0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Stockholm Arlanda Airport merupakan salah satu bandar udara (bandara) internasional di Eropa yang ramah lingkungan. Ada banyak bandara di Eropa yang mengklaim bahwa dirinya adalah yang paling ramah lingkungan, tapi bandara ini menawarkan metode kehijauan yang berbeda dari yang lain hingga menjadikannya masuk dalam kategori empat bandara yang paling ramah lingkungan di Eropa.

 

Dikelola oleh sebuah perusahaan nasional Swedia bernama Swedavia, bandara ini berlokasi di Sigtuna Municipality, Swedia. Stockholm Arlanda Airport adalah bandara terbesar di Swedia dan terbesar ketiga di negara Nordic. Tidak hanya unggul dalam hal luas bangunannya, bandara ini juga unggul dalam hal keramahan lingkungan.

 

Stockholm Arlanda Airport diakui sebagai salah satu pelopor bandara terhijau di Eropa. Ia bahkan berhasil menjadi yang pertama menerima penghargaan tertinggi dari Airport Council International Europe (ACI), yakni organisasi yang menaungi lebih dari 600 pengelola bandara segala ukuran di 58 negara-negara Eropa.

 

Isu lingkungan merupakan prioritas utama bagi Stockholm Arlanda Airport. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengimplementasikan solusi cerdas dalam menangani dampak lingkungan yang disebabkan oleh bandara. Sejak tahun 2009, bandara ini dinilai telah berhasil mengurangi emisi gas karbon dioksida pada tingkat tertinggi program Eropa yang menilai pengolahan lingkungan bandara. Ini sejalan dengan target utamanya untuk memiliki nol emisi karbondioksida pada tahun 2020.

 

Stockholm Arlanda Airport adalah satu-satunya bandara di dunia dan yang pertama memiliki tutup emisi karbon dioksida. Tutup emisi karbon ini juga telah memperoleh izin lingkungan dari pemerintah setempat. Ini mengartikan bahwa emisi dari pesawat yang lepas landas dan mendarat, lalu lintas kendaraan dari dan menuju bandara, lalu lintas kendaraan internal, dan dari pemanasan bangunan diperkirakan jumlahnya lebih sedikit dari yang dihasilkan tahun 1990.

 

Untuk membantu mengurangi dampak nyata dari jejak karbon, Swedavia bekerja sama dengan Apcoa Parking untuk mengembangkan sistem meter taksi. Sistem ini nantinya akan memberi dampak besar pada efisiensi pelayanan taksi tidak hanya bagi bandara, tapi juga seluruh kota.

 

Para pengemudi taksi yang menunggu penumpang di bandara akan diberi nomor antrean, lalu mereka dapat memarkir mobilnya. Ketika nomor antreannya disebutkan, mereka lantas beranjak ke terminal tempat penjemputan penumpang. Dengan ini saja tentunya dapat mengurangi emisi gas karbon karena taksi menunggu dalam keadaan mesin mati.

 

Namun, hal yang paling menguntungkan adalah bahwa taksi yang berbasis ramah lingkungan (mobil rendah emisi listrik, hidrogen, dan gas alam) akan diprioritaskan dan dapat mendahului antrean. Inilah yang membuat dampak besar, dengan adanya taksi ramah lingkungan di Stockholm melonjak dari 16% pada tahun 2009 menjadi 84% di tahun 2014.

 

Upaya ramah lingkungan lain juga dilakukan dengan melakukan penghematan listrik. Bangunan-bangunan yang ada di bandara ini dihangatkan dengan menggunakan sistem district heating berbahan bakar biofuel. Sementara untuk mendinginkan, sistem district cooling digunakan dengan air dari danau di sekitar bandara. Seluruh energi listrik yang digunakan pada aktivitas dalam bandara ini dihasilkan dari sumber-sumber yang terbarui, seperti biofuel, tenaga surya, angin, dan tenaga air.

 

Selain itu, bandara ini juga secara bertahap mengganti armada pesawatnya dengan pesawat yang secara lingkungan dinilai sustainable. Hal ini dilakukan untuk mendukung program Continuous Descent Approaches and landings, atau biasa disebut “green landing”.

 

Program tersebut diterapkan oleh bandara untuk mengurangi polusi suara akibat kebisingan penerbangan, misalnya dengan memodifikasi jalur penerbangan dan mengganti pesawat yang paling bising dengan yang lebih lembut suaranya. Green landing juga berdampak pada penghematan bahan bakar jet dan mengurangi emisi gas.

 

Salah satu sistem ramah lingkungan yang paling menarik di bandara ini adalah penggunaan pemanas dan pendingin untuk terminal, hanggar–tempat menyimpan pesawat–dan bangunan lainnya di lapangan terbang. Bandara ini menerapkan sistem inovatif yang menggunakan serangkaian sumur yang terhubung dengan akuifer bawah tanah yang besar. Air dari sumber bawah tanah ini dialirkan ke atas dan masuk ke fasilitas sistem udara yang mengendalikan suhu udara dari ventilasi.

 

Pada musim panas, air bawah tanah akan tetap dingin dan ini membuat terminal lebih sejuk dibandingkan menggunakan AC yang membutuhkan energi ekstra. Pada musim dingin, air dialirkan ke unit pemanas biofuel untuk mengatur air dengan suhu yang sesuai sehingga bangunan tetap hangat.

 

Keunikan dan inovasi yang ada pada bandara ini membuktikan bahwa banyak cara untuk menjadi ramah lingkungan, asal kita mau berusaha dan bersabar karena tentu tidak instan mencapainya. Mengurasi emisi gas karbon juga bukan hal yang sulit dilakukan, ini telah dibuktikan sendiri oleh Stockholm Arlanda Airport.

 

Stockholm Arlanda Airport

Stockholm Arlanda Airport Stockholm Arlanda Airport

Stockholm Arlanda Airport

Old traffic tower now an Apartment

Stockholm Arlanda Airport

Old traffic tower now an Apartment

Stockholm Arlanda Airport

Old airplane now a Hostel

Bagikan ini: