0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Oslo adalah kota Skandinavia lain setelah Stockholm dan Copenhagen yang memenangkan penghargaan European Green Capital. Penghargaan itu diberikan untuk kota yang memiliki prestasi dalam perkotaan hijau. Hebatnya lagi, ini adalah kali ketiga kota Oslo terpilih dalam penghargaan tersebut.

 

Kota ini merupakan ibu kota Norwegia dengan jumlah penduduk paling banyak di negara itu. Tahun 2017 adalah tahun ketiga kota ini mendaftarkan diri dalam penghargaan kota terhijau Eropa, sekaligus menjadi ketiga kalinya kota ini terpilih sebagai pemenangnya. Oslo akan menjadi kota yang berorientasi pada masa depan dan kota sustainable di dunia.

 

Ada banyak proses yang harus dilalui selama pendaftaran, dengan memenangkan penghargaan ini para petinggi kota ini pun merasa sangat gembira karena usaha mereka akhirnya terbayar dengan hasil yang memuaskan.

 

European Green City Award adalah ajang penghargaan yang dibuat berdasarkan inisiatif Komisi Eropa. Penganugerahan kota terhijau dilakukan setiap tahun sejak 2010 yang mana satu kota di Eropa akan diberikan gelar tersebut. Pemenang penghargaan akan diumumkan 18 bulan sebelumnya dan pada hari Jumat, 1 Juni 2017 lalu juri telah mengumumkan pemenang penghargaan tahun 2019 di teater kota Essen, Jerman–kota pemenang European Green Capital 2017.

 

Kota manapun di Eropa berhak mendaftarkan diri dalam ajang penghargaan tersebut, dengan catatan memiliki populasi lebih dari 100.000 penduduk. Penghargaan tersebut memberi kehormatan pada standar lingkungan tinggi, perngembangan kota sustainable, dan menciptakan pekerjaan ramah lingkungan.

 

Indikator kemenangan dilihat dalam berbagai aspek, termasuk transportasi lokal, keanekaragaman hayati, kualitas udara, serta pengelolaan sampah dan kebisingan. Atas penilaian tersebut, Oslo dinilai layak menyandang gelar kota terhijau di Eropa.

 

Oslo adalah kota padat penduduk sekaligus kota hijau yang dipilih bukan hanya karena jejak karbon kota ini rendah, yaitu sekitar 1,9 ton per kapita per tahun. Salah satu juri penghargaan kota hijau Eropa, Katja Rosenbohm mengatakan bahwa penduduk kota itu pun memiliki target yang sangat ambisius, seperti bebas mobil pada tahun 2050 contohnya.

 

Hanya sebagian kecil penduduk kota ini yang memiliki mobil. Ini menjadi hal yang sangat terlihat jelas bahwa semua orang di sana lebih suka berjalan, bersepeda, atau bepergian menggunakan kereta/kereta bawah tanah ke mana-mana. Sistem kereta di kota ini dijalankan dengan tenaga hidroelektrik.

 

85% anak sekolah pergi bersekolah dengan berjalan kaki, bersepeda, atau memakai kendaraan umum. 94% sampah rumah tangga yang dihasilkan penduduk didaur ulang sehingga tidak menjadi polusi. Mayoritas penduduknya tinggal di dekat ruang hijau publik dan mereka sangat sering menggunakan ruang tersebut. Penduduk setempat selalu aktif sepanjang tahun, menikmati taman umum dan saluran air selalu banyak tersedia sekalipun saat musim dingin. Itulah yang menjadi bukti nyata komitmen mereka pada lingkungan.

 

Kota Oslo memiliki emisi CO2 paling rendah dari semua kota metropolis di Eropa. Dewan kota lebih memilih sumber energi terbarukan untuk mengganti minyak pemanas di gedung-gedung kota pada tahun 2012 lalu. Itu termasuk tindakan berani yang diambil kota tersebut, mengingat berapa banyak energi yang digunakan kota metropolis. Untuk mendukung dan mempromosikan efisiensi energi, pemerintah pun memberikan insentif bagi bagunan baru.

 

Semua bus berbahan bakar fosil yang beroperasi di ibu kota Norwegia ini akan dikonversi menjadi bahan bakar nabati (bio-oil) pada tahun 2011. Kualitas udara di kota ini sangat bagus dan jalanannya bersih dari sampah. Inilah yang membuat kota di negara terkaya di dunia ini memiliki jejak karbon rendah. Kota ini juga terkenal dengan bisnis hijaunya.

 

Negara-negara di bumi utara pada umumnya cenderung melindungi lingkungan dengan baik, termasuk Norwegia. Negara ini memang kaya sehingga terasa mudah untuk berinvestasi pada teknologi baru yang lebih ramah lingkungan. Akan tetapi bukan hanya soal uang saja yang diperhitungkan. Tanpa ada tekad dan kerja sama yang baik antar individu, kota hijau pun akan sulit dicapai. Untuk itu, semua kota memiliki kemungkinan untuk menjadi kota hijau seperti Oslo asalkan berkomitmen kuat pada tekad tersebut.

 

oslo oslo oslo oslo oslo oslo

Bagikan ini:
error: Content is protected !!