang label MSC. Misi lembaga ini adalah memanfaatkan program sertifikasi tersebut untuk berkontribusi dalam menjaga kesehatan laut dunia dengan memperkenalkan system penangkapan ikan yang sustainable, mempengaruhi pilihan orang ketika akan membeli produk bahari, dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk lebih melestarikan pasar bahari.

 

Melalui organisasi ini WWF mengajak masyarakat dunia untuk turut serta menjaga dan mendukung program-program konservasi yang dilakukan. Kepedulian dan tindakan publik adalah wujud nyata dari rasa cinta terhadap bumi, maka mari kita bertindak sekarang juga.

 

World Wide Fund for Nature World Wide Fund for Nature World Wide Fund for Nature World Wide Fund for Nature

Bagikan ini: