“You won’t lose your place if someone else also touches the sky. There is a space for every star in the sky.”
Unknown
Kemilaunya warna biru di langit Hong Kong menemani derap langkah saya mendatangi venue HKCEC di hari kedua pameran Hong Kong Gift show. Setelah makan siang, suasana tak seramai hari pertama sehingga ingin keliling venue untuk melihat trend gift terbaru.
Tak lupa sebelumnya meninggalkan kertas serta pulpen tak jauh dari tumpukan name card, just in case ada buyer yang lewat. Terdapat ribuan product dari para exporter dunia lain yang memenuhi hall yang membuat kaki hampir patah jika harus mengelilingi semuanya.
Saat menuju kembali ke booth, ada sederet booth China yang letaknya hanya berjarak dua booth dari booth Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah booth yang menjual koper mulai dari ukuran kabin hingga ukuran bagasi.
Didalam terlihat seorang pria dengan kacamata berbingkai hitam sedang sibuk di depan computernya.
“Hello, ni hao ma? Apakah boleh lihat-lihat ?” Saya memberi senyum dan melambaikan tangan.
“Tentu saja. Perkenalkan nama saya Stephen.” Ia berdiri dengan sigap penuh sopan santun dan menggenggam brosur.
“Saya Sarah. Modelnya mirip Ri**wa yah.”
“Mereka salah satu client kami.”
“Pantas qualitynya sangat outstanding. Apakah diantara display ini ada yang bisa dibeli secara retail ? Saya mungkin mau beli tapi cuma satu atau harus pesan satu kontainer yah ?” sembari tertawa terbahak-bahak.
“Iya dijual jadi saya tidak usah bawa kembali lagi ke China.” Ia menerangkan sambil mengelap kacamatanya yang berembun dan memakainya kembali.
“You know what, kamu sekilas mirip Nobita Nobi saat pakai kacamata bulatnya, tokoh karakter cartoon dari Doraemon.”
“Tidak pernah dengar nama itu. Saya tahunya cartoon China seperti Shuke and Beita. Shuke tikus adalah pilot dan Beita tikus adalah supir tank.”
“Apakah bagus ?”
“ Bagus sekali, mengajarkan indahnya persahabatan dan bagaimana kita harus kuat menghadapi setiap kesulitan. Sungguh mengharukan kisahnya , saya sampai flu menahan tangis.” Stephen berkata dengan meringis menahan malu dan tertawa terbahak setelah itu.
“Kisah Nobita juga bagus, mengajarkan untuk tidak membully teman. Tahu tidak, Itu adalah kisah nyata dari seorang murid di Jepang. Nobita memiliki teman yaitu Doraemon akan tetapi hanya teman di dalam angan-angan karena menderita Schizophrenia. Ia sering di bully oleh temannya karena sering terlihat berbicara sendiri. Akhirnya ia meninggal makanya di kisah cartoonnya Nobita tidak pernah tumbuh dewasa.”Saya menjelaskan secara singkat.
“By the way, nanti saya ajak teman-teman kesini untuk borong koper kamu. Quality tinggi dengan harga pabrik langsung.” Sembari mendorong koper kuning yang baru saja saya beli.
Saat tiba di booth, saya langsung sibuk memperagakan koper dan memberitahukan segala features dengan penuh semangat. Bahkan mempraktekkan berjalan dan menaiki koper untuk membuktikan kemulusan roda serta kekuatannya.
“Wah bagus yah, murah lagi.” Para peserta tertarik untuk melihat langsung. Saya pun bolak balik mengajak para peserta dan juga para ibu-ibu dari Dekranas ke boothnya Stephen. Tak terasa ternyata hampir semua peserta membeli hingga puluhan koper berbagai jenis ukuran berpindah tempat dari booth Stephen ke booth Indonesia.
Tante dari sisi mama, yaitu tante Chamma yang merupakan salah satu pengurus dari Dekranas menepuk bahu saya. “Sarah kamu koq malah jualan koper, bukannnya di booth sendiri menjaga jewelry kamu.” Tertawa sambil geleng kepala melihat keseriusan saya menjalani profesi dadakan sebagai brand ambassador gratis untuk booth tetangga.
Senyum tante Chamma sangatlah manis karena dibingkai oleh sepasang mata indah layaknya batu permata dengan garis dagu lembut semakin mempertegas kecantikan wajahnya. Siapa pun pasti tak akan bosan melihat wajahnya ditambah sifatnya yang ramah dan lucu. Oh, my gorgeous tante Chamma.
“Tidak apa tante, bantu Stephen karena kasihan kalau harus bawa pulang. Agak santai karena jewelrynya sudah diborong dari hari pertama, tinggal stock display saja. Tidak dijual karena mau lanjut pameran ke Chicago setelah ini, tante.”
Saat pulang tak lupa mengucapkan selamat tinggal kepada teman baru saya, Stephen. Ia melambaikan tangan dengan senyum bahagia karena bisa melenggang pulang tanpa perlu repot packing. Boothnya sudah terlihat kosong melompong. See you again, Stephen.
“There is nothing more beautiful than someone who goes out of their way to make life beautiful for others.”
Unknown
May 15th, 2022

