0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Tentukan batas cukupmu supaya  kau temukan rasa syukurmu.”

Jaya Setiabudi– Pengusaha dan Pendiri Yukbisnis.com

 

Singapore International Jewelry Expo yang diadakan di Marina Bay Sands adalah salah satu pameran jewelry terbesar di Asia yang dilangsungkan selama empat hari.

 

Saya baru saja landing dari San Francisco setelah buyer meeting dan langsung menuju hotel bersama Mbak Sisca yang sudah landing duluan dari Surabaya. Sepulang dari pameran hari pertama, seperti biasa sebelum memejamkan mata, saya menyebutkan satu persatu segala blessing yang Allah telah berikan hari ini, dan mengucapkan terima kasih atas semuanya.

 

Disaat ingin menutup doa, tiba-tiba wajah anak-anak muncul dan langsung menitikkan air mata hingga membasahi bantal dan hidung  memerah.  Deru nafas seakan tersumbat dan masih ditengah tangisan saya melanjutkan doa “ Ya Allah, semoga semua barang sold out sehingga  bisa pulang lebih cepat. Saya rindu sekali dengan anak-anak saya, ya Allah.”

 

Saya menangis dengan suara lirih agar tidak membangunkan mbak Siska yang sudah terlelap malam itu.

 

Keesokan paginya ada beberapa inquiry tambahan  dari para importer hingga designer hingga membuat hati berbunga-bunga. Disaat sedang menikmati setangkup roti dengan lembutnya apricot apple cream cheese, tiba-tiba ibu Imelda Marcos melewati booth dengan  didorong kursi roda.

 

Banyak yang mengerubungi dan meminta foto bersama beliau. Saya hanya mengagumi dari jauh kecantikannya yang tak lekang oleh waktu, layaknya kecantikan wanita Asia pada umumnya.

 

Disaat sedang mengamati beliau, tercium wangi parfume yang sangat kuat dan  saat menengok ke samping terlihat wanita cantik ditemani dua wanita  yang seperti ajudannya.

 

Ia menumpang duduk karena kecapekan memakai hak tinggi sedari tadi dan ajudannya membuka sepatu high heels dengan sol berwarna merah dari butik ternama dari Perancis.

 

Kakinya dipijat dan setelah duduk sebentar, sepatunya dipakaikan lagi. Setelah itu ia  berdiri dan melihat showcase saya dan berteriak kegirangan seakan anak kecil yang melihat balon kesayangannya.

 

Really good quality. I want this, this , and that , and this , that, oh also this. I love all the designs.”Ia menunjuk tanpa henti dengan nada excited.

 

Saya mengeluarkan semua yang ia tunjuk, namun  ia tidak berhenti menunjuk hingga yang berada di rak belakang pun dan pada akhirnya booth  kosong melompong.

 

”Masih ada lagi ?”

“Iya, di koper.’ Kedua ajudannya membantu menaruh semua yang ada di koper ke atas meja showcase dan dan dalam sekejap semua  berpindah tangan. Ia melihat sekeliling dan matanya berhenti di leher saya kerena mengenakan horn necklace dan berkata “I also want that. Itu boleh dijual ?”

 

“ Ini  sudah saya pakai sejak dari San Francisco.”

“Tidak apa, saya suka designnya dan juga horn bracelet kamu.” Sembari menunjuk gelang di tangan kanan dan kiri saya.

 

Akhirnya semua koleksi sold out seketika .  Pembayaran tidak bisa kartu sehingga salah satu ajudannya mengambil ke tempat mereka menginap tepat di depan venue yaitu Marina bay Sands hotel.

 

Ternyata ia salah satu dari keluarga Marcos sehingga tak heran bisa memborong horn jewelry seperti membeli candy. Saya tak henti mengucapkan alhamdulillah di dalam hati karena  doa saya terjawab saat itu juga.

 

Saya lalu mencari pak Sugih yang merupakan atase perdagangan Singapore untuk meminta izin pamit pulang hari itu juga.

“Selamat  sudah diborong semua. Tidak mau balik bawa stock baru kan masih ada dua hari lagi. Masih banyak importer lain juga yang akan datang dua hari terakhir.”

 

“Tidak usah, Pak, doa saya semalam sudah terkabul. Barang sold out dan  sudah dapat beberapa importers. Sudah cukup, kalau pun ada buyer baru, rezeki untuk yang lain, Pak.”

 

Okay bu Sarah, hati-hati di jalan.”

 

Booth saya akhirnya diisi oleh Chibunk dan memberikan showcase saya ke mbak Siska agar ada space lebih untuk mendisplay jewelrynya.

 

Saya sadari perlunya mengucapkan rasa syukur setiap pagi dan sebelum tidur. Orang yang jarang menghitung kasih sayang Allah setiap harinya tentunya akan merasa selalu kurang dan berat untuk bersyukur.

 

Semoga saya selalu dilindungi dari sikap yang tidak pernah merasa cukup dan  selalu ingin menambah tanpa memperhatikan hak-hak orang lain.

 

“Jika setiap orang mengambil jatah cukupnya untuk hidup sejahtera, tak ada kemiskinan di dunia ini. Masalahnya manusia memiliki sikap rakus melebihi angka cukup sejahteranya. Hingga mengambil ‘jatah cukup’ orang lain.”

Jaya Setiabudi – Pengusaha dan Pendiri Yukbisnis.com

 

March 31st , 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!