LEGO adalah mainan anak-anak yang sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Hebatnya, mainan ini masih menjadi favorit anak-anak dan remaja hingga kini, bahkan tak jarang orang dewasa pun senang memainkannya. Inovasi terbaru dari LEGO adalah mengeluarkan kemasan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Mengulas sedikit sejarah LEGO, mainan ini berupa bongkahan plastik kecil-kecil yang dapat disusun menjadi berbagai bentuk, dibuat oleh perusahaan The Lego Group. Perusahaan tersebut berbasis di Billund, Denmark. Nama mainan yang dihasilkan perusahaan ini berasal dari bahasa Denmark “leg godt” yang berarti “bermain dengan baik”.
Awal terciptanya mainan ini bermula dari usaha kerajinan kayu milik Ole Kirk Christiansen pada tahun 1891-1958 di Billund, Denmark. Ia membuat mainan dari kayu pada tahun 1932, kemudian mendirikan perusahaan yang ia beri nama “Lego” pada tahun 1934. Mainan tersebut mulai dibuat dari bahan plastik sejak tahun 1947.
Kini usia permainan ini sudah hampir 80 tahun. Meski terbilang tua, permainan ini dapat dikatakan sebagai mainan yang tak lekang oleh waktu karena walaupun sudah berpuluh-puluh tahun keberadaannya, permainan ini seperti tidak pernah bosan dimainkan. Bongkahan plastik ini juga telah berhasil mengungguli banyak tren mainan. Selain memberikan kesenangan, permainan ini juga baik untuk perkembangan kognitif anak-anak, melatih kemampuan motorik, dan persepsi spasial mereka.
Demi memenuhi kebutuhan pelanggannya, perusahaan pembuat permainan ini selalu berusaha untuk memperbarui produknya, termasuk permintaan pelanggan akan produk berkelanjutan yang saat ini lebih dibutuhkan. Oleh karenanya, The Lego Group membuat rencana produk yang lebih ramah lingkungan.
Baru-baru ini perusahaan bernilai triliunan dolar ini mengumumkan bahwa mereka memiliki tujuan 100% kemasan berkelanjutan pada tahun 2025. Sebenarnya selama ini pun kemasan produk yang mereka keluarkan sudah cukup berkelanjutan karena kardus dan bahan berbahan dasar kertas lainnya dapat didaur ulang. Sayangnya, plastik yang membungkus produk mereka tidak dapat didaur ulang. Untuk itu, perusahaan berniat untuk mengubah kemasan tidak ramah lingkungan tersebut.
Berdasarkan pernyataan Tim Brooks, Wakil Presiden Penanggung jawab Lingkungan mengatakan bahwa perusahaan mereka berencana pada tahun 2025 nanti tidak ada lagi kemasan LEGO yang berakhir di tempat pembuangan. Kemasan produk mereka akan dibuat dari material yang terbarui atau hasil daur ulang dan mudah didaur ulang oleh konsumennya.
Saat ini tujuan tersebut sedang dalam proses pencapaiannya. Produk-produk mereka di US dan Canada dipercantik dengan label How2Recycle dan menggunakan bahan-bahan yang dapat didaur ulang. Kardus dan kertas yang digunakan untuk mengemas produk semuanya dapat didaur ulang, diperoleh dari sumber yang berkelanjutan, dan tersertifikasi oleh Forest Stewardship Council.
Agar mencapai tujuan 100% kemasan berkelanjutan yang dibuatnya, perusahaan akan tetap memprioritaskan bahan-bahan pembuatan yang terbarui, efisien, dan dapat didaur ulang.
Selain memperbarui kemasannya, perusahaan pembuat mainan ini juga berencana untuk meninggalkan plastik dan membuat produknya dari bahan-bahan berbasis tanaman. LEGO botani, bongkahan berbentuk semak dan pepohonan hijau lah yang akan pertama kali ditingkatkan keramahannya terhadap lingkungan. The Lego Group berencana membuat bongkahan yang baru dari sumber-sumber yang bertanggung jawab.
Perusahaan pembuat mainan ini merupakan perusahaan mainan pertama yang bergabung dengan WWF dan Bioplastic Feedstock Alliance. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bahan-bahan mentah yang digunakan untuk industri bioplastik diperoleh secara berkelanjutan. Perusahaan juga bekerjasama dengan WWF untuk mengurangi sumbangan emisi gas karbonnya. Mereka bekerja keras menciptakan rantai suplai dengan karbon netral.
Berkutat dengan dampak perusahannya pada lingkungan bukanlah hal yang baru dilakukan oleh The Lego Group. Sehubungan dengan tujuan 100% kemasan berkelanjutan di tahun 2025, perusahaan mainan ini juga berencana untuk 100% daya terbarui pada tahun 2020.
Untuk itu, perusahaan ini menggunakan daya yang dihasilkan dari ladang angin lepas pantai yang dipasang secara hati-hati dan dilengkapi dengan inovasi perangkat peredam kebisingan untuk mengurangi dampaknya pada kehidupan laut.
Dengan kata lain, perusahaan pembuat mainan tak lekang oleh waktu ini amat sangat memperhatikan dampak yang ditimbulkan dari hasil produksinya terhadap lingkungan sekitar. Hal ini sangat baik dilakukan juga oleh pelaku bisnis lain agar menjaga kelestarian lingkungan dan berbisnis secara bertanggung jawab. Salah satu caranya misalnya dengan mengganti kemasan produk dengan bahan yang berkelanjutan, seperti yang dilakukan oleh LEGO.


Tim Brook (Lego) partnership with WWF


