0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Not every safe feeling needs proof to stay. Trust alone can keep it real.”

 

Saya memperhatikan punggung mereka dari belakang. Cara Sophie menyesuaikan langkahnya agar sejajar dengan Chloe serta cara Chloe tidak lagi menoleh ke sekitar dan hanya menatap ke depan.

 

Meski ia kakak, kali ini langkahnya dipandu oleh tubuh yang lebih kecil yaitu kehadiran Sophie yang berjalan setenang mungkin di sisinya.

 

Dari situ saya memahami bahwa keberanian tidak selalu datang sebagai keyakinan besar. Ia sering hadir sebagai keputusan kecil untuk tetap melangkah, meski rasa takut belum sepenuhnya pergi.

 

Di ruang praktik dokter gigi itu, mereka memperlihatkan bahwa peran tidak selalu berjalan satu arah. Seorang kakak bisa ditenangkan dan seorang adik bisa menjadi tempat bersandar, tanpa perlu banyak penjelasan.

 

Seperti kehangatan dalam kata-kata Sophie dan genggamannya yang sederhana. Ia tidak berusaha mengusir rasa takut, hanya tinggal di sana dan membiarkan waktu bergerak dengan caranya sendiri.

 

Ketenangan itu menyerupai air panas di dalam kettle mainan yang tadi ia tunjuk. Tidak ada api sungguhan, hanya bayangan tentang hangat yang akan menunggu setelah semuanya selesai.

 

Justru karena itulah api imajiner versi Sophie tetap terasa hangat. Ia tidak perlu terus dijaga atau diperiksa, cukup dipercaya akan tetap ada dan menemani sampai rasa takut itu pelan pelan melunak.

 

“Warmth is not always something you touch. Sometimes it is something you believe in.”

Part 5.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!