0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

KeepCup adalah sebuah usaha yang dijalankan oleh Abigail Forsyth. Wanita berumur 46 tahun yang lahir di Glasgow ini memulai usaha tersebut bersama saudara laki-lakinya sembilan tahun lalu. Usahanya bergerak di bidang retail, Ia dan saudara lelakinya itu membuat gelas kopi yang tidak hanya sekali pakai (reusable coffee cup).

Abigail mulai berpikir untuk membuat gelas kopi reusable ini saat Ia dan saudara lelakinya, Jamie, menjalankan usaha kafe di Melbourne lebih dari sepuluh tahun lalu. Awalnya Abigail menganggap ide membuat gelas kopi reusable adalah ide yang konyol. Namun, siapa sangka ide tersebut malah mengantarkannya menjadi seorang pengusaha sukses.

Sejak kecil Abigail sudah tertarik dalam dunia perbisnisan. Saat remaja, Abigail sering datang ke kantor ayahnya sepulang sekolah sebelum pulang ke rumah bersama. Saat itulah Ia memulai bisnis pertamanya. Perusahaan IT ayahnya berada di deretan pabrik, sehingga saat Abigail berumur 11 tahun, Ia terpikir untuk membuat sandwich dan dijual di sana. Barang pertama yang Ia beli dari hasil berjualan sandwich adalah sepatu roda karena Ia merasa kasihan pada ibunya yang harus mengantarnya setiap hari. Ia berpikir dengan membeli sepatu roda maka Ia dapat pergi sendiri tanpa harus diantar ibunya.

Saat masih kecil, Abigail pindah ke Australia, negara asal ibunya —ayahnya berasal dari Skotlandia. Abigail kemudian belajar menjadi seorang pengacara dan bergabung dalam sebuah perusahaan kecil di Melbourne, sedangkan Jamie saudaranya kembali ke UK.

Selama di UK, setiap minggu Jamie menelepon Abigail dengan ide bisnis baru. Suatu hari, Jamie berkata pada Abigail bahwa mereka harus membuka sebuah coffee shop. Abigail pun menyanggupinya. Mereka mulai membuka kafe pada tahun 1998. Saat itu Abigail masih menikmati kopinya dalam gelas sekali pakai.

Pada tahun 2005, Abigail melahirkan anak pertamanya, Bess. Saat Bess masih balita, Abigail memperhatikannya meminum susu hangat dari sippy cupnya, lalu sebuah pemikiran menghantuinya: Aku tidak pernah membayangkan akan membiarkannya minum dari gelas yang hanya digunakan sekali kemudian dibuang dan berpikir mengapa Ia melakukan itu.

Abigail mulai terbayang-bayang tumpukan gelas sekali pakai yang dibuang setiap hari. Ironisnya, Ia dan Jamie termasuk salah satu yang menyebabkan tumpukan gelas tersebut. Merasa terganggu dengan pemikiran itu, Abigail pun memutuskan untuk mendesain sebuah gelas yang dapat disimpan, yang kemudian diberi nama KeepCup.

Dari hal kecil, ide ‘hijau’ yang besar dapat tumbuh. Abigail tidak pernah berpikir ide KeepCup miliknya akan menjadikan dirinya sebagai green entrepreneur dengan begitu cepat saat mulai mendeklarasikan perang dengan gelas sekali pakai pada tahun 2009 lalu dan menginovasi barang eco-friendly nya itu.

Ketika pertama kali memulai KeepCup sembilan tahun lalu, hanya ada Abigail dan saudara lelakinya, tetapi mereka berhasil menjual 350.000 gelas pada enam bulan pertama. Saat ini mereka sudah memiliki pabrik sendiri untuk membuat gelas tesebut di UK dan tersedia di John Lewis, Debenhams, dan Selfridges.

Usaha Abigail sekarang bahkan telah merambah ke dunia ekspor. Ia telah mengekspor budaya kopi Melbourne ke 32 negara. Setiap tahunnya KeepCup mampu menghasilkan lebih dari $6 juta dollar dan karyawannya saat ini sudah ada 20 staf. Kantornya pun ada di beberapa Negara, yakni Australia, US, dan UK.

Ide KeepCup ini muncul tidak lain karena Abigail merasa muak dengan budaya ‘sekali pakai’ dan jumlahnya yang sangat mengerikan. Setiap tahunnya ada 500 miliar gelas sekali pakai dibawa ke tempat pembuangan akhir di seluruh dunia dan tidak terurai. Oleh karena itu, Abigail merasa terpanggil untuk membuat sebuah inovasi yang ramah lingkungan. KeepCup yang Ia buat ini dapat dipakai lagi hingga 1500 kali dan dapat didaur ulang meskipun terbuat dari empat komponen plastik tunggal.

Pada tahun 2014 lalu, produk KeepCup Brew yang terbuat dari kaca bahkan memenangkan penghargaan untuk nominasi produk paling inovatif dalam ajang London Coffee Festival yang disponsori oleh kejuaraan World Barista tahun sebelumnya di Melbourne International Coffee Expo.

Bagi Abigail, usaha KeepCup ini membuat sustainability mudah dicapai, tidak sulit, dan menyenangkan. Ia berharap melakukan sesuatu seperti mengunakan KeepCup mampu membuat orang-orang mulai bertanya apa lagi yang dapat mereka lakukan untuk mengurangi dampak lingkungan mereka.

“Banyak tindakan kecil yang dilakukan akan mampu membuat perubahan yang fenomenal”, Itu lah yang dikatakan Abigail. Semakin banyak orang yang memperhatikan lingkungannya, semakin besar pula kemungkinan bumi kita untuk selamat. Jangan menunggu sampai bumi kita rusak karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

keepcup abigail forsyth keepcup abigail forsyth keepcup abigail forsyth

Bagikan ini:
error: Content is protected !!