“Have you ever said yes to a last minute plan and it turned out to be one of the best time of your life ?”
Unknown
Manila yang terletak di tepi teluk nan gemerlap yang berlokasi di pulau Southern Luzon mempunyai vibes unik karena telah mengalami asimilasi budaya Barat dan Timur yang sesungguhnya. Penjajahan Spanyol dan Amerika Serikat yang berlangsung selama tiga abad menjadikan ibu kota Filipina dipenuhi corak warna.
Spanyol memberikan sentuhan paling dominan dalam sejarah Manila dan tercermin dari arsitektur bangunan di kotanya seperti intramuros. Sentuhan Spanyol juga mempengaruhi ajaran katolik yang dipeluk sebagai agama mayoritas oleh penduduk Filipina.
Manila tak ubahnya kampung halaman karena banyak kesamaannya dengan Jakarta mulai dari jalannya yang selalu ramai, jenis makanan hingga pusat perbelanjaan raksasa.
Sore itu, saya baru kembali dari ‘Singing Cooks and Waiters’ restaurant yang berlokasi tidak jauh dari mall of Asia, mall yang tepat di depan apartment yang saya huni. Para pelayan dan juru masak bernyanyi dan bermain alat musik dengan diiringi tarian ke setiap meja pengunjung sehingga suasana semarak.

Saya memilih menu bakang Mahaang yaitu hidangan daging sapi empuk dengan rasa manis mengingatkan akan semur daging ala Indonesia dengan paduan belasan rempah. Ditutup dengan dessert es cendol ala Filipina yaitu gulaman at sago, sirup buah pisang dengan topping gula merah, sagu mutiara dan potongan lembut agar-agar.
Waktu berjalan cepat karena ditemani oleh lantunan music yang mengiringi setiap suapan makanan dan hirupan minuman. Tak kuat berjalan pulang karena perut rasanya ingin pecah karena kekenyangan, saya menyenderkan badan di kursi dan menghubungi mbak Tya untuk sekadar chit chat.
“Hello mbak Tya cantik manis.”
“Mbak Sarah lagi ada dimana ?
“Lagi di hatimu , mbak.” Mengeluarkan sebaris kata dengan tersenyum iseng.
“Pasti lagi nggak di Indo yah ?” Tertawa terbahak.
“Iya, aku di Manila, lagi ada buyer meeting sekalian ada tradeshow . Yuk kesini, aku menginap diapartment besar banget , kapasitas 4 orang padahal cuma sendiri.”
“Mengajak main ke Manila seperti Jakarta ke Depok yah, mbak .”Kembali suara tawa renyah terdengar dari ujung telephone.
“Kan dekat, cuma 4 jam. Depok Jakarta pas pulang kantor 4 jam juga kalau lagi macet parah. Yuk kesini, lihat trend skin care sekalian photo product. Cuma semalam koq , besoknya kita balik bareng ke Jakarta.”Mencoba merayu.
Terdiam sejenak, “Okay aku cari ticket dulu yah , mbak.” Nada riang dan tanpa ragu terdengar jelas dari sebaris katanya yang singkat.
“Asyik, mbak Tya jenguk aku. Lagian di Indonesia kan kita susah ketemuannya.” Melonjak kegirangan karena walaupun last minute plan, ia tetap berangkat.
Tak lama kemudian muncul pesan singkat,” Aku sudah booked next flight yang tengah malam, see you tomorrow morning, mbak Sarah.”
“Aku jemput di airport yah besok.”
“Nggak usah, mbak. Gampang koq, tinggal naik taxi, insyaallah nggak nyasar. Minta alamat apartment-nya saja , mbak.”
“Okay nanti kalau pas sampai di receptionist , minta password wifi untuk guest dan wa yah, nanti aku langsung turun.”
“Aku packing koper dulu sekarang buat bobo semalam di Manila.” Mbak Tya tertawa dan tak henti saya mengagumi akan last minute action-nya sore itu.
It’s so true that accepting and opening myself to new possibilities means I don’t limit to where I am. This is one of the greatest qualities of successful people that I have known so far. They keep trying, learning, challenging and exploring. There are times in life when I find an opportunity, but I might be too hesitant to make a move. I shouldnt be too afraid to lose because at the end, I will not even give it a try. The more I let go of opportunities, the fewer opportunities I see.
If I don’t take the challenges, my life becomes boring, still, dull and stagnant. I will lose the excitement of life and every day of life just feels the same.
Dear me, never fear trying out new opportunities in life because they don’t often come along. So, when they do, you have to grab them right away. You can create something new because you have limitless potential. You can chase the wind and touch the sky.
“The secret of success is to be ready when your opportunity comes.”
Benjamin Disraeli – British statesman and novelist who was twice prime minister
29th of June, 2022

