0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Say (Muhammad), ‘He is Allah the One and Unique, Allah who is in need of none and of whom all are in need’.” (QS. Al Ikhlash:1-2)

 

“Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu’.” (QS. Al Ikhlash:1-2)

 

Guyuran hujan lebat akibat Typhoon Wipha yang terjadi mampu menyapu bersih butiran debu di awan hari itu. Langit terlihat biru bagaikan pantulan cahaya batu emerald, tak nampak kalau langit baru saja bermuram durja.

 

Paparan sinar mentari yang menimpa butiran embun sisa hujan lebat sangat menakjubkan pandangan mata. Sinarnya sungguh jernih hingga mampu menyibak awan hitam yang sempat bertengger lama kemarin.

 

Chloe dan Sophie membuka kelopak mata dengan semburat wajah bahagia menyambut datangnya pagi. Saya lalu membuatkan susu coklat panas yang disuguhkan dengan chicken nugget.

 

Mbak Patsy menikmati hangatnya kopi di saat saya menikmati teh hijau. Kami melepas canda tawa ditemani aneka rupa minuman hangat yang terasa nikmat karena rasa sedih telah sirna dari hati.

 

Istirahat yang cukup serta berendam air hangat mampu mengembalikan mood dan tenaga masing-masing. Setelah check out, saya memesan dua taksi untuk kembali ke airport.

 

Sesampainya di airport, sudah terlihat antrian panjang diakibatkan puluhan pesawat termasuk pesawat mbak Patsy yang seharusnya berangkat semalam mengalami delayed.

 

Pesawat malam ini berstatus on schedule, namun rasa khawatir bergelayut di dalam hati karena masih banyaknya pesawat yang delay hingga sore hari. Rasa khawatir lenyap berganti menjadi riang dan hati bergejolak penuh bahagia saat menaiki pesawat. Namun, setelah 20 menit di dalam pesawat, seluruh penumpang diminta kembali ke ruang tunggu karena faktor cuaca yang tidak mendukung.

 

Setelah satu jam menunggu dengan penuh harap, seluruh penumpang naik bus untuk diantarkan ke pesawat pengganti. Di dalam bus yang tak kunjung bergerak terdengar pengumuman bahwa penerbangan ditunda.

 

Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari saat boarding untuk yang ketiga kalinya. Chloe dan Sophie terlihat menahan kantuk dan lelah karena telah bolak-balik tanpa ada kepastian.

 

Setelah pesawat akhirnya take off, saya bisa bernafas lega. Chloe dan Sophie duduk di samping saya dan Mbak Patsy duduk tepat di bangku belakang Sophie.

 

Pesawat mengalami turbulensi keras beberapa kali dan pemandangan dari balik jendela yang gelap gulita membuat suasana terasa mencekam. Pengumuman bahwa pilot akan melakukan pendaratan darurat di Hongkong Airport karena typhoon kembali menerjang, membuat saya semakin gelisah.

 

Selang beberapa menit, terdengar pengumuman lagi bahwa pendaratan darurat dibatalkan karena tidak diberikan akses oleh otoritas bandara di Hong Kong. Keadaan cuaca juga tidak memungkinkan untuk kembali mendarat di Macau Airport. Hembusan nafas saya semakin tidak beraturan karena panik.

 

Saya pun membelai lembut kepala Chloe dan Sophie dengan tangan yang semakin bergetar. Terucap kata syukur karena mereka terlihat tertidur pulas sehingga tidak mengalami ketakutan hebat yang kini saya alami.

 

Suasana dipesawat sunyi senyap, bahkan suara berbisik pun tidak terdengar sama sekali. Semua menahan dan menghela nafas secara perlahan. Air mata tanpa terasa mengalir dan semakin mengucur keras tanpa henti.

 

Tak putus saya panjatkan doa dan zikir kepada Allah. Perut pun terasa melilit dan keram karena tegang dan stress. Saya sungguh merasa tak berdaya.

 

Setelah beberapa jam, terdengar suara Pilot dari ruang kemudi kalau pesawat akan landing kembali di Macau airport. Penumpang diminta menegakkan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka, mengencangkan sabuk pengaman, dan membuka penutup jendela.

 

Saya terkesiap, ternyata selama tiga jam lebih di udara, kami hanya terbang berputar-putar di atas awan di sekitar langit Macau sambil menunggu typhoon menjauh dan aman untuk mendarat. Ucapan syukur kepada Allah tak henti saya kumandangkan di dalam hati saat pesawat akhirnya bisa landing dengan selamat tanpa kurang sesuatu apa pun.

 

Pengalaman tersebut semakin menyadarkan diri saya mengapa surat Al-Iklhlas dikatakan sebagai 1/3 dari isi Al Quran. Allah adalah tempat bergantung semua makhluk dalam segala hal. Saya tidak bisa dan tidak boleh bergantung kepada manusia, jabatan, atau pun benda duniawi.

 

Segala permasalahan hidup bisa dihadapi dengan semakin mendekatkan diri hanya kepada Allah. Saya semakin memahami bahwa manusia sejatinya tidak memiliki apa-apa sehingga Allah satu-satunya tempat bersandar dan memohon pertolongan. Cukuplah Allah bagiku.

 

“If you ask, ask Allah and if you seek help, seek help from Allah” (HR. Ahmad)

Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan jika kamu memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.” (HR. Ahmad)

 

October 30th, 2019

part 1 http://www.sarahbeekmans.co.id/life/

part 2 http://www.sarahbeekmans.co.id/tears/

Bagikan ini: