Green School Bali (GSB) atau bisa juga disebut dengan Sekolah Alam Bali, didirikan pada tahun 2007 dan diresmikan pada 1 September 2008. Pada awalnya, John Hardy dan Chynthia Hardy kecewa terhadap pendidikan yang diterima oleh anaknya di sekolah, di sana anaknya tidak diajarkan tentang sustainaible dan kepedulian terhadap alam serta lingkungan.
Aset dari perusahaan perhiasan yang sudah dibangun oleh John Hardy dan Istrinya selama 31 tahun, rela mereka jual sebagian, demi membangun sekolah alam.
Pada tahun 2006 John dan Istrinya berkeliling ke berbagai pelosok di Bali, mencari tempat yang pas untuk didirikan sekolah alam tanpa merusak lingkungan alam itu sendiri. Pada akhirnya John dan Istrinya menemukan tanah lapang yang luas dengan permukaan tanah yang tidak rata. Dengan tanah seluas 4,55 hektar di daerah Sibang Kaja, Badung, Bali, John membangun Green School Bali (GSB).
Pada awal peresmiannya, Green School Bali sudah memliki 97 murid yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar sampai jenjang Sekolah Menengah Pertama. Dan pada tahun 2012 dibuka untuk pre-kindergarten dan jenjang Sekolah Menengah Atas.
Pada saat ini Green School Bali sudah memiliki kurang lebih 400 siswa yang berasal dari berbagai negara di dunia. Para pengajar di Green School Bali ada yang bergelar doktor, master, dan sebagian besar bergelar sarjana, semua pengajar berjumlah 70 orang yang berasal dari 15 negara.
Green School Bali juga memberikan beasiswa untuk 31 anak di Indonesia, beasiswa itu berupa biaya pendidikan sekolah selama di Green School Bali. Sekitar 300 siswa Sibang Kaja yang menempuh pendidikan di sekolah umum juga diperbolehkan mengikuti kegiatan Green School Bali setelah mereka pulang sekolah.
Karena pasokan bambu di dunia melimpah dan mudah dibudidaya, semua bangunan di Green School Bali terbuat dari bambu, kecuali untuk bangunan yoga dibuat dari bambu, tanah liat dan kayu bekas kapal atau perahu. Sebagian tanah di Green School Bali dibiarkan lapang menjadi peternakan, perkebunan dan ladang pertanian untuk bercocok tanam.
Di Green School Bali lebih banyak diajarkan praktek ketimbang teori. Akan tetapi disini juga diberikan ilmu umum seperti matematika, ilmu sosial, dan ilmu pengetahuan alam. Yang unik, di sini juga diajarkan bahasa Inggris untuk siswa yang kurang lancar berbahasa Inggris dan untuk mengikuti kelas bahasa Inggris mengharuskan siswanya membayar dengan cara mengumpulkan 5 kg sampah plastik pada setiap pertemuan.
Untuk pengetahuan seni, Green School Bali juga mengajarkan seni musik, seni tari, seni melukis dan menyanyi.Praktek yang diajarkan di Green School Bali seperti, bercocok tanam, menjaga tanaman dan mahkluk hidup lainnya, menjaga kebersihan serta mengumpulkan semua sampah.
Untuk sampah organik siswa harus mengolahnya menjadi biogas dan pupuk kompos untuk tanaman, sedangkan untuk sampah plastik harus dijadikan barang yang bermaanfaat seperti tas atau aksesoris plastik lainnya.
Untuk energi listrik Green School Bali memanfaatkan panel tenaga surya. Penggunaan air bersih juga dikurangi, dengan cara pemberian 5 liter air bersih untuk 10 hari, air tersebut diberikan pada setiap siswa untuk keperluan cuci tangan, sikat gigi dan minum. Untuk toiletnya saja hanya disediakan dedaunan dan rumput untuk membersihkan kotoran.
Siswa juga diberi menu makan siang serta cemilan sehat yang berasal dari tanaman dan hewan organik.
Green School Bali juga telah mendapat berbagai penghargaan diantaranya penghargaan Sekolah Paling Hijau Di Dunia oleh Green Building Council Amerika Serikat, penghargaan Zayed Future Energy Prize yang diberikan oleh Presiden UAE dan penghargaan Tri Hita Karana Nugraha yang diberikan oleh Bali Travels News.
Untuk mengikuti pendidikan di Green School, calon siswa akan dikenakan biaya registrasi serta biaya lainnya sebesar 20juta dan untuk biaya pendidikannya dikenakan 108juta pertahun. Green School Bali hanya membuka pendaftaran pada bulan November dan Januari.
Dari ulasan singkat di atas, kita bisa mempunyai gambaran bahwa Green School Bali sangat menerapkan konsep eco friendly di sekolah, dan itu bisa menjadi contoh yang baik di bidang apapun, terutama pada bidang pendidikan di berbagai wilayah Indonesia maupun luar.
Kita juga bisa menerapkannya mulai dari sekolah, kampus atau tempat kerja kita sendiri, agar menjadikan green school atau green place seperti yang dilakukan Green School Bali. Ayo kita mulai dari sekarang!


