“Not everyone shines at the same time, but everyone has their own moment to sparkle.”
Langit malam di atas Hong Kong dihiasi bintang-bintang kecil yang berkelap-kelip, bergabung dengan lampu-lampu kapal ferry yang melintas di perairan Victoria Harbour. Kami duduk di tepi dermaga, dikelilingi oleh aroma asin laut yang lembut dan suara riak air yang bersahut-sahutan.
Chloe menatap bintang-bintang yang mulai semakin banyak, matanya tampak merenung. “Mama, kenapa ada bintang yang lebih terang, dan ada yang lebih redup?” tanyanya pelan. Saya mencari kata-kata yang tepat agar bisa dimengerti olehnya.
“Setiap bintang punya siklus hidupnya, sayang. Bintang besar dan muda biasanya lebih terang karena di dalamnya ada fusi nuklir, seperti dapur besar yang terus memasak energy. Sementara bintang yang kecil, meskipun hidup lebih lama, cahayanya lebih redup.”Saya menatap langit bersama Chloe.
Chloe mengangguk pelan, merenung sejenak. Saya membuka thermos dan menuangkan rooibos panas yang masih tersisa ke dalam tutup yang berfungsi sebagai cangkir kecil. “Jadi, semua orang juga seperti bintang ya, Ma? Punya waktu sendiri untuk bersinar?” Raut wajahnya masih penuh tanda tanya.
“Benar sekali,” jawab saya lembut. “Setiap orang punya waktunya sendiri untuk berkembang dan memahami kekuatan mereka. Kadang kita harus bersabar, tapi ketika waktunya tiba, kita akan bersinar lebih terang dan membawa cahaya bagi diri kita sendiri dan orang lain.”
Chloe tersenyum kecil, namun matanya tiba-tiba bersinar, lebih cerah dari bintang-bintang di langit. “Mama, I think I want some of your tea, but only a little, unless it’s ice cream tea. Then, I’ll help you finish it all!” Sambil tertawa, matanya memancarkan kegembiraan yang khas.
Saya tertawa kecil, lalu menuangkan sedikit rooibos tea yang masih mengebul. Ia meniup perlahan, membiarkan uapnya melayang, sebelum menyeruputnya dengan hati-hati. “Hmm, it’s good,” gumamnya. Kami pun melanjutkan duduk, dikelilingi oleh siraman bintang yang gemerlap.
“The world is full of beautiful moments, just like you. Wait for your time to shine.”
Part 6.

