0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Kemasan ramah lingkungan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membuat planet lebih aman dan lebih hijau untuk generasi mendatang. Cara itu akan dapat mengurangi risiko yang mengarah pada lingkungan dan cenderung memberi dampak positif bagi alam.

 

Perubahan cuaca semakin terlihat di depan mata. Ancamannya kini benar-benar terasa kala cuaca seketika berubah hanya dalam hitungan jam. Perubahan cuaca yang ekstrem merupakan salah satu dampak pemanasan global yang dipengaruhi oleh banyaknya polusi di planet. Sumber polusi itu beragam, salah satunya dari produk-produk berbahan tidak ramah lingkungan.

 

Saat menggunakan produk berbahan tidak ramah lingkungan, bahan kimia yang terkandung di dalamnya akan terlepas di udara dan mencemari lingkungan sekitar. Udara yang tercemar dapat membahayakan kesehatan manusia, juga keselamatan planet. Untuk itu, mengganti dengan bahan yang ramah lingkungan dapat membantu mengurangi polusi dan memperlambat perubahan iklim akibat pemanasan global karena penggunakan bahan-bahan kimia berbahaya.

 

Dewasa ini sudah banyak perusahaan yang meningkatkan kesadaran mereka dan membuat produk yang lebih ramah lingkungan. Mereka mulai memperhatikan material produk, kemasan, dan dampak produksi mereka pada lingkungan. Dari kemasan plastik yang sulit terurai dan mencemari alam, para pelaku industri mulai giat mencari alternatif ramah lingkungan pengganti plastik.

Dari banyaknya produk yang menggunakan kemasan ramah lingkungan, berikut kami rangkum 3 di antaranya.

 

3 Alternatif Kemasan Ramah Lingkungan

  1. Jamur

Perusahaan ritel raksasa asal Swedia – Ikea, menemukan konsep kemasan berbasis jamur sebagai alternatif biodegradasi untuk polystyrene setelah menggalinya lebih dalam. Jamur adalah salah satu komoditas yang paling banyak dikonsumsi di dunia, baik untuk memasak hingga sebagai obat. Ternyata, setiap inci jamur dapat digunakan untuk mengemas, dari payungnya (kulit luar) ke batang dan akar.

 

Kulit luar – Terdapat selubung miselia di bawah kulit terluar jamur yang bisa dicampur dengan bahan alami lain seperti gandum untuk membuat campuran yang mengikat bersama untuk membentuk bahan padat. Campuran itu yang kemudian dapat dibentuk sesuai kebutuhan.

 

Batang – Batang jamur dapat digunakan sebagai alternatif Styrofoam, busa berbentuk seperti kacang (packing peanuts), sesuatu yang didapat saat memesan bahan rapuh untuk bantalan. Beberapa di antaranya bahkan bisa dimakan juga.

 

Akar – Akar jamur juga mengandung miselia, sehingga bisa digunakan untuk mengemas barang.

 

  1. Kentang

Sebuah perusahaan sampanye mewah bernama Veuve Clicquot terdorong untuk menciptakan kemasan ramah lingkungan pada tahun 2014. Perusahaan sampanye yang berbasis di Perancis ini memproduksi sampanye yang terkenal di dunia.

 

Inovasi kemasan berbahan ramah lingkungan yang meraka temukan menghasilkan “Naturally Clicquot”. Ada 3 versi yang dirilis, versi 1 dan 2 menggunakan tepung kentang sebagai bahan dalam amalgam yang kemudian dicampur dengan serat alami, kertas, dan air. Kemasan tersebut juga isotermal, dapat menjaga suhu tetap sama.

 

  1. Anggur

Masih berkaitan dengan Veuve Clicquot, setelah kampanye “Naturally Clicquot” sebelumnya sukses, perusahaan ini merilis versi 3 kemasan sampanye ramah lingkungan.

 

Di versi 3, prosesnya menjadi jauh lebih ramping dan bersih, Mereka membuang tepung kentang dan menggantinya dengan kulit anggur. Sama dengan versi sebelumnya, karton kemasan terbuat dari kombinasi air, serat alami, dan kulit anggur.

 

Demikian beberapa contoh alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan plastik.

 

Keuntungan Memakai Kemasan Ramah Lingkungan

Kemasan ramah lingkungan atau biasa disebut sustainable packaging merupakan salah satu solusi mengatasi pemanasan global pencemaran lingkungan yang marak terjadi. Meski kini banyak produk berbahan ramah lingkungan, tidak semuanya dikemas dalam bahan ramah lingkungan.

 

Seperti namanya, kemasan yang ramah lingkungan akan meminimalisir dampaknya pada lingkungan dan jejak karbon yang ditinggalkan pun tidak banyak. Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari kemasan jenis ini adalah:

  1. Kemasan berbahan ramah lingkungan dapat di daur ulang dan dibuat kompos.
  2. Produk ini lebih murah dalam jangka panjang dibandingkan gagasan populer lainnya.
  3. Tersedia insentif pajak yang berlaku di beberapa negara bagi perusahaan yang menggunakan bahan ramah lingkungan.
  4. Bisnis ramah lingkungan akan meningkatkan citra merek dengan sangat luar biasa.

 

Dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang tentunya akan sangat membantu dalam mengemas produk secara berkelanjutan. Pastinya akan ada banyak opsi ramah lingkungan lainnya yang tersedia di masa depan. Hanya saja, sudahkah inisiatif memulainya itu muncul dalam benak Anda? Semakin cepat keinginan beralih ke kemasan ramah lingkungan muncul, semakin baik dampaknya bagi planet.

 

Kemasan Ramah Lingkungan Kemasan Ramah Lingkungan Kemasan Ramah Lingkungan Kemasan Ramah Lingkungan

Bagikan ini:
error: Content is protected !!