0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Natasha Halesworth mendirikan proyek konsistensi pada tahun 2017 .  Proyek ini berusaha menginspirasi gaya hidup yang lebih berkelanjutan melalui pakaian bekas dan vintage, aksesori, dan barang-barang rumah tangga. Ia ingin mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjadi pembeli yang peduli akan lingkungan. Di tengah derasnya  trend pakaian sekali pakai sehingga mengakibatkan limbah pakaian yang semakin menumpuk ia ingin mengubah stigma masyarakat mengenai stigma pakaian bekas.

 

Ia berpendapat bahwa disaat merek fesyen terutama perusahaan besar mulai memasukkan keberlanjutan ke dalam bisnis, penting bagi mereka untuk melakukan pendekatan tidak hanya sekadar cukup baik. Keberlanjutan tidak hanya mengenai dampak lingkungan tetapi juga meliputi eksploitasi manusia dan banyak masalah keadilan sosial lainnya.

 

Industri fesyen seharusnya tidak hanya mengubah rantai pasokan yang rusak tetapi juga membuat dampak dengan aksi politik dan menggunakan daya ungkitnya untuk melakukan reformasi di luar dunia mode dan membuat kita lebih dekat dengan ekonomi sirkular.

 

Kepedulian Natasha Halesworth Terhadap Lingkungan

Setiap hari, ia mencoba memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan. Misalnya selalu berusaha memperhatikan semua pembelian yang ia lakukan dan selalu mengurangi dan menggunakan kembali. Tumbuh dewasa ia dibesarkan untuk tidak menyia-nyiakan baik itu berupa makanan atau uang. Ia juga menggunakan etos itu untuk gaya hidup sehari-hari untuk mengurangi limbah. Hal itu dimulai dari membawa tas belanja saat berbelanja, membawa wadah sendiri jika makan di luar, hingga tidak menggunakan sedotan. Tentunya selalu memilih barang bekas terlebih dahulu jika memungkinkan baik dalam hal pakaian atau pun alat-alat rumah  tangga.

 

Saran dari Natasha Halesworth

Saran bagi setiap orang untuk mengurangi dampak lingkungannya adalah dengan :

-Memilih barang bekas terlebih dahulu. Barang bekas selalu inklusif, tersedia di sebagian besar budaya, dan dapat diakses oleh semua kelas sosial. Untungnya saat ini barang bekas sudah lebih mudah diakses. Ingat bahwa vintage sama dengan  barang bekas.

-Membuat kompos sendiri karena sebenarnya mudah. Simpan wadah di freezer untuk meletakkan kompos Anda untuk mencegah bau dan bug. Jika Anda tidak memiliki kompos, temukan pusat pengiriman terdekat.

 

Merek berkelanjutan yang menjadi favoritnya   adalah  memilih apa yang belum dijual di tokonya. Selain ke toko barang bekas juga ke situs yang menjual barang bekas dan juga craiglist. Levi’s vintage adalah salah satu barang bekas yang menjadi favoritnya hingga kini.

 

Bisa disimpulkan bahwa barang bekas termasuk penjualan kembali dan barang antik akan terus mendorong perubahan dalam perilaku belanja konsumen, dan pada setiap usaha ritel. Yang menjadi masalahnya bukan pada apakah menjual lebih banyak barang, tetapi bagaimana menjual barang yang sudah ada secara lebih baik dan Natasha Halesworth telah melakukan hal tersebut dengan tokonya proyek konsistensi.

 

natasha halesworth natasha halesworth natasha halesworth natasha halesworth

Bagikan ini: