0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“In stillness, we find the quiet magic of the everyday.”

 

Kebab kami hampir habis, tinggal potongan kecil terakhir, saucenya menetes perlahan ke atas kertas pembungkus. Suasana di sekitar tetap hidup, tapi ada ketenangan yang menyelip di antara riuhnya. Kami berdua duduk dalam diam, membiarkan perasaan mengalir tanpa terburu-buru.

 

Tiba-tiba, pandangan saya teralih ke seberang jalan. Seorang anak kecil, mungkin sekitar lima tahun, memegang sepotong roti dan dengan hati-hati menyodorkannya pada burung merpati yang ada di depannya.

 

Burung itu mendekat pelan, lalu mematuk sedikit dari potongan roti. Senyum kecil muncul di wajah anak itu, seolah ia baru saja melakukan sesuatu yang luar biasa, padahal itu adalah hal yang sederhana.

 

Sambil masih mengamati, terasa seperti dunia ini penuh dengan moment-moment kecil yang sering terlewatkan begitu saja. Sebuah kebaikan kecil, seperti itu, yang tak pernah benar-benar kita lihat, tetapi ada di sana, tersembunyi di tengah kesibukan kita.

 

Di sisi lain, seorang wanita yang sedang berjalan di depan toko berhenti sejenak di kaca jendela dan tersenyum pada bayangannya sendiri. Senyum itu tidak besar, tapi ada kehangatan di sana, seolah ia merasakan kebahagiaan dalam moment yang tampaknya biasa saja.

 

Michael yang melihat ke arah saya mengikuti pandangan saya, kemudian berkomentar pelan, “It’s strange, isn’t it? How we often miss these things. The beautiful moments, they’re right there, just waiting to be noticed.”

 

Saya mengangguk, merasa lebih sadar akan segala yang ada di sekitar kami. “Sometimes, we’re so caught up in everything else, we miss the beautiful things hidden in the small moments,” dengan suara hampir berbisik, tak ingin mengganggu ketenangan yang kini mengisi udara.

 

“In the quiet moments, we discover the beauty in the small acts that often go unnoticed.”

Part 29.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!